IHSG Turun 0,78%, Apa Dampaknya bagi Investasi Saham, Deposito, dan Reksa Dana?

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Pasar saham Indonesia kembali mengalami tekanan pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,78 persen ke level 6.172,34 setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,75 persen.

Kenaikan suku bunga tersebut langsung memicu aksi jual di sejumlah saham unggulan. Investor memilih mengurangi risiko sambil menunggu pengumuman MSCI dan rebalancing indeks FTSE yang berpotensi memengaruhi arus modal asing ke pasar Indonesia.

Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi korban utama tekanan pasar. PT Indosat Tbk (ISAT) merosot 6,74 persen, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun 6,08 persen, dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) melemah 5,66 persen pada penutupan perdagangan.

Sektor perbankan juga tidak luput dari tekanan. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 3,90 persen. Pelemahan saham perbankan terjadi karena investor memperhitungkan dampak kenaikan suku bunga terhadap pertumbuhan kredit dan biaya dana.

Meski demikian, tidak semua saham bergerak negatif. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) justru melesat 7,53 persen. Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik 6,70 persen dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat 5,64 persen, menjadi penahan pelemahan indeks yang lebih dalam.

Baca Juga :  IHSG hari ini 30 Maret 2026 Melemah Lagi? Analis Rekomendasikan Saham AKRA, DSNG, hingga CYBR

Dari sisi makroekonomi, keputusan Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,75 persen bertujuan menjaga stabilitas rupiah yang sebelumnya berada di bawah tekanan dolar Amerika Serikat. Kebijakan ini juga diharapkan mampu mengendalikan inflasi dan menjaga kepercayaan investor global terhadap ekonomi Indonesia.

Bagi masyarakat, kenaikan suku bunga biasanya berdampak pada meningkatnya bunga deposito, kredit rumah, kredit kendaraan, hingga pinjaman usaha. Kondisi ini membuat banyak investor mulai mempertimbangkan kembali pilihan investasi mereka, termasuk beralih ke deposito berjangka, obligasi pemerintah, atau instrumen pendapatan tetap lainnya.

Analis memperkirakan pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih dibayangi volatilitas tinggi. Investor disarankan mencermati perkembangan kebijakan Bank Indonesia, arah suku bunga global, serta hasil evaluasi MSCI yang dapat menjadi penentu pergerakan pasar saham Indonesia dalam beberapa pekan mendatang.

Judul Utama (CTR Tinggi):
IHSG Anjlok ke 6.172 Usai BI Rate Naik 5,75%, Saham BRI hingga Telkom Berguguran, Investor Waspada!

Alternatif Judul:

  1. BI Naikkan Suku Bunga, IHSG Merosot Tajam! Saham Bank dan Telekomunikasi Tertekan
  2. Investor Panik Jelang Pengumuman MSCI, IHSG Ditutup Merah dan Rupiah Bergejolak
  3. IHSG Turun 0,78%, Apa Dampaknya bagi Investasi Saham, Deposito, dan Reksa Dana?
  4. Suku Bunga Naik Lagi! IHSG Terseret ke Zona Merah, Ini Saham yang Paling Terpukul
  5. Pasar Saham Indonesia Melemah, Investor Cari Aset Aman Setelah BI Rate Naik
Baca Juga :  Tugu Insurance Cetak Laba Rp711 Miliar di 2025, Ini Faktor Pendorong dan Prospeknya

Frasa Kunci: IHSG turun setelah BI Rate naik 2026

Meta Description: IHSG ditutup turun 0,78 persen ke level 6.172,34 setelah Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,75 persen. Simak dampaknya bagi investor saham, deposito, dan reksa dana.

FAQ

Apakah kenaikan BI Rate memengaruhi investasi saham?
Ya. Kenaikan suku bunga sering membuat investor lebih berhati-hati karena biaya pinjaman meningkat dan potensi perlambatan ekonomi bertambah.

Apakah deposito menjadi lebih menarik saat BI Rate naik?
Biasanya iya. Bank cenderung menyesuaikan bunga deposito sehingga imbal hasil menjadi lebih kompetitif.

Mengapa IHSG turun setelah BI Rate naik?
Pasar mengkhawatirkan dampak suku bunga tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kinerja perusahaan.

Saham apa yang paling tertekan hari ini?
ISAT, TLKM, SMGR, dan BBRI menjadi saham yang mencatat penurunan terbesar di kelompok saham unggulan.

Berita Terkait

Elon Musk Cetak Rekor Baru, SpaceX Tembus US$3 Triliun dalam Hitungan Jam
Dolar AS Tembus Rp17.700, Bos BI Yakin Rupiah Bakal Terus Menguat
Pizza Hut Resmi Dijual Rp26,6 Triliun
Saham BBCA, BBRI, dan BMRI Kompak Anjlok, IHSG Tertekan di Tengah Aksi Jual Investor
GOTO Buyback Saham Rp 3,5 Triliun, Peluang Cuan Investor Makin Besar?
IHSG Ditutup Merosot ke 6.206,40, Investor Waspadai Sinyal The Fed dan Arus Dana Asing
Rupiah Melemah ke Rp17.762 per Dolar AS, Saatnya Simpan Dolar, Deposito, atau Emas?
OJK Ungkap Dana Lender Akseleran Mulai Kembali Cair, Ini Dampaknya bagi Investor Fintech 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:44 WIB

Elon Musk Cetak Rekor Baru, SpaceX Tembus US$3 Triliun dalam Hitungan Jam

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:12 WIB

IHSG Turun 0,78%, Apa Dampaknya bagi Investasi Saham, Deposito, dan Reksa Dana?

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:30 WIB

Dolar AS Tembus Rp17.700, Bos BI Yakin Rupiah Bakal Terus Menguat

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:04 WIB

Pizza Hut Resmi Dijual Rp26,6 Triliun

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:54 WIB

Saham BBCA, BBRI, dan BMRI Kompak Anjlok, IHSG Tertekan di Tengah Aksi Jual Investor

Berita Terbaru

Bisnis

Pizza Hut Resmi Dijual Rp26,6 Triliun

Kamis, 18 Jun 2026 - 16:04 WIB