Harga Minyak Dunia Anjlok ke US$92,41 per Barel! Dampak Besar untuk BBM & Ekonomi RI

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Harga minyak dunia kembali menjadi sorotan setelah mengalami penurunan tajam hingga menyentuh US$92,41 per barel, turun sekitar 5,9% dalam waktu singkat. Penurunan drastis ini terjadi setelah jalur vital energi global di Selat Hormuz resmi dibuka kembali, memicu optimisme pasar terhadap stabilitas pasokan minyak dunia.

Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak di atas US$100 per barel akibat meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz kala itu membuat distribusi minyak global terganggu, mengingat sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur ini. Kini, dengan kondisi yang mulai stabil, harga kembali terkoreksi tajam ke level US$92,41 per barel.

Keputusan pembukaan jalur pelayaran ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, setelah tercapainya gencatan senjata di Lebanon. Kapal-kapal komersial kini dapat melintas kembali melalui rute yang telah dikoordinasikan, memberikan dampak langsung pada normalisasi rantai pasok energi global.

Bagi Indonesia, penurunan harga minyak ke kisaran US$92 per barel menjadi kabar positif. Pemerintah melalui Kementerian ESDM menilai kondisi ini dapat membantu menjaga stabilitas harga BBM dalam negeri serta mengurangi tekanan terhadap anggaran subsidi energi.

Baca Juga :  Harga LPG 12 Kg Naik Drastis April 2026, Ini Rincian Terbaru dan Dampaknya ke Masyarakat

Namun, di sisi lain, harga minyak yang fluktuatif juga berdampak pada saham sektor energi. Emiten seperti Medco Energi Internasional Tbk dan Energi Mega Persada Tbk tercatat mengalami koreksi harga saham seiring turunnya harga minyak global.

Analis memproyeksikan bahwa harga minyak masih berpotensi bergerak dinamis. Dalam skenario stabil, harga diperkirakan berada di kisaran US$80–US$90 per barel, namun jika konflik kembali memanas, harga bisa melonjak hingga US$110–US$135 per barel. Artinya, level US$92,41 saat ini masih berada di zona sensitif bagi pasar global.

Penurunan harga minyak ini juga membuka peluang bagi sektor transportasi, industri, hingga logistik untuk menekan biaya operasional. Hal ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi jika tren penurunan bertahan dalam jangka menengah.

Baca Juga :  Kerja Online dari Rumah Dibayar Dollar, Ini Peluang Terbaiknya

Di tengah kondisi ini, investor dan pelaku usaha disarankan tetap waspada. Harga minyak dunia dikenal sangat sensitif terhadap isu geopolitik, sehingga perubahan kecil pada konflik global dapat langsung memicu lonjakan atau penurunan harga secara drastis.

FAQ Seputar Harga Minyak Dunia

1. Berapa harga minyak dunia terbaru saat ini?

Harga minyak Brent terbaru berada di sekitar US$92,41 per barel setelah turun 5,9%.

2. Kenapa harga minyak turun drastis?

Karena Selat Hormuz kembali dibuka sehingga pasokan global kembali lancar.

3. Apakah harga BBM di Indonesia akan turun?

Berpotensi stabil atau turun, tergantung kebijakan pemerintah dan kurs rupiah.

4. Apakah harga minyak bisa naik lagi?

Bisa. Jika konflik geopolitik meningkat, harga bisa kembali tembus di atas US$100 per barel.

5. Siapa yang paling terdampak dari turunnya harga minyak?

Perusahaan migas, negara produsen minyak, serta pasar saham energi global.

Berita Terkait

Syarat BLT Kesra Rp900.000 2026, Cek Desil dan Status Penerima
Blibli Buka Bisnis Baru untuk Pedagang, Jualan Online hingga Offline Jadi Lebih Simpel
Cari Ide Bisnis? Ini 7 Usaha yang Bisa Dilirik Saat Kualitas Udara Memburuk
Cara Cek Bansos Beras 30 Kg September 2026 lewat HP dan NIK
Telkomsel meluncurkan Halo Optima dengan kuota hingga 2.000 GB
Morgan Stanley Genggam 7,59 Persen Saham GOTO Setelah Tambah 21,92 Miliar Saham
Pemerintah Siapkan Rekening Otomatis untuk Warga Usia 17 Tahun, Ada Saldo Rp50 Ribu
Purbaya Buka Opsi Ubah Batas Omzet UMKM Bebas PPh, Ini Penjelasannya
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:00 WIB

Syarat BLT Kesra Rp900.000 2026, Cek Desil dan Status Penerima

Sabtu, 12 September 2026 - 16:07 WIB

Blibli Buka Bisnis Baru untuk Pedagang, Jualan Online hingga Offline Jadi Lebih Simpel

Sabtu, 12 September 2026 - 10:00 WIB

Cari Ide Bisnis? Ini 7 Usaha yang Bisa Dilirik Saat Kualitas Udara Memburuk

Jumat, 11 September 2026 - 06:00 WIB

Cara Cek Bansos Beras 30 Kg September 2026 lewat HP dan NIK

Kamis, 10 September 2026 - 12:00 WIB

Telkomsel meluncurkan Halo Optima dengan kuota hingga 2.000 GB

Berita Terbaru