Musim Durian Tiba di Sungai Penuh dan Kerinci, Penderita Asam Lambung Perlu Hati-Hati

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 2 Januari 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUNGAIPENUH – Saat ini musim buah tengah berlangsung di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Durian, rambutan, serta duku tampak mudah dijumpai di pasar tradisional hingga lapak pinggir jalan. Kerinci sendiri dikenal sebagai salah satu sentra durian lokal unggulan, seperti durian Pulau Tengah serta varietas Musang King yang banyak dibudidayakan di Kecamatan Gunung Raya dan Batang Merangin.

Melimpahnya pasokan membuat masyarakat semakin tergoda untuk menikmati durian dalam jumlah banyak.
Durian memang memiliki daya tarik kuat karena rasanya yang legit, teksturnya lembut, serta aromanya yang khas. Buah ini juga dikenal mengandung kalori tinggi yang mampu memberikan energi cepat bagi tubuh. Tak heran, saat musim tiba, durian kerap dikonsumsi berlebihan tanpa mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing, termasuk bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan pencernaan.

Namun di balik kenikmatannya, durian tidak selalu aman untuk semua orang. Bagi penderita asam lambung, maag, atau GERD, konsumsi durian justru berpotensi memicu keluhan serius. Kandungan tertentu dalam durian membuat lambung bekerja lebih keras, sehingga produksi asam lambung dapat meningkat dan memicu kekambuhan gejala.

Baca Juga :  Perebutan Kursi Kepala OPD Sungai Penuh Dimulai, Sejumlah Nama Mencuat

Asam lambung sendiri merupakan cairan alami yang berfungsi membantu proses pencernaan. Dalam kondisi normal, asam lambung tidak menimbulkan masalah. Akan tetapi pada penderita maag atau GERD, produksi asam bisa berlebihan atau naik ke kerongkongan. Gejala yang sering muncul antara lain perih di ulu hati, sensasi panas di dada, mual, perut kembung, hingga rasa asam atau pahit di mulut.

Durian mengandung lemak, gula, dan karbohidrat yang relatif tinggi. Kombinasi ini memperlambat pengosongan lambung sehingga makanan bertahan lebih lama di dalam lambung. Akibatnya, tekanan di lambung meningkat dan asam lebih mudah naik ke kerongkongan. Selain itu, durian juga menghasilkan gas alami yang dapat menyebabkan perut terasa begah dan tidak nyaman, terutama pada lambung yang sensitif.

Mengonsumsi durian dalam jumlah banyak dapat memicu produksi asam lambung berlebih dan menimbulkan nyeri di ulu hati. Pada sebagian orang, durian juga memicu mual bahkan muntah, terlebih jika dikonsumsi saat perut kosong. Konsumsi di malam hari dinilai lebih berisiko karena posisi berbaring memudahkan asam lambung naik, sehingga dapat mengganggu kualitas tidur.

Baca Juga :  Solidaritas untuk Sumbar: Mamak Nan VIII Resmi Buka Posko Donasi

Jika kebiasaan ini terus berlanjut, dampak jangka panjangnya tidak bisa diabaikan. Frekuensi kambuh asam lambung dapat meningkat, peradangan lambung berpotensi menjadi kronis, bahkan bisa menyebabkan iritasi atau luka pada dinding lambung dan kerongkongan. Kondisi tersebut pada akhirnya menurunkan kualitas hidup karena nyeri yang berulang.

Penderita maag kronis, GERD, atau mereka yang memiliki lambung sensitif sebaiknya menghindari atau sangat membatasi konsumsi durian. Jika tetap ingin mencicipi, disarankan hanya dalam porsi sangat kecil, tidak dikonsumsi saat perut kosong, serta menghindari waktu malam hari. Langkah sederhana ini penting agar kenikmatan musim durian tidak berujung pada gangguan kesehatan yang serius. (***)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Safari Ramadhan di Sungai Ampuh, Wako Alfin Ajak Warga Perkuat Kebersamaan
Sidak Mendadak, Wawako Azhar Pantau Layanan Kesehatan dan Administrasi di Pondok Tinggi
Wako Alfin Terima Kunjungan TVRI Jambi, Perkuat Sinergi Media dan Pemerintah
Sidak Ramadan, Wako Alfin Tinjau Disiplin Pegawai dan Pelayanan OPD
Safari Ramadan di Kumun Mudik, Wako Alfin Serahkan Bantuan CSR
Safari Ramadan di Kumun Mudik, Wako Alfin Salurkan CSR Rp10 Juta untuk Masjid Nurul Falah
Warga Sungai Penuh Diminta Bayar Rp 30 Ribu, Harga Elpiji 3 Kg Tak Sesuai Papan Rp. 20 Ribu
Kadis Perhubungan Kota Sungai Penuh Mundur, Fokus Hadapi Persoalan Hukum?
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:56 WIB

Safari Ramadhan di Sungai Ampuh, Wako Alfin Ajak Warga Perkuat Kebersamaan

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:54 WIB

Sidak Mendadak, Wawako Azhar Pantau Layanan Kesehatan dan Administrasi di Pondok Tinggi

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:00 WIB

Wako Alfin Terima Kunjungan TVRI Jambi, Perkuat Sinergi Media dan Pemerintah

Jumat, 6 Maret 2026 - 10:00 WIB

Sidak Ramadan, Wako Alfin Tinjau Disiplin Pegawai dan Pelayanan OPD

Jumat, 6 Maret 2026 - 08:00 WIB

Safari Ramadan di Kumun Mudik, Wako Alfin Serahkan Bantuan CSR

Berita Terbaru