SUNGAIPENUH – Pernyataan Edi Purwanto, anggota DPR RI, yang mengaku berhasil membawa anggaran pusat sebesar Rp 500 miliar untuk Provinsi Jambi, memantik keraguan publik.
Bukan semata soal nilai yang jumbo, tetapi karena sebagian besar proyek disebut mengalir ke Sarolangun, kampung halaman Edi Purwanto sendiri.
Di kabupaten yang sama, publik tak lupa bahwa terdapat tiga anggota DPR RI lainnya: HBA, Cek Endra, dan Sy Fasya. Masyarakat pun mulai bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang bekerja, siapa yang mengambil kredit politik, dan siapa yang memilih diam.
“Kalau benar Edi membawa Rp 500 miliar seorang diri, itu prestasi besar. Tapi logikanya, apa iya dia berjuang sendiri? Atau ini sekadar klaim untuk panggung politik?” kata Antoni, warga Jambi, kepada media ini.
Pertanyaan serupa mengarah ke para anggota DPR RI lain asal Jambi: Cek Endra, HBA, Bakri, Elvisina, Roki Candra, hingga Sy Fasya. Mereka dinilai punya jam terbang lebih tinggi, sebagian bahkan berkali-kali duduk di Senayan.
“Mereka pasti punya jejaring, pengalaman, dan tahu bagaimana memperjuangkan anggaran pusat. Tapi mereka tidak pernah sesumbar,” ujar warga lainnya.
Di tengah derasnya klaim personal para politisi, publik Jambi menunggu satu hal: data resmi. Anggaran mana yang diperjuangkan, siapa yang memfasilitasi, dan apa dampaknya bagi masyarakat. Tanpa itu, klaim Rp 500 miliar tak lebih dari manuver politik yang mudah menguap. (fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Fanda Yosephta









