KESEHATAN-Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan dua pasien suspek Hantavirus di Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta telah dinyatakan negatif setelah menjalani pemeriksaan lanjutan. Kedua pasien tersebut kini disebut telah sembuh dan berada dalam kondisi sehat.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan hasil pemeriksaan terbaru memastikan tidak ada infeksi aktif Hantavirus pada dua pasien yang sebelumnya sempat diduga terpapar.
“Yang dua itu sudah negatif, sudah sembuh, dan sudah sehat,” ujar Aji.
Lima Laporan Suspek Hantavirus Selama 2026
Sepanjang tahun 2026, Kemenkes mencatat terdapat lima laporan suspek Hantavirus di Indonesia. Namun, hanya dua kasus yang sempat masuk tahap pemeriksaan lanjutan.
Sementara itu, tiga kasus lainnya tidak dapat diproses lebih lanjut karena kendala teknis, seperti kualitas sampel yang tidak memenuhi syarat atau kesalahan pengambilan sampel laboratorium.
Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan tambahan suspek baru Hantavirus di Indonesia. Pemerintah masih terus melakukan pemantauan melalui sistem surveilans penyakit menular di berbagai daerah.
Total 23 Kasus Hantavirus Terkonfirmasi
Berdasarkan data Kemenkes, sejak 2024 hingga 2026 tercatat sebanyak 23 kasus Hantavirus terkonfirmasi di Indonesia. Kasus tersebut tersebar di sembilan provinsi.
Wilayah dengan jumlah kasus terbanyak berada di Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta, masing-masing mencatat enam kasus.
Seluruh kasus yang terkonfirmasi di Indonesia masuk dalam kategori:
atau Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome, yaitu jenis Hantavirus yang menyerang ginjal dan sistem pencernaan.
Menurut Kemenkes, strain virus yang paling dominan ditemukan di Indonesia adalah Seoul virus dan Hantaan virus.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus merupakan virus yang umumnya ditularkan melalui paparan urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat seperti tikus. Penularan dapat terjadi ketika manusia menghirup partikel udara yang telah terkontaminasi virus.
Gejala Hantavirus dapat berupa:
- Demam tinggi
- Nyeri otot
- Sakit kepala
- Mual dan muntah
- Gangguan ginjal
- Gangguan pernapasan pada kasus tertentu
Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, terutama area yang berpotensi menjadi sarang tikus, guna mencegah penyebaran penyakit.
Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Waspada
Meski dua kasus terbaru dipastikan negatif, Kemenkes tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi penularan penyakit zoonosis, termasuk Hantavirus.
Pemerintah juga terus memperkuat sistem pemantauan dan deteksi dini untuk memastikan penyebaran penyakit dapat dikendalikan lebih cepat.









