KERINCI – Indonesia Offroad Expedition (IOX) Raja 2026 kembali mengguncang dunia petualangan. Peserta menembus jalur ekstrem SungaiIOX Raja 2026 Taklukkan Jalur Ekstrem Sungai Kuning, Satukan Adrenalin dan Sosial Kuning, Pauh Tinggi, hingga Kayu Aro. Medan berlumpur, tanjakan curam, dan lintasan alam jadi tantangan nyata bagi kendaraan dan pengemudi.
Rute ini bukan sekadar uji mesin. Keterampilan, strategi, dan ketahanan fisik diuji di setiap tikungan dan tanjakan. Peserta harus membaca medan dan menjaga ritme perjalanan agar tetap aman. “Offroad di Kerinci bukan sekadar adrenalin, tapi juga strategi dan ketahanan,” kata salah satu peserta.
Bukan hanya tantangan ekstrem. IOX Raja 2026 juga membawa misi sosial. Di Desa Sungai Kuning, komunitas offroad menggelar bakti sosial, memberi bantuan langsung bagi warga. Aktivitas ini menegaskan offroad bisa berpadu dengan kontribusi nyata untuk masyarakat.
Bupati Kerinci, Monadi, menyambut positif kegiatan ini. Ia menilai IOX Raja 2026 bukan sekadar petualangan, tetapi juga penguatan sosial. “Bakti sosial di Sungai Kuning menunjukkan komunitas offroad berperan nyata membantu masyarakat dan memperkuat kebersamaan,” ujarnya.
Panorama alam Kerinci jadi nilai tambah. Hutan lebat dan kawasan Pauh Tinggi menawarkan pemandangan memukau sepanjang lintasan. Kombinasi petualangan ekstrem dan keindahan alam menjadikan event ini magnet wisata bagi pecinta offroad dan alam bebas.
Nilai persaudaraan juga jadi fokus. Peserta diajak saling bekerja sama, menjaga keselamatan, dan menghargai alam sekitar. Event ini menegaskan etika dan tanggung jawab dalam petualangan ekstrem.
Dampak jangka panjang juga diprioritaskan. Selain meningkatkan wisata dan olahraga offroad, kegiatan sosial diharapkan meninggalkan jejak positif bagi Desa Sungai Kuning dan masyarakat Kerinci secara keseluruhan.
Dengan adrenalin, sosial, dan wisata alam bersatu, IOX Raja 2026 membuktikan petualangan ekstrem bisa selaras dengan kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan. Event ini jadi inspirasi komunitas offroad Indonesia untuk terus menyeimbangkan petualangan dan kontribusi nyata. (***)
Editor : Fanda Yosephta









