Rupiah Menguat ke Rp17.653, Simak Kurs Dolar AS Terbaru di BCA, BRI, Mandiri dan BNI

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Pergerakan kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali menjadi perhatian pelaku pasar dan masyarakat pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026. Nilai tukar rupiah tercatat menguat ke level Rp17.653 per dolar AS di tengah tekanan global yang masih membayangi pasar keuangan internasional. Kondisi ini langsung memicu tingginya pencarian terkait kurs dolar hari ini, tabungan dolar, hingga prediksi nilai tukar rupiah di mesin pencari.

Penguatan rupiah terjadi setelah Bank Indonesia mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas mata uang nasional sekaligus meredam dampak ketidakpastian ekonomi global akibat tensi geopolitik Timur Tengah dan penguatan indeks dolar AS.

Di pasar domestik, kurs jual dan beli dolar AS di sejumlah bank besar nasional mengalami variasi. Bank Central Asia atau BCA menetapkan kurs e-rate dengan harga beli Rp17.646 dan harga jual Rp17.666 per dolar AS. Sementara layanan TT counter dipatok lebih tinggi dengan harga jual mencapai Rp17.790 per dolar AS. Kondisi ini membuat banyak nasabah mulai membandingkan kurs antarbank untuk kebutuhan transaksi dan investasi valuta asing.

Sementara itu, Bank Rakyat Indonesia atau BRI menetapkan kurs e-rate dolar AS di level Rp17.658 untuk harga beli dan Rp17.685 untuk harga jual. Kurs tersebut masih menjadi salah satu yang kompetitif di tengah volatilitas pasar global yang belum stabil. Banyak investor ritel disebut mulai memanfaatkan momentum penguatan rupiah untuk membeli dolar AS sebagai instrumen lindung nilai.

Baca Juga :  Asuransi Mobil Syariah: Panduan Lengkap Daftar Online 2026

Di sisi lain, Bank Mandiri menawarkan special rate dengan harga beli Rp17.640 dan harga jual Rp17.670 per dolar AS. Sedangkan layanan TT counter dan bank notes berada pada kisaran Rp17.450 hingga Rp17.750. Pergerakan kurs di Bank Mandiri turut menjadi acuan pelaku bisnis impor dan eksportir yang membutuhkan transaksi valuta asing dalam jumlah besar.

Adapun Bank Negara Indonesia atau BNI menetapkan special rates dengan harga beli Rp17.648 dan harga jual Rp17.678 per dolar AS. Untuk layanan TT counter dan bank notes, kurs jual mencapai Rp17.740 per dolar AS. Persaingan kurs antarbank nasional kini menjadi perhatian masyarakat karena selisih harga dapat memengaruhi biaya transaksi maupun keuntungan investasi.

Analis pasar menilai penguatan rupiah saat ini masih bersifat sementara karena tekanan eksternal belum sepenuhnya mereda. Penguatan indeks dolar AS serta potensi eskalasi geopolitik global masih dapat memicu pelemahan rupiah dalam beberapa hari ke depan. Selain itu, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat juga menjadi faktor penting yang menentukan arah pasar keuangan dunia.

Baca Juga :  Harga Tahu dan Tempe Terbaru Terancam Naik Saat Rupiah Tembus Rp17.600, UMKM Mulai Tertekan

Meski begitu, langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga dinilai mampu memberikan sentimen positif terhadap pasar domestik. Stabilitas rupiah menjadi faktor krusial untuk menjaga inflasi, daya beli masyarakat, serta kepercayaan investor asing terhadap ekonomi Indonesia. Tak heran jika informasi kurs dolar AS hari ini menjadi salah satu topik finansial paling banyak dicari publik.

FAQ

Berapa kurs dolar AS hari ini?

Kurs dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran Rp17.653 pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026.

Mengapa rupiah menguat hari ini?

Rupiah menguat setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Bank mana yang menawarkan kurs dolar terbaik?

Kurs dolar berbeda di setiap bank. BCA, BRI, Mandiri, dan BNI memiliki selisih kurs jual beli yang kompetitif sesuai jenis layanan transaksi.

Apakah harga dolar masih bisa naik?

Ya, harga dolar AS masih berpotensi naik dipengaruhi kondisi geopolitik global dan kebijakan moneter Amerika Serikat.

Apakah sekarang waktu tepat membeli dolar AS?

Keputusan membeli dolar AS sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan transaksi, investasi, dan kondisi pasar yang masih fluktuatif.

Apa dampak penguatan dolar bagi masyarakat?

Penguatan dolar dapat memengaruhi harga barang impor, biaya perjalanan luar negeri, hingga cicilan berbasis mata uang asing. (Tim)

Berita Terkait

Efek Ronaldo! Harga Tiket Piala Dunia 2026 Turun Hingga 60 Persen
Aturan Bagasi Garuda Indonesia Berubah, Penumpang Wajib Tahu Sistem Baru
Lowongan BPJS Kesehatan 2026 Resmi Dibuka, Lulusan S1 hingga S3 Bisa Daftar
Forbes Rilis Orang Terkaya Indonesia Juli 2026, Ini 10 Nama dengan Harta Fantastis
Bank Mandiri Hadirkan QRIS Tap dan Sistem Keamanan Baru untuk Nasabah
Kasus Prolife, OJK Amankan Aset Rp113,97 Miliar
Jangan Salah! Ini Perbedaan Harga Jual Emas Antam dan Perhiasan yang Wajib Diketahui
IPO RANS Entertainment Resmi Melantai di Bursa, Dihadiri Haji Isam dan Boy Thohir
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 12:00 WIB

Efek Ronaldo! Harga Tiket Piala Dunia 2026 Turun Hingga 60 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 - 22:10 WIB

Aturan Bagasi Garuda Indonesia Berubah, Penumpang Wajib Tahu Sistem Baru

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:25 WIB

Lowongan BPJS Kesehatan 2026 Resmi Dibuka, Lulusan S1 hingga S3 Bisa Daftar

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:00 WIB

Forbes Rilis Orang Terkaya Indonesia Juli 2026, Ini 10 Nama dengan Harta Fantastis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bank Mandiri Hadirkan QRIS Tap dan Sistem Keamanan Baru untuk Nasabah

Berita Terbaru