Paylater 2026 Tembus Rp12 Triliun, Ini Risiko dan Dampaknya ke BI Checking

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 12 April 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Tren penggunaan layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater di Indonesia semakin melonjak tajam pada awal 2026. Data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan pembiayaan paylater telah mencapai Rp12,59 triliun per Februari 2026, tumbuh 53,53 persen secara tahunan (YoY).

Lonjakan ini bahkan sempat lebih tinggi pada Januari 2026 dengan pertumbuhan mencapai 71,13 persen YoY. Kenaikan signifikan ini didorong oleh kemudahan akses layanan digital serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan instan tanpa kartu kredit.

Meski tumbuh pesat, OJK mengingatkan adanya potensi risiko serius yang mengintai, terutama terkait gagal bayar. Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) tercatat di angka 2,79 persen, yang menjadi sinyal penting bagi industri untuk tetap berhati-hati dalam ekspansi.

Untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, OJK telah menerbitkan regulasi baru yang memperketat pengawasan industri BNPL. Aturan ini mencakup tata kelola, manajemen risiko, hingga perlindungan konsumen, termasuk batasan usia dan penghasilan pengguna layanan paylater.

Baca Juga :  Dompet Digital Terbaik di Indonesia 2026: GoPay, DANA hingga ShopeePay Masih Jadi Favorit Pengguna

Sementara itu, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia menyoroti bahwa kemudahan akses paylater justru bisa menjadi pedang bermata dua. Proses pengajuan yang cepat dan tanpa tatap muka berpotensi meningkatkan risiko kredit macet jika tidak diimbangi sistem penilaian yang kuat.

Ketua Umum APPI menegaskan bahwa masyarakat perlu lebih bijak dalam menggunakan layanan ini. Meski nominal transaksi terlihat kecil, akumulasi utang dari beberapa transaksi dapat membebani kondisi keuangan pengguna di masa depan.

Pengamat industri juga mengingatkan risiko lain seperti over leverage, fraud, hingga lemahnya credit scoring. Untuk mengatasinya, perusahaan diharapkan memanfaatkan teknologi seperti artificial intelligence (AI), pemantauan perilaku pengguna, serta pembatasan limit kredit secara adaptif.

Di sisi lain, paylater tetap dianggap sebagai solusi keuangan jangka pendek yang efektif, khususnya bagi generasi muda dan masyarakat unbanked. Namun ke depan, pertumbuhan industri ini diprediksi akan lebih fokus pada kualitas pembiayaan dan pengelolaan risiko yang lebih ketat.

Baca Juga :  Pinjam Uang Online di Shopee via SPinjam, Ini Syarat dan Caranya

FAQ :

1. Apakah paylater aman digunakan?

Paylater aman jika digunakan sesuai kemampuan finansial. Risiko muncul jika pengguna tidak mampu membayar tagihan tepat waktu.

2. Apakah paylater mempengaruhi BI Checking?

Ya, penggunaan paylater tercatat dalam sistem SLIK OJK dan dapat mempengaruhi skor kredit jika terjadi keterlambatan atau gagal bayar.

3. Kenapa paylater semakin populer di 2026?

Karena mudah diakses, tidak butuh kartu kredit, dan bisa digunakan kapan saja melalui aplikasi digital.

4. Apa risiko terbesar dari paylater?

Risiko utama adalah gagal bayar, penumpukan utang kecil, dan potensi fraud dalam sistem digital.

5. Bagaimana cara menggunakan paylater dengan aman?

Gunakan sesuai kebutuhan, batasi jumlah transaksi, dan pastikan cicilan tidak melebihi 30% dari penghasilan bulanan. (Tim)

Berita Terkait

Harga Emas Terbaru Hari Ini 12 April 2026 Melonjak! Tembus Rp2,46 Juta per Gram, Saat Tepat Investasi?
Wajib Tahu! Biaya Layanan Shopee 2026 Naik hingga 9,5%, Gratis Ongkir Berubah dan Bebani Seller
Best Grocery Cashback Credit Cards 2026: Earn Up to 6% Cash Back on Groceries in the U.S.
Low Interest Personal Loans USA 2026: Best APR Rates Starting at 6.49%
Breaking: Life Insurance in the USA 2026—How to Secure $1 Million Coverage Starting at Just $30/Month
Top International Travel Insurance 2026: Best Providers, Mandatory
Kartu Kredit Terbaik untuk Pemula 2026: Limit Rendah, Iuran Murah, Aman Dipakai Harian
Tugu Insurance Cetak Laba Rp711 Miliar di 2025, Ini Faktor Pendorong dan Prospeknya
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 06:44 WIB

Harga Emas Terbaru Hari Ini 12 April 2026 Melonjak! Tembus Rp2,46 Juta per Gram, Saat Tepat Investasi?

Minggu, 12 April 2026 - 05:00 WIB

Paylater 2026 Tembus Rp12 Triliun, Ini Risiko dan Dampaknya ke BI Checking

Sabtu, 11 April 2026 - 23:05 WIB

Wajib Tahu! Biaya Layanan Shopee 2026 Naik hingga 9,5%, Gratis Ongkir Berubah dan Bebani Seller

Sabtu, 11 April 2026 - 20:02 WIB

Best Grocery Cashback Credit Cards 2026: Earn Up to 6% Cash Back on Groceries in the U.S.

Sabtu, 11 April 2026 - 18:06 WIB

Low Interest Personal Loans USA 2026: Best APR Rates Starting at 6.49%

Berita Terbaru

Teknologi

Bocoran GTA 6 Online: Multiplayer Lebih Ramai dengan 32 Player

Minggu, 12 Apr 2026 - 06:00 WIB

Nasional

Tegas! Prabowo Minta Praktik Tambang Ilegal Dihentikan Total

Minggu, 12 Apr 2026 - 04:00 WIB