JAKARTA – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan performa menjanjikan pada sesi latihan bebas pertama (FP1) Moto3 Brasil 2026. Ia berhasil finis di posisi kedelapan setelah sempat mencatatkan waktu tercepat di awal sesi.
Sesi FP1 yang digelar di Sirkuit Estrella Galicia 0,0, Jumat (20/3/2026) malam WIB, sempat mengalami penundaan sekitar satu jam akibat kondisi lintasan yang basah karena hujan.
Sesi Tertunda karena Trek Basah
Genangan air di beberapa titik lintasan dinilai berbahaya bagi pembalap. Setelah proses pembersihan selesai dilakukan oleh panitia, sesi latihan akhirnya bisa dimulai dalam kondisi yang lebih aman.
Meski demikian, kondisi trek yang belum sepenuhnya kering membuat para pembalap harus ekstra hati-hati dalam memacu kecepatan.
Veda Sempat Pimpin Catatan Waktu
Veda tampil impresif di awal sesi. Pada delapan menit pertama, ia mampu mencatatkan waktu 1 menit 47,326 detik dan sempat memimpin klasemen sementara.
Namun, catatan waktu tersebut tidak bertahan lama setelah disalip pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang mencetak waktu lebih cepat.
Persaingan kemudian semakin ketat ketika pembalap Inggris, Scott Ogden, turut mengambil alih posisi terdepan.
Posisi Sempat Naik-Turun
Memasuki pertengahan sesi, Veda kembali menunjukkan peningkatan performa dengan menempati posisi kedua. Namun, persaingan ketat membuat posisinya sempat merosot hingga di luar 10 besar.
Di 10 menit terakhir, Veda kembali bangkit dan berhasil masuk enam besar. Ia bahkan sempat menembus posisi lima besar menjelang akhir sesi.
Finis Posisi Kedelapan
Pada menit-menit akhir, persaingan semakin sengit. Pembalap Spanyol, Brian Uriarte, berhasil mencatatkan waktu tercepat dengan torehan 1 menit 32,812 detik.
Sementara itu, Veda harus puas mengakhiri sesi di posisi kedelapan setelah sempat mengalami penurunan peringkat di detik-detik terakhir.
Modal Positif untuk Sesi Berikutnya
Hasil ini menjadi sinyal positif bagi Veda Ega Pratama dalam menghadapi sesi selanjutnya di Moto3 Brasil 2026. Meski belum mampu mempertahankan posisi teratas, konsistensi dan kecepatannya menunjukkan potensi bersaing di level internasional.









