Orang Kaya di AS Mulai Tinggalkan Sekolah Formal, Beralih ke Sekolah Berbasis AI

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENDIDIKAN-Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan. Di Amerika Serikat, muncul tren baru di kalangan keluarga berpenghasilan tinggi yang memilih meninggalkan sekolah formal dan beralih ke sekolah berbasis AI dengan sistem pembelajaran yang lebih personal dan berorientasi pada keterampilan masa depan.

Model pendidikan ini tidak hanya mengandalkan kecanggihan teknologi, tetapi juga menitikberatkan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, hingga kewirausahaan sejak usia dini. Meski demikian, sejumlah pakar pendidikan mengingatkan bahwa efektivitas model tersebut masih memerlukan pembuktian melalui penelitian ilmiah yang lebih kuat.

Sekolah AI Jadi Pilihan Baru Keluarga Mapan

Salah satu contoh datang dari Ankur Jain, seorang presiden perusahaan hedge fund di New Jersey, Amerika Serikat. Meski putranya yang berusia 11 tahun memiliki prestasi baik di sekolah negeri, Jain memutuskan memindahkannya ke Forge Prep, sebuah sekolah alternatif yang menerapkan pembelajaran berbasis proyek dan memanfaatkan teknologi AI.

Menurut Jain, keterampilan seperti negosiasi, kemampuan berbicara di depan umum, kepemimpinan, hingga membangun bisnis justru menjadi bekal penting yang selama ini kurang diajarkan dalam sistem pendidikan konvensional.

Ia menilai perubahan dunia kerja akibat perkembangan AI menuntut sistem pendidikan ikut beradaptasi agar mampu mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

AI Digunakan untuk Personalisasi Pembelajaran

Berbeda dengan sekolah tradisional, sejumlah sekolah alternatif menggunakan AI sebagai tutor digital yang mampu menyesuaikan materi pembelajaran berdasarkan kemampuan, minat, hingga tingkat fokus setiap siswa.

Guru di sekolah tersebut juga lebih sering disebut sebagai guide atau coach, karena berperan sebagai pendamping yang membantu siswa menyelesaikan berbagai proyek nyata dibanding sekadar menyampaikan materi pelajaran.

Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.

Alpha School Jadi Sorotan

Salah satu sekolah AI yang cukup dikenal adalah Alpha School di Austin, Texas. Sekolah ini telah beroperasi selama lebih dari satu dekade dan menerapkan sistem pembelajaran menggunakan AI selama sekitar dua jam setiap hari.

Baca Juga :  KPK Bongkar Praktik Curang SPMB 2026, Orang Tua Diminta Waspada

Setelah sesi pembelajaran digital selesai, siswa mengikuti berbagai kegiatan berbasis proyek yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama tim, kreativitas, hingga pemecahan masalah.

Platform AI yang digunakan juga mampu mencatat perkembangan belajar setiap siswa, termasuk tingkat konsentrasi mereka selama mengikuti pelajaran. Berdasarkan data tersebut, sistem kemudian menyesuaikan materi pembelajaran berikutnya sehingga proses belajar menjadi lebih personal.

Namun, biaya pendidikan di sekolah ini tergolong tinggi. Untuk kampus di San Francisco, biaya sekolah mencapai sekitar US$75.000 per tahun, atau setara lebih dari Rp1,2 miliar dengan asumsi kurs Rp16.500 per dolar Amerika Serikat.

Forge Prep Siapkan Siswa Menjadi Wirausaha

Selain Alpha School, Forge Prep juga menawarkan konsep pendidikan yang berbeda. Sekolah ini mengajarkan siswa memecahkan persoalan nyata, merancang produk, hingga membangun perusahaan sejak usia sekolah.

Bahkan, lulusan yang memilih mendirikan perusahaan setelah menyelesaikan pendidikan berpeluang memperoleh pendanaan awal hingga US$200.000 dari pihak sekolah.

Pada tahun ajaran pertamanya, Forge Prep menerima sekitar 600 pendaftar, meski hanya menyediakan 34 kursi untuk siswa kelas lima hingga delapan.

Ke depan, sekolah tersebut berencana memperluas jenjang pendidikan hingga tingkat sekolah menengah atas dengan kapasitas sekitar 400 siswa.

Biaya pendidikan saat ini berkisar antara US$24.000 hingga US$36.000 per tahun, dan akan meningkat menjadi sekitar US$60.000 per tahun pada periode berikutnya. Sekitar 30 persen siswa memperoleh bantuan biaya pendidikan.

Tetap Membatasi Penggunaan Teknologi

Meski mengusung konsep berbasis AI, pihak Forge Prep menegaskan penggunaan teknologi tetap memiliki batasan.

Siswa tidak diperbolehkan menggunakan ponsel selama berada di lingkungan sekolah. Penggunaan Chromebook juga dibatasi agar teknologi dimanfaatkan sebagai alat untuk menciptakan karya dan menyelesaikan masalah, bukan sekadar mengonsumsi informasi.

Baca Juga :  Cari Motor Listrik Tarikan Enteng? Ini 4 Pilihan Terbaik Tahun 2026

Pendekatan tersebut dilakukan agar keseimbangan antara teknologi dan interaksi sosial tetap terjaga.

Pakar Pendidikan Beri Catatan

Di balik popularitas sekolah berbasis AI, sejumlah akademisi mengingatkan bahwa konsep tersebut belum sepenuhnya terbukti lebih efektif dibanding sistem pendidikan konvensional.

Profesor pendidikan dari Stanford University, Caroline Hoxby, mengatakan pembelajaran berbasis proyek sebenarnya bukan konsep baru. Menurutnya, hal yang membedakan saat ini hanyalah integrasi AI dalam proses belajar.

Ia menilai model pendidikan baru tetap membutuhkan bukti empiris yang kuat sebelum dapat dinilai sebagai pendekatan terbaik.

Sementara itu, profesor Stanford lainnya, Victor Lee, menilai penggunaan istilah guide sebagai pengganti guru berpotensi mengurangi penghargaan terhadap profesi pendidik dan keahlian yang mereka miliki.

Pendidikan Terus Beradaptasi dengan Perkembangan AI

Munculnya sekolah berbasis AI menunjukkan bahwa dunia pendidikan tengah memasuki fase transformasi seiring pesatnya perkembangan teknologi.

Meski belum dapat dipastikan akan menggantikan sekolah formal secara luas, pendekatan ini menawarkan alternatif pembelajaran yang lebih fleksibel, personal, dan berorientasi pada keterampilan masa depan.

Para pakar sepakat bahwa teknologi AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, penerapannya tetap perlu diimbangi dengan penelitian, evaluasi, serta peran guru sebagai pendamping utama dalam proses belajar.


FAQ

Apa itu sekolah berbasis AI?
Sekolah berbasis AI merupakan lembaga pendidikan yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menyesuaikan materi belajar sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing siswa.

Mengapa orang tua mulai memilih sekolah AI?
Karena dinilai lebih fokus mengembangkan keterampilan masa depan seperti berpikir kritis, komunikasi, kepemimpinan, kewirausahaan, dan pemecahan masalah.

Apakah AI menggantikan guru?
Tidak. Dalam banyak sekolah berbasis AI, guru tetap berperan sebagai mentor atau pendamping yang membimbing siswa selama proses pembelajaran.

Apakah model ini sudah terbukti lebih efektif?
Belum sepenuhnya. Sejumlah pakar pendidikan menyatakan masih diperlukan penelitian ilmiah yang lebih komprehensif untuk membuktikan efektivitasnya.

Berita Terkait

Xiaomi Rilis Mijia Smart Fish Tank 2 Pro, Akuarium Pintar Serba Otomatis
Daftar Motor Listrik yang Dapat Insentif 2026, Cek Merek dan Syaratnya
Poco Pad Jadi Tablet Serbaguna dengan Baterai 10.000 mAh dan Layar 120Hz
Apple Siap Naikkan Harga iPhone 18 Pro? Ini Penyebab dan Prediksinya
Kawasaki Ninja e-1 dan Z e-1 Dijual Rp147-150 Jutaan, Ini Spesifikasinya
Honda EV Outlier Raih Red Dot Award 2026, Motor Listrik Ini Punya Desain Tak Biasa
Lenovo Legion C700 Segera Meluncur, Handheld Gaming Ringan dengan Layar 120Hz
vivo X500 Series Debut September 2026, Kamera dan Videonya Naik Kelas
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Xiaomi Rilis Mijia Smart Fish Tank 2 Pro, Akuarium Pintar Serba Otomatis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Daftar Motor Listrik yang Dapat Insentif 2026, Cek Merek dan Syaratnya

Rabu, 26 Agustus 2026 - 04:04 WIB

Poco Pad Jadi Tablet Serbaguna dengan Baterai 10.000 mAh dan Layar 120Hz

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Apple Siap Naikkan Harga iPhone 18 Pro? Ini Penyebab dan Prediksinya

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Kawasaki Ninja e-1 dan Z e-1 Dijual Rp147-150 Jutaan, Ini Spesifikasinya

Berita Terbaru