Google Rilis Fitur Anti Penipuan AI, Pengguna Android Kini Lebih Aman dari Telepon Scam Deepfake

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Ancaman penipuan digital berbasis kecerdasan buatan (AI) semakin meningkat di berbagai negara. Pelaku kejahatan siber kini tidak hanya menggunakan nomor telepon asing, tetapi juga memanfaatkan teknologi deepfake untuk meniru suara anggota keluarga, teman, hingga rekan kerja agar korban percaya dan mau mengirimkan uang.

Menjawab ancaman tersebut, Google resmi memperkenalkan fitur keamanan terbaru bernama Fake Call Detection atau Deteksi Panggilan Palsu. Fitur ini dirancang khusus untuk membantu pengguna Android mengenali panggilan telepon yang diduga berasal dari pelaku penipuan yang memanfaatkan teknologi AI.

Peluncuran fitur baru ini menjadi salah satu langkah penting Google dalam memperkuat keamanan pengguna di tengah maraknya kasus scam digital yang menyebabkan kerugian miliaran rupiah setiap tahunnya. Dengan semakin canggihnya teknologi AI generatif, penipu kini mampu membuat suara yang sangat mirip dengan suara asli seseorang hanya bermodalkan rekaman singkat yang diperoleh dari media sosial atau aplikasi pesan instan.

Modus yang sering digunakan adalah menelepon korban menggunakan nomor yang tampak terpercaya. Dalam beberapa kasus, layar ponsel bahkan dapat menampilkan nama kontak yang dikenal korban. Saat telepon diangkat, suara yang terdengar sangat mirip dengan anggota keluarga atau teman dekat sehingga korban sulit membedakan mana panggilan asli dan mana yang merupakan hasil rekayasa AI.

Biasanya pelaku kemudian menciptakan situasi darurat, seperti kecelakaan, masalah hukum, atau kebutuhan mendesak lainnya. Korban diminta mentransfer uang secepat mungkin sebelum sempat melakukan verifikasi lebih lanjut. Teknik manipulasi psikologis inilah yang membuat tingkat keberhasilan penipuan berbasis deepfake terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Melalui fitur Fake Call Detection, Google berupaya memutus rantai penipuan tersebut. Sistem akan melakukan proses verifikasi otomatis saat panggilan masuk dari kontak yang tersimpan di perangkat pengguna. Jika kedua perangkat menggunakan aplikasi Phone by Google, maka akan terjadi proses verifikasi digital yang memastikan bahwa panggilan benar-benar berasal dari perangkat asli milik kontak tersebut.

Baca Juga :  Smartphone Sultan! iPhone 17 Pro Max T-Great Hadir Berlapis Emas 24 Karat

Google menyebut proses ini sebagai digital handshake atau jabat tangan digital. Mekanisme tersebut bekerja layaknya pemeriksaan identitas elektronik yang berlangsung dalam hitungan detik tanpa mengganggu pengguna. Jika verifikasi berhasil, panggilan dianggap aman dan dapat diteruskan seperti biasa.

Namun apabila ada pihak yang mencoba menyamar menggunakan teknologi spoofing nomor telepon atau AI deepfake, sistem tidak akan menemukan tanda verifikasi yang sesuai. Dalam kondisi seperti ini, perangkat Android akan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap perangkat asli milik kontak yang bersangkutan.

Apabila perangkat asli mengonfirmasi bahwa tidak sedang melakukan panggilan kepada pengguna, maka sistem akan menampilkan peringatan keamanan di layar. Pengguna akan mendapatkan notifikasi bahwa panggilan tersebut berpotensi palsu dan disarankan untuk segera mengakhiri percakapan guna menghindari risiko penipuan.

Google mengungkapkan bahwa fitur Fake Call Detection dibangun menggunakan teknologi Rich Communication Services (RCS), standar komunikasi modern yang selama ini menjadi pengganti SMS tradisional. Karena menggunakan standar terbuka, teknologi tersebut berpotensi diterapkan lebih luas oleh berbagai perusahaan teknologi dan operator telekomunikasi di masa mendatang.

Fitur ini mulai diluncurkan secara global pada Juni 2026 melalui aplikasi Phone by Google. Pada tahap awal, pengguna ponsel Pixel menjadi kelompok pertama yang memperoleh pembaruan tersebut. Selanjutnya fitur akan tersedia untuk perangkat Android 12 atau versi yang lebih baru secara bertahap.

Selain menghadirkan perlindungan terhadap telepon scam berbasis AI, Google juga memperkenalkan sejumlah fitur baru lainnya. Salah satunya adalah Wardrobe di Google Photos yang memungkinkan pengguna mengelompokkan pakaian yang muncul dalam koleksi foto sehingga lebih mudah mencari referensi outfit.

Baca Juga :  Cover Art GTA 6 Resmi Dirilis, Rockstar Pertahankan Tradisi Legendaris Sejak GTA III

Google Play Books juga mendapatkan fitur Catch Me Up yang mampu merangkum kembali alur cerita buku yang belum selesai dibaca. Sementara itu, Circle to Search kini semakin pintar karena dapat mengenali berbagai item pakaian dalam satu foto sekaligus tanpa perlu melakukan pencarian satu per satu.

Hadirnya berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa Google semakin serius mengembangkan teknologi AI yang tidak hanya membantu produktivitas pengguna, tetapi juga meningkatkan keamanan digital. Dengan semakin maraknya penipuan berbasis kecerdasan buatan, fitur seperti Fake Call Detection diperkirakan akan menjadi kebutuhan penting bagi jutaan pengguna smartphone di seluruh dunia.

FAQ

Apa itu Fake Call Detection?

Fake Call Detection adalah fitur keamanan baru dari Google yang dirancang untuk mendeteksi panggilan telepon palsu yang menggunakan teknologi AI deepfake.

Bagaimana cara kerja Fake Call Detection?

Sistem melakukan verifikasi digital antarperangkat melalui mekanisme digital handshake untuk memastikan panggilan benar-benar berasal dari kontak yang tersimpan.

Kapan fitur ini tersedia?

Google mulai meluncurkan fitur tersebut secara global pada Juni 2026.

HP apa saja yang mendukung fitur ini?

Fitur tersedia melalui aplikasi Phone by Google untuk perangkat Android 12 atau versi yang lebih baru.

Mengapa fitur ini penting?

Karena penipu kini menggunakan AI untuk meniru suara anggota keluarga atau teman sehingga korban lebih mudah tertipu dan mengirimkan uang.

Apakah fitur ini gratis?

Ya, fitur Fake Call Detection disediakan sebagai bagian dari pembaruan keamanan Google untuk pengguna Android yang memenuhi syarat. (Tim)

Berita Terkait

Rekomendasi 5 Tablet Android Terbaik untuk Kerja Kantoran Tahun 2026
Xiaomi Pad 8 Pro Tawarkan Mode PC dan Konektivitas Apple, Tablet Premium untuk Kerja
Review Singkat REDMI Pad 2 9.7 4G, Tablet Rp2 Jutaan dengan Fitur Lengkap
5 Merek Laptop Paling Awet yang Layak Dibeli, Service Center Mudah Ditemukan
5 Smartphone Android dengan Desain Premium Ala iPhone
Begini Cara Menggunakan ChatGPT agar Jawaban AI Lebih Akurat dan Maksimal
7 HP Gaming Terbaik Harga Rp2 Jutaan 2026, Anti Lag untuk Mobile Legends dan PUBG
Spesifikasi Huawei MatePad Air (2026): OLED 12 Inci, Baterai 10.100 mAh
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:00 WIB

Rekomendasi 5 Tablet Android Terbaik untuk Kerja Kantoran Tahun 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 15:06 WIB

Xiaomi Pad 8 Pro Tawarkan Mode PC dan Konektivitas Apple, Tablet Premium untuk Kerja

Senin, 20 Juli 2026 - 14:00 WIB

Review Singkat REDMI Pad 2 9.7 4G, Tablet Rp2 Jutaan dengan Fitur Lengkap

Senin, 20 Juli 2026 - 12:00 WIB

5 Merek Laptop Paling Awet yang Layak Dibeli, Service Center Mudah Ditemukan

Senin, 20 Juli 2026 - 08:00 WIB

5 Smartphone Android dengan Desain Premium Ala iPhone

Berita Terbaru