Elon Musk Ramal Manusia Tak Perlu Bekerja 20 Tahun Lagi, Ekonom Ragukan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 24 November 2025 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Elon Musk kembali melontarkan prediksi besar yang mengusik masa depan dunia kerja. Dalam U.S.-Saudi Investment Forum di Washington, D.C., bos Tesla itu menyatakan bahwa dalam dua dekade ke depan, pekerjaan tak lagi menjadi kebutuhan, melainkan pilihan. Robot dan kecerdasan buatan, menurutnya, akan mengambil alih hampir seluruh aktivitas produktif manusia.

“Pekerjaan akan menjadi opsional. Seperti memilih bermain olahraga atau video game,” ujar Musk, dikutip dari Fortune, Minggu, 23 November 2025. Ia menyamakan aktivitas bekerja di masa depan dengan memilih menanam sayur sendiri, meski pasar modern sudah menyediakan semuanya.

Di balik pernyataannya, Musk menaruh keyakinan besar pada perkembangan robotika. Tesla, menurutnya, kelak akan memperoleh 80 persen valuasinya dari robot humanoid Optimus—proyek ambisius yang hingga kini masih menghadapi keterlambatan teknis. Musk melihat jutaan robot akan masuk ke industri global, mendorong produktivitas hingga pada titik sebagian besar peran manusia menjadi tak lagi relevan.

Baca Juga :  Astronaut NASA Foto Bulan Pakai iPhone 17 Pro Max, Ini Faktanya

Namun prediksinya tidak berhenti di situ. Musk juga menyinggung masa depan uang. Terinspirasi novel fiksi ilmiah Culture Series karya Iain M. Banks, ia membayangkan dunia tanpa kelangkaan, tanpa pekerjaan tradisional, dan—yang paling radikal—tanpa uang. “Dalam jangka panjang, uang mungkin berhenti relevan,” ujarnya.

Ini bukan pertama kalinya Musk mengusulkan model ekonomi baru. Pada gelaran VivaTech 2024, ia memperkenalkan gagasan “universal high income”, konsep yang mirip dengan universal basic income versi Sam Altman. Namun hingga kini belum ada detail konkret mengenai siapa yang membayar dan bagaimana sistem itu bekerja.

Baca Juga :  Xiaomi Nomor Satu Wearable Dunia 2025, Apple dan Huawei Menempel Ketat

Para ekonom mengingatkan bahwa visi Musk terlalu jauh dari realitas. Biaya robotik masih sangat mahal, adopsi AI berjalan tidak secepat wacananya, dan transformasi struktural pasar kerja membutuhkan lebih dari sekadar inovasi teknologi. Laporan Yale Budget Lab menyebut sejak hadirnya ChatGPT pada 2022, pergeseran lapangan kerja global masih relatif stabil.

Samuel Solomon, ekonom tenaga kerja dari Temple University, mengingatkan bahwa masalah utama bukan hanya teknologinya. “Kekuatan politik untuk menopang perubahan besar itu sangat rumit. Universal basic income mungkin dibutuhkan, tapi implementasinya soal lain,” kata dia.

Sementara Musk mengajak publik membayangkan masa depan tanpa rutinitas kerja dan tanpa uang, para analis mengingatkan bahwa dunia nyata masih berkutat dengan biaya otomatisasi, ketimpangan, dan struktur politik yang jauh dari siap.(***)

Berita Terkait

Cara Cek BSU 2026 Rp900.000 Lewat JMO, Ini Langkah-Langkahnya
Microsoft Surface RTX Spark Dev Box, PC Mini AI Seharga Rp100 Juta
Spesifikasi Redmi Pad 2, Tablet 11 Inci untuk Belajar dan Bikin Konten
TECNO POVA 8 Pro 5G Edisi Lamborghini: Spesifikasi dan Harga Terbaru
HP Android dan iPhone yang Berpotensi Tak Bisa Pakai WhatsApp pada Oktober 2026
MotoGP 2027 Punya Dua Grid, Ini Perubahan Format Balap yang Wajib Diketahui
Benarkah 5G Telkomsel Lebih Boros Kuota dan Baterai? Ini Faktanya
Honda Rebel 500 2027 Makin Canggih, Dibekali E-Clutch dan Panel TFT 3,5 Inci
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Cara Cek BSU 2026 Rp900.000 Lewat JMO, Ini Langkah-Langkahnya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Microsoft Surface RTX Spark Dev Box, PC Mini AI Seharga Rp100 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Spesifikasi Redmi Pad 2, Tablet 11 Inci untuk Belajar dan Bikin Konten

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:00 WIB

TECNO POVA 8 Pro 5G Edisi Lamborghini: Spesifikasi dan Harga Terbaru

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 02:00 WIB

HP Android dan iPhone yang Berpotensi Tak Bisa Pakai WhatsApp pada Oktober 2026

Berita Terbaru

Otomotif

Honda Umumkan Nama Baru Sistem Hybrid, Meluncur Mulai 2027

Sabtu, 10 Okt 2026 - 17:00 WIB