Indonesia Resmi Operasikan Tiga Jet Rafale Pertama dari Perancis

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA-Indonesia memasuki fase penting dalam modernisasi pertahanan udara setelah tiga jet tempur Rafale mendarat mulus di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Kedatangan pesawat generasi 4.5 buatan Dassault Aviation ini menjadi tonggak bersejarah dalam kerja sama strategis Indonesia–Perancis, sekaligus pembuktian bahwa penguatan alutsista nasional terus berjalan meski di tengah dinamika geopolitik kawasan.

Kementerian Pertahanan memastikan bahwa ketiga unit Rafale tersebut telah sepenuhnya berada di bawah penguasaan TNI Angkatan Udara. Pesawat-pesawat ini langsung melalui proses integrasi dan persiapan operasional setelah tiba pada Jumat, 23 Januari 2026.

Kehadiran Rafale disebut memberikan lompatan kemampuan tempur bagi Indonesia, terutama karena angkatan udara selama bertahun-tahun mengandalkan pesawat yang kini mendekati batas usia pakai.

Pengiriman Perdana dari Kontrak Bernilai Raksasa

Kedatangan tiga unit Rafale ini merupakan bagian dari kontrak besar senilai 8 miliar dollar AS yang ditandatangani pada 2022 dan diperluas pada 2023. Kontrak tersebut mencakup paket lengkap, mulai dari pesawat tempur, pelatihan personel, hingga persenjataan mutakhir.

Baca Juga :  Terungkap! Ini Alasan Pertamina Naikkan Harga Pertamax

Kementerian Pertahanan menyebut bahwa tiga unit tambahan dijadwalkan tiba akhir tahun ini, menandai langkah awal dari keseluruhan rencana akuisisi puluhan unit Rafale yang menjadi tulang punggung kekuatan udara Indonesia pada dekade mendatang.

Dengan pesawat ini, Indonesia memperoleh akses pada salah satu jet tempur paling canggih di dunia, yang dikenal memiliki kemampuan manuver tinggi, radar AESA generasi terbaru, serta kemampuan multi-peran untuk misi udara-ke-udara maupun udara-ke-permukaan.

Komitmen Modernisasi Alutsista Indonesia

Pengadaan Rafale bukan langkah pertama Indonesia dalam memperbarui kekuatan militernya. Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir telah menaruh perhatian besar pada sektor pertahanan udara sebagai respons atas meningkatnya dinamika keamanan regional.

Selain kesepakatan dengan Perancis, Indonesia sebelumnya menandatangani kontrak jangka panjang dengan Turkiye untuk pembelian 48 jet tempur KAAN, pesawat generasi kelima yang diproyeksikan menjadi aset strategis bagi negara-negara pengguna.

Jet ini menggunakan mesin General Electric F110, sama seperti yang digunakan pada pesawat F-16 yang hingga kini masih menjadi andalan TNI AU.

Baca Juga :  Telat Lapor SPT Tahunan 2026 Bisa Kena Denda, Ini Batas Waktu dan Sanksinya

Di sisi lain, pemerintah juga mempertimbangkan opsi lain untuk memperluas armada pesawat tempur. Jet tempur J-10 buatan China dan F-15EX dari Amerika Serikat masuk dalam daftar kandidat yang sedang dikaji.

Sementara itu, Indonesia dan Pakistan sempat melakukan pembahasan awal mengenai kemungkinan kerja sama pengadaan jet tempur dan drone bersenjata, menunjukkan luasnya spektrum diplomasi pertahanan Indonesia.

Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia–Perancis

Selain penguatan militer, pengadaan Rafale juga menandai hubungan bilateral Indonesia dan Perancis yang semakin erat, khususnya dalam sektor industri pertahanan.

Perancis melihat Indonesia sebagai mitra strategis utama di Asia Tenggara, sementara Indonesia memandang kerja sama ini sebagai peluang untuk mengakselerasi transfer teknologi dan memperkuat kapasitas industri pertahanannya sendiri.

Kedatangan Rafale bukan hanya simbol kemampuan militer yang meningkat, tetapi juga representasi diplomasi pertahanan yang semakin berkembang.

Indonesia kini berada dalam posisi lebih kuat dalam menjaga ruang udara, sekaligus membuka jalan menuju program modernisasi jangka panjang untuk mencapai kekuatan udara yang kredibel di kancah regional.

Berita Terkait

Prabowo Segera Resmikan Pabrik Baterai EV, Investasi Tembus Rp21 Triliun
POCO X8s Punya Baterai 6.330 mAh dan Kamera 50 MP, Kapan Masuk Indonesia?
5 Alasan Mac mini Lebih Menarik daripada MacBook, Harga Mulai Rp16 Jutaan
Denda Pajak Bisa Dihapus hingga 100%! Begini Cara Mengajukan Lewat Coretax, Batasnya 1 Oktober 2028
Tablet untuk Editing Foto Profesional, Ini 5 Pilihan pada 2026
Vivo V80 Lite 5G Tahan Banting, Baterai 10.000 mAh dan Garansi 7 Tahun
Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Besar, Indonesia Disebut Seluas Eropa
ASUS ProArt P14 dan P16 Resmi Hadir di Indonesia, Laptop AI Lokal Dibanderol hingga Rp113 Juta
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Prabowo Segera Resmikan Pabrik Baterai EV, Investasi Tembus Rp21 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:00 WIB

POCO X8s Punya Baterai 6.330 mAh dan Kamera 50 MP, Kapan Masuk Indonesia?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:00 WIB

5 Alasan Mac mini Lebih Menarik daripada MacBook, Harga Mulai Rp16 Jutaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Denda Pajak Bisa Dihapus hingga 100%! Begini Cara Mengajukan Lewat Coretax, Batasnya 1 Oktober 2028

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Tablet untuk Editing Foto Profesional, Ini 5 Pilihan pada 2026

Berita Terbaru