KAYONEWS.CO.ID – Kabar terbaru mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi perhatian masyarakat. Memasuki 22 Juni 2026, pemerintah masih mempertahankan harga BBM subsidi, sementara sejumlah produk BBM nonsubsidi milik Pertamina mengalami penyesuaian menyusul kenaikan harga minyak mentah dunia.
Berdasarkan daftar harga yang berlaku saat ini, Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter. Sementara BioSolar tetap bertahan pada harga Rp6.800 per liter. Keputusan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat yang masih mengandalkan BBM subsidi untuk kebutuhan transportasi dan aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, BBM nonsubsidi mengalami perubahan harga yang cukup signifikan. Pertamax atau BBM dengan nilai oktan RON 92 kini dibanderol Rp16.250 per liter. Kenaikan tersebut terjadi seiring meningkatnya biaya pengadaan bahan bakar akibat fluktuasi harga minyak global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Selain Pertamax, produk unggulan lainnya juga mengalami penyesuaian. Pertamax Green 95 dijual Rp12.900 per liter. Sementara Pertamax Turbo yang memiliki spesifikasi lebih tinggi dipasarkan dengan harga Rp19.900 per liter. Produk ini umumnya digunakan kendaraan modern yang membutuhkan performa mesin optimal.
Untuk segmen solar nonsubsidi, Dexlite kini dipasarkan Rp23.000 per liter. Sedangkan Pertamina Dex mencapai Rp27.900 per liter. Kedua produk tersebut banyak digunakan kendaraan diesel premium yang membutuhkan bahan bakar berkualitas tinggi untuk menjaga efisiensi mesin dan mengurangi emisi.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi diperkirakan akan berdampak pada biaya operasional masyarakat dan pelaku usaha. Pengguna kendaraan pribadi yang sebelumnya mengandalkan Pertamax harus menyesuaikan anggaran pengeluaran bulanan. Begitu pula sektor logistik yang berpotensi menghadapi kenaikan biaya distribusi barang apabila tren harga energi terus meningkat.
Meski demikian, pemerintah tetap menjaga stabilitas harga BBM subsidi agar daya beli masyarakat tidak tertekan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, gangguan rantai pasok, serta fluktuasi harga energi internasional yang belum sepenuhnya stabil.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga BBM melalui kanal resmi Pertamina maupun aplikasi MyPertamina. Selain memperoleh informasi terbaru, pengguna juga dapat memanfaatkan berbagai program promo dan layanan digital yang disediakan untuk mempermudah transaksi pembelian bahan bakar.
Berikut daftar harga BBM Pertamina per 22 Juni 2026 untuk wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan sekitarnya:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- BioSolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp16.250 per liter
- Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.900 per liter
- Dexlite: Rp23.000 per liter
- Pertamina Dex: Rp27.900 per liter
Perlu diketahui, harga BBM nonsubsidi di luar Pulau Jawa dapat berbeda. Selisih harga umumnya dipengaruhi oleh kebijakan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang berlaku di masing-masing daerah.
FAQ
Apakah harga Pertalite naik pada 22 Juni 2026?
Tidak. Harga Pertalite masih tetap Rp10.000 per liter.
Berapa harga BioSolar terbaru?
BioSolar subsidi masih dijual Rp6.800 per liter.
Berapa harga Pertamax terbaru?
Harga Pertamax per 22 Juni 2026 adalah Rp16.250 per liter.
Mengapa harga BBM nonsubsidi naik?
Kenaikan dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia, biaya pengadaan, dan pergerakan nilai tukar rupiah.
Apakah harga BBM sama di seluruh Indonesia?
Tidak. Harga BBM nonsubsidi dapat berbeda antarprovinsi karena pengaruh PBBKB dan biaya distribusi. (Tim)
Editor : Fanda Yosephta









