Insiden Data Bocor, Coupang Siapkan Rp19 T untuk Pengguna

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Raksasa e-commerce Korea Selatan, Coupang, mengumumkan skema kompensasi besar-besaran senilai 1,69 triliun won atau sekitar Rp19 triliun menyusul insiden kebocoran data yang memengaruhi puluhan juta akun pengguna.

Mengacu laporan Reuters, kompensasi tersebut akan dibagikan kepada sekitar 33,7 juta pemilik akun dalam bentuk voucher senilai 50.000 won (sekitar Rp581 ribu) per orang. Voucher itu dapat digunakan di dalam ekosistem layanan Coupang.

Langkah ini segera memicu perdebatan di Korea Selatan. Sejumlah anggota parlemen menilai bentuk kompensasi tersebut tidak sepenuhnya berpihak pada konsumen terdampak.

Baca Juga :  177 Hotel Jemaah Haji Indonesia di Makkah 2026: Dekat Halte Bus, Sistem Nomor Bikin Anti Tersesat

Anggota DPR dari Partai Demokrat, Choi Min-hee, mengkritik bahwa voucher lebih menguntungkan perusahaan karena mendorong transaksi di platform yang sama, alih-alih memberikan ganti rugi yang fleksibel bagi korban kebocoran data.

“Skema ini terlihat seperti upaya mengubah krisis privasi menjadi peluang bisnis,” ujarnya.

Nada serupa disampaikan Dewan Nasional Organisasi Konsumen Korea. Mereka menilai mekanisme voucher cenderung bernuansa promosi dan tidak mencerminkan tingkat keseriusan pelanggaran data yang terjadi.

Pihak Coupang memilih tidak memberikan tanggapan lanjutan atas kritik tersebut. Sikap ini justru memperbesar sorotan publik dan politik terhadap perusahaan.

Baca Juga :  AS Tangkap Nicolas Maduro, Ini Penjelasan Hukum yang Diajukan Washington

Parlemen Korea Selatan dikabarkan akan menggelar sidang khusus selama dua hari untuk membahas insiden kebocoran data tersebut, termasuk respons dan tanggung jawab perusahaan terhadap pengguna.

Sebelumnya, pendiri Coupang Kim Bom telah menyampaikan permintaan maaf terbuka atas insiden tersebut dan berjanji mempercepat proses kompensasi. Namun, ia tidak menghadiri agenda sidang parlemen dengan alasan jadwal lain yang telah ditetapkan.

Kasus ini menjadi perhatian luas karena menyangkut perlindungan data pribadi di sektor e-commerce yang memiliki jutaan pengguna aktif dan menyimpan informasi sensitif konsumen.

Berita Terkait

Hasil Pemilu Israel Terbaru: Netanyahu Belum Tentu Jadi PM, Ini Alasannya
Meta Siapkan Saham Khusus Mark Zuckerberg, Antisipasi Pajak Miliarder
Elon Musk Prediksi 200 Perusahaan AI Bangkrut, SpaceX Siapkan Utang Rp 640 Triliun
Bill Gates Soroti Dampak AI hingga 20 Tahun ke Depan, Pemerintah Diminta Bersiap
Harga Emas Dunia Hari Ini 26 Oktober 2026 Turun ke US$3.987, Investor Waspadai Keputusan The Fed
Cadangan Emas Dunia 2026: Indonesia Punya 87 Ton, Peringkat Berapa?
C.L.A.Y. Angkat Kisah Peretas, Agnez Mo Satu Film dengan Nicolas Cage
Agnez Mo Resmi Punya Patung Lilin di Madame Tussauds Hollywood, Ini Maknanya
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Hasil Pemilu Israel Terbaru: Netanyahu Belum Tentu Jadi PM, Ini Alasannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Meta Siapkan Saham Khusus Mark Zuckerberg, Antisipasi Pajak Miliarder

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Elon Musk Prediksi 200 Perusahaan AI Bangkrut, SpaceX Siapkan Utang Rp 640 Triliun

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Bill Gates Soroti Dampak AI hingga 20 Tahun ke Depan, Pemerintah Diminta Bersiap

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Harga Emas Dunia Hari Ini 26 Oktober 2026 Turun ke US$3.987, Investor Waspadai Keputusan The Fed

Berita Terbaru