Jakarta-Motor bensin dan motor listrik memiliki perbedaan biaya operasional yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli kendaraan. Motor bensin unggul dalam kemudahan pengisian bahan bakar. Sementara itu, motor listrik berpotensi menghemat biaya energi untuk penggunaan harian.
Namun, pilihan paling hemat tidak hanya bergantung pada harga energi. Konsumen juga perlu menghitung harga kendaraan, biaya perawatan, penggantian baterai, dan jarak tempuh.
Perbandingan Biaya Motor Bensin dan Motor Listrik
Sebagai simulasi, motor bensin diasumsikan memiliki konsumsi 40 km per liter. Harga Pertalite menggunakan acuan Rp10.000 per liter. Motor listrik diasumsikan mengonsumsi energi 3 kWh per 100 km, dengan tarif listrik Rp1.444,70 per kWh sebagai ilustrasi. Tarif aktual dapat berbeda sesuai golongan pelanggan dan ketentuan yang berlaku.
Jika kendaraan menempuh jarak 30 km setiap hari, biaya energi kedua kendaraan dapat dibandingkan sebagai berikut.
| Komponen | Motor bensin | Motor listrik |
|---|---|---|
| Jarak tempuh harian | 30 km | 30 km |
| Konsumsi energi | 0,75 liter | 0,9 kWh |
| Biaya energi per hari | Rp7.500 | Rp1.300 |
| Biaya energi 30 hari | Rp225.000 | Rp39.000 |
| Estimasi biaya energi setahun | Rp2.737.500 | Rp474.000 |
Berdasarkan simulasi tersebut, motor listrik menghemat sekitar Rp186.000 per bulan untuk energi saja. Penghematan aktual bergantung pada konsumsi kendaraan, tarif listrik, harga BBM, dan pola penggunaan.
Perbedaan Biaya Perawatan
Motor bensin membutuhkan penggantian oli mesin secara berkala. Pemilik juga perlu merawat sistem pembakaran, busi, filter udara, dan komponen mesin lainnya.
Motor listrik tidak menggunakan oli mesin maupun busi. Perawatannya berfokus pada baterai, motor penggerak, kontroler, sistem kelistrikan, ban, dan rem.
Meski begitu, motor listrik tidak sepenuhnya bebas biaya perawatan. Kerusakan baterai atau kontroler dapat menimbulkan biaya perbaikan yang cukup besar.
Bagaimana Jika Harus Mengganti Baterai?
Baterai menjadi salah satu komponen penting dalam perhitungan biaya kepemilikan motor listrik. Umur pakainya dipengaruhi kualitas baterai, pola pengisian, suhu, dan frekuensi penggunaan.
Karena itu, calon pembeli perlu memeriksa masa garansi, harga baterai pengganti, serta ketersediaan suku cadang. Biaya tersebut perlu diperhitungkan agar penghematan energi tidak menutupi pengeluaran besar di kemudian hari.
Motor Bensin atau Motor Listrik, Mana Lebih Cocok?
Motor bensin cocok bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jauh, membutuhkan pengisian energi cepat, atau tinggal di wilayah dengan fasilitas pengisian listrik terbatas.
Sebaliknya, motor listrik menarik bagi pengguna perkotaan yang menempuh jarak harian relatif tetap. Penghematan akan lebih terasa jika pengguna dapat mengisi baterai di rumah dengan tarif listrik yang sesuai.
Bagi pemilik motor bensin lama, konversi menjadi motor listrik juga bisa menjadi pilihan. Namun, biaya konversi, legalitas kendaraan, garansi, dan kondisi motor harus diperhitungkan sebelum mengambil keputusan.
Pada akhirnya, motor paling hemat adalah kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan dan kemampuan anggaran. Konsumen sebaiknya membandingkan total biaya kepemilikan, bukan hanya harga pembelian atau biaya energi. (*)
Editor : FANDA YOSEPHTA









