JAKARTA-Sejarah kejuaraan dunia esports berawal dari kompetisi sederhana yang digelar komunitas gamer sebelum akhirnya berkembang menjadi industri hiburan global. Jauh sebelum istilah esports populer, turnamen video game sudah muncul sejak 1970-an, menandai lahirnya budaya kompetitif dalam dunia game. Momentum ini menjadi fondasi penting bagi terbentuknya kejuaraan dunia esports seperti yang dikenal saat ini.
Pada 1980, Atari menggelar Space Invaders Championship yang diikuti ribuan peserta di Amerika Serikat. Event ini sering disebut sebagai salah satu turnamen video game besar pertama. Meski belum sepenuhnya profesional, kompetisi tersebut menunjukkan bahwa video game dapat menjadi ajang persaingan serius dengan daya tarik massal.
Memasuki 1990-an, perkembangan internet dan budaya LAN party mempercepat pertumbuhan turnamen kompetitif. Game seperti Quake dan Counter-Strike mendorong lahirnya kompetisi lintas wilayah. Hadiah masih relatif kecil, namun ekosistem pemain, tim, dan komunitas mulai terbentuk secara organik.
Era 2000-an menjadi titik penting dengan hadirnya turnamen internasional seperti World Cyber Games dan Electronic Sports World Cup. Kompetisi ini mempertemukan pemain terbaik dari berbagai negara, memperkenalkan format kejuaraan dunia multi-title. Korea Selatan muncul sebagai kekuatan utama lewat dominasi game strategi seperti StarCraft.
Ledakan besar terjadi pada 2011 saat The International pertama kali digelar. Dengan sistem pendanaan berbasis komunitas, prize pool melonjak drastis dan mengubah wajah industri esports. Sejak saat itu, turnamen dunia tidak hanya menjadi ajang prestise, tetapi juga bisnis bernilai tinggi.
Di periode yang sama, League of Legends World Championship berkembang menjadi salah satu event esports paling ditonton di dunia. Produksi panggung megah, siaran global, dan basis penggemar yang besar menjadikan turnamen ini setara dengan event olahraga tradisional dalam hal popularitas.
Memasuki era modern, kejuaraan dunia esports semakin profesional dengan liga franchise, sponsor global, dan siaran streaming. Game FPS, MOBA, hingga battle royale memiliki turnamen dunia masing-masing. Mobile esports pun ikut mendominasi lewat PUBG Mobile, Free Fire, dan Mobile Legends.
Kini, esports telah berevolusi dari hobi komunitas menjadi industri global dengan jutaan penonton dan atlet profesional. Kejuaraan dunia esports bukan sekadar kompetisi, tetapi juga fenomena budaya digital yang terus berkembang. Dengan pertumbuhan teknologi dan audiens, masa depan esports diprediksi semakin besar dan kompetitif. (***)
Editor : Fanda Yosephta









