Jakarta-Pasar aset kripto global masih bergerak di zona merah pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2026. Tekanan jual yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat mayoritas mata uang kripto utama mengalami koreksi, termasuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), hingga Binance Coin (BNB).
Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar tercatat berada di kisaran Rp1,13 miliar per koin. Pelemahan harga ini terjadi seiring meningkatnya aksi ambil untung investor serta arus keluar dana dari sejumlah produk investasi berbasis kripto.
Meski demikian, Bitcoin masih menjadi aset digital paling dominan di pasar. Banyak investor memilih menunggu sinyal pemulihan sebelum kembali menambah kepemilikan di tengah volatilitas yang masih tinggi.
Ethereum (ETH) juga bergerak melemah mengikuti tren pasar secara keseluruhan. Kripto terbesar kedua tersebut masih diperdagangkan di atas level Rp31 juta per koin, namun belum mampu menunjukkan momentum penguatan yang signifikan.
Sementara itu, Binance Coin (BNB) tetap bertahan di atas Rp10 juta per koin. Pergerakan BNB relatif lebih stabil dibanding sejumlah altcoin lain, meski tekanan jual masih terlihat di pasar global.
Di sisi lain, Tether (USDT) sebagai stablecoin terbesar dunia masih bergerak stabil mendekati nilai tukar dolar Amerika Serikat. Aset ini kerap menjadi pilihan investor saat kondisi pasar mengalami ketidakpastian.
Berikut daftar harga kripto utama pada 24 Juni 2026:
- Bitcoin (BTC): Rp1.129.567.978 – Rp1.137.275.000 atau sekitar US$62.563 – US$62.934
- Ethereum (ETH): Rp31.161.785 atau sekitar US$1.662 – US$1.673
- Binance Coin (BNB): Rp10.653.613 atau sekitar US$576 – US$580
- Tether (USDT): Rp17.882 – Rp18.033 atau sekitar US$0,99
Pelaku pasar diimbau tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Harga aset kripto dapat berubah sangat cepat akibat sentimen pasar, kebijakan ekonomi global, hingga pergerakan dana institusional yang masuk maupun keluar dari pasar digital. (Tim)









