JAKARTA- Guncangan hebat menghantam pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok hingga 8 persen pada perdagangan Rabu (28/1), memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan trading halt di tengah jam bursa. Tekanan jual masif ini disebut berkaitan dengan pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dirilis pagi hari.
Pembekuan sementara perdagangan dilakukan BEI pada pukul 13.43.13 WIB waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Perdagangan kembali dibuka 30 menit kemudian, tepatnya pukul 14.13.13 WIB, tanpa perubahan jadwal perdagangan harian.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyatakan trading halt diberlakukan karena penurunan IHSG telah mencapai ambang batas 8 persen. Langkah ini diambil untuk menjaga agar perdagangan saham tetap berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien.
Sejak pembukaan perdagangan, tekanan jual sudah terasa kuat. Pada penutupan sesi pertama, IHSG tercatat anjlok 7,34 persen ke level 8.321. Data RTI Infokom menunjukkan mayoritas saham berada di zona merah, dengan 764 saham melemah, hanya 30 saham menguat, dan 10 saham stagnan.
Tekanan semakin dalam pada siang hari. Tepat pukul 13.43 WIB, IHSG kembali tersungkur hingga menyentuh level 8.261 atau turun 8 persen, memicu penghentian sementara perdagangan oleh BEI.
Dalam keterangan terpisah, Kautsar mengungkapkan kejatuhan tajam IHSG berkaitan dengan pengumuman MSCI yang memengaruhi sentimen investor. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) disebut tengah melakukan diskusi intensif dengan MSCI untuk merespons dampak kebijakan tersebut terhadap pasar modal Indonesia. (**)
Editor : Fanda Yosephta









