Cara Kerja Bitcoin: Begini Proses Transaksi dan Teknologi Blockchain

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Bitcoin menjadi salah satu aset digital yang dikenal luas karena memungkinkan pengguna mengirim dan menerima nilai melalui jaringan internet. Namun, bagaimana Bitcoin bekerja tanpa bergantung pada satu bank sebagai pengelola seluruh transaksi?

Bitcoin merupakan aset digital yang berjalan pada jaringan terdesentralisasi. Sistem ini menggunakan kriptografi, mekanisme konsensus, dan teknologi blockchain untuk memverifikasi serta mencatat transaksi.

Berbeda dengan uang di rekening bank, transaksi Bitcoin diproses oleh jaringan komputer yang mengikuti aturan protokol Bitcoin. Sistem tersebut memungkinkan pengguna memindahkan BTC tanpa harus meminta bank memproses setiap transaksi.

Apa Itu Bitcoin dan Blockchain?

Bitcoin adalah aset digital yang diperkenalkan oleh seseorang atau kelompok dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Jaringan Bitcoin mulai beroperasi pada Januari 2009.

Sementara itu, blockchain merupakan buku besar digital yang menyimpan riwayat transaksi dalam blok-blok yang saling terhubung. Pada jaringan Bitcoin, catatan tersebut dapat diperiksa melalui penjelajah blockchain publik.

Setiap blok mengacu pada blok sebelumnya melalui nilai kriptografis yang disebut hash. Struktur ini membuat perubahan terhadap riwayat transaksi lama dapat terdeteksi dan sangat sulit dilakukan tanpa mengatasi mekanisme keamanan jaringan.

Bagaimana Cara Kerja Transaksi Bitcoin?

Proses transaksi Bitcoin berlangsung melalui beberapa tahap. Berikut penjelasan sederhananya.

1. Pengguna mengirim Bitcoin

Pemilik Bitcoin menggunakan dompet digital untuk membuat transaksi. Pengguna memasukkan alamat penerima dan jumlah BTC yang ingin dikirim.

Dompet kemudian menggunakan kunci privat untuk menghasilkan tanda tangan digital yang membuktikan kewenangan membelanjakan Bitcoin tersebut. Kunci privat tidak perlu dibagikan kepada penerima.

2. Transaksi disiarkan ke jaringan

Setelah dibuat, transaksi disiarkan ke jaringan Bitcoin. Node yang menerima transaksi memeriksa apakah transaksi memenuhi aturan protokol, termasuk keabsahan tanda tangan dan ketersediaan saldo transaksi yang dapat dibelanjakan.

Baca Juga :  MicroStrategy Mulai Buka Peluang Jual Bitcoin, Michael Saylor Siapkan Strategi Baru

Transaksi yang valid dapat menunggu konfirmasi sebelum masuk ke dalam blok.

3. Penambang mengumpulkan transaksi

Bitcoin menggunakan mekanisme konsensus Proof of Work. Penambang mengumpulkan transaksi dan bersaing menyelesaikan pekerjaan komputasi untuk menghasilkan blok yang memenuhi ketentuan jaringan.

Proses ini membutuhkan sumber daya komputasi dan energi. Penambang yang berhasil menghasilkan blok valid dapat memperoleh imbalan blok sesuai aturan protokol serta biaya transaksi yang disertakan.

4. Transaksi masuk ke blockchain

Setelah blok valid ditemukan dan disebarkan, node lain memeriksa blok tersebut. Jika memenuhi aturan, node dapat menerima dan menambahkannya ke rantai blok yang diikuti.

Transaksi kemudian memperoleh konfirmasi. Semakin banyak blok yang dibangun di atas blok transaksi tersebut, semakin besar biaya dan usaha yang diperlukan untuk mencoba membalikkan transaksi melalui serangan terhadap jaringan.

5. Penerima memperoleh Bitcoin

Dompet penerima dapat menampilkan transaksi masuk sesuai status konfirmasinya. Namun, jumlah konfirmasi yang dibutuhkan bergantung pada nilai transaksi, kebutuhan pengguna, dan tingkat risiko yang dapat diterima.

Transaksi Bitcoin umumnya tidak dapat dibatalkan begitu saja. Karena itu, pengguna harus memeriksa alamat penerima dan jumlah BTC sebelum mengirim aset.

Dari Mana Asal Bitcoin Baru?

Bitcoin baru masuk ke peredaran melalui imbalan blok yang diterima penambang sesuai aturan protokol. Imbalan tersebut berkurang melalui peristiwa yang dikenal sebagai halving.

Halving mengurangi jumlah Bitcoin baru yang diberikan sebagai subsidi blok setiap 210.000 blok. Mekanisme ini membantu mengatur penerbitan Bitcoin hingga batas maksimum pasokan 21 juta BTC berdasarkan protokolnya.

Baca Juga :  Harga Bitcoin Hari Ini 26 Agustus 2026 Tembus Rp1,2 Miliar, Ethereum Menguat: Kripto Bakal Lanjut Naik?

Berbeda dengan bank sentral yang menjalankan kebijakan moneter, penerbitan Bitcoin mengikuti aturan perangkat lunak jaringan. Namun, keterbatasan pasokan tidak menjamin harga Bitcoin akan selalu naik.

Mengapa Harga Bitcoin Bisa Naik dan Turun?

Harga Bitcoin terbentuk melalui aktivitas pasar. Permintaan pembeli, penawaran penjual, likuiditas, kondisi ekonomi, sentimen investor, dan perkembangan regulasi dapat memengaruhi pergerakannya.

Ketika permintaan meningkat dibandingkan penawaran pada harga tertentu, harga dapat terdorong naik. Sebaliknya, tekanan jual yang lebih besar dapat membuat harga turun.

Karena pasar kripto dapat bergerak tajam, investor tidak boleh menganggap Bitcoin sebagai aset yang pasti menghasilkan keuntungan.

Apakah Bitcoin Aman Digunakan?

Jaringan Bitcoin memiliki mekanisme keamanan berbasis kriptografi dan konsensus. Namun, keamanan jaringan tidak berarti seluruh aktivitas investasi Bitcoin bebas risiko.

Pengguna tetap dapat kehilangan aset akibat pencurian kunci privat, penipuan, kesalahan pengiriman, atau masalah pada platform perdagangan. Harga Bitcoin juga dapat mengalami penurunan besar dalam waktu singkat.

Untuk mengurangi risiko, gunakan layanan yang legal sesuai ketentuan Indonesia, aktifkan autentikasi dua faktor pada akun, dan simpan kunci privat secara aman. Jangan pernah memberikan seed phrase atau kunci privat kepada orang lain.

Kesimpulan

Cara kerja Bitcoin bergantung pada jaringan terdesentralisasi yang memverifikasi transaksi melalui node, menggunakan Proof of Work untuk menghasilkan blok, dan mencatat transaksi pada blockchain.

Teknologi ini memungkinkan perpindahan aset digital tanpa bergantung pada satu lembaga pusat untuk memproses seluruh transaksi. Meski demikian, pengguna tetap perlu memahami biaya, keamanan dompet, dan risiko perubahan harga sebelum membeli atau mengirim Bitcoin. (*)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

Harga Bitcoin Hari Ini 26 Oktober 2026: Bertahan di US$80.140, Investor Waspadai Keputusan The Fed
Cara Membeli Bitcoin untuk Pemula, Ini Langkah Aman Sebelum Memulai
Harga Bitcoin Hari Ini 25 Oktober 2026 Turun ke Rp1,45 Miliar, Investor Waspadai Koreksi
Cara Menyimpan Bitcoin Jangka Panjang agar Aman, Pemula Wajib Tahu
Cara Investasi Kripto untuk Pemula: 7 Langkah Aman Sebelum Membeli Bitcoin
Biaya Transaksi Bitcoin di 3 Aplikasi, Mana yang Lebih Hemat?
Cara Menghitung Keuntungan dan Kerugian Investasi Kripto, Lengkap dengan Contoh Rupiah
Harga Bitcoin Hari Ini Rp1,46 Miliar, Turun 0,45% pada 24 Oktober 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Cara Kerja Bitcoin: Begini Proses Transaksi dan Teknologi Blockchain

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Harga Bitcoin Hari Ini 26 Oktober 2026: Bertahan di US$80.140, Investor Waspadai Keputusan The Fed

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Cara Membeli Bitcoin untuk Pemula, Ini Langkah Aman Sebelum Memulai

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Harga Bitcoin Hari Ini 25 Oktober 2026 Turun ke Rp1,45 Miliar, Investor Waspadai Koreksi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Cara Menyimpan Bitcoin Jangka Panjang agar Aman, Pemula Wajib Tahu

Berita Terbaru

Teknologi

Villaon Hyper 200 Segera Hadir di Indonesia, Ini Spesifikasinya

Selasa, 27 Okt 2026 - 14:00 WIB