JAKARTA-Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan pesan khusus Presiden Prabowo Subianto terkait rencana kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026.
Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pada Kamis (4/12). Dasco menegaskan bahwa isu upah menjadi salah satu perhatian utama Presiden dan akan ditangani langsung sebagaimana proses yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Dalam keterangannya, Dasco mengungkapkan bahwa Presiden meminta agar pembahasan mengenai upah minimum diserahkan langsung kepadanya. Prabowo disebut siap turun dalam proses perundingan sehingga keputusan yang dihasilkan dapat diterima oleh pemerintah maupun serikat pekerja.
Ia mengingatkan bahwa polemik upah tahun lalu akhirnya bisa diselesaikan melalui musyawarah sehingga pemerintah dan buruh menemukan titik tengah.
Menurut Dasco, keberpihakan Presiden kepada kaum buruh sudah terlihat dari pengalaman sebelumnya.
Ia mencontohkan bahwa pada pembahasan UMP 2025, usulan kenaikan Menteri Ketenagakerjaan berbeda dengan keputusan akhir yang justru lebih tinggi sesuai pertimbangan Presiden.
Hal ini, menurutnya, menunjukkan komitmen pemerintah menjaga daya beli dan kesejahteraan buruh.
Dasco juga menegaskan bahwa dirinya secara pribadi membuka ruang komunikasi dengan seluruh pimpinan serikat pekerja, termasuk Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.
Ia menyebut komunikasi yang baik dan silaturahmi yang terjaga menjadi kunci agar berbagai persoalan ketenagakerjaan bisa diselesaikan secara mufakat tanpa menimbulkan gejolak berkepanjangan. Ia berharap hubungan pemerintah dan buruh dapat terus terjalin secara konstruktif.
Informasi yang disampaikan Dasco itu disambut positif oleh Andi Gani. Ia menilai kehadiran Dasco di Rapimnas KSPSI menjadi bentuk dukungan nyata terhadap perjuangan buruh, khususnya menjelang pembahasan UMP 2026 yang kini menjadi perhatian nasional. Menurutnya, rekam jejak Dasco sebagai mediator dinilai mampu menjembatani dialog antara pemerintah dan pekerja.
Andi Gani yang juga penasihat Kapolri itu menyebut bahwa dalam waktu dekat akan ada pertemuan antara pemerintah pusat dan pimpinan serikat buruh. Pertemuan tersebut disebut akan membahas berbagai persoalan strategis, termasuk isu kesejahteraan dan ketenagakerjaan yang saat ini menjadi perhatian utama.
Ia berharap ruang dialog tersebut dapat menghasilkan keputusan yang lebih berpihak kepada pekerja.
Saat ini terdapat dua isu yang menjadi sorotan utama buruh. Isu pertama adalah besaran upah minimum yang dinilai sangat menentukan daya beli pekerja di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tekanan.
Para buruh berharap kenaikan UMP 2026 dapat mempertimbangkan kebutuhan hidup layak serta fluktuasi harga barang pokok yang terus meningkat.
Isu kedua yang belum terselesaikan adalah pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional. Meski struktur kelembagaan dan perangkat hukumnya sudah siap, nama-nama yang akan mengisi dewan tersebut hingga kini belum diumumkan.
Andi Gani berharap pemerintah segera memberikan kejelasan agar dewan tersebut dapat mulai bekerja merumuskan kebijakan kesejahteraan buruh secara komprehensif. (***)









