Jakarta-Biaya transaksi Bitcoin menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum investor membeli atau menjual aset kripto. Tiga aplikasi yang bisa dibandingkan adalah Pintu, Tokocrypto, dan Indodax. Masing-masing memiliki struktur biaya berbeda, sehingga pilihan termurah bergantung pada metode transaksi dan frekuensi perdagangan.
Pintu menawarkan transaksi melalui fitur reguler tanpa biaya trading terpisah. Namun, harga beli dan jual sudah memperhitungkan struktur harga platform, termasuk selisih harga atau spread. Karena itu, pengguna perlu membandingkan harga final yang muncul sebelum mengonfirmasi transaksi. Pintu juga mencantumkan biaya penarikan rupiah sebesar Rp4.500 pada halaman biaya resminya. https://www.pintu.co.id/limit-and-fees?tab=fees
Tokocrypto menggunakan struktur biaya yang membedakan transaksi maker dan taker. Berdasarkan ketentuan yang diumumkan untuk berlaku sejak 18 Juni 2026, transaksi beli pada market rupiah dikenai total biaya 0,1222 persen untuk maker dan 0,2222 persen untuk taker. Untuk transaksi jual, totalnya menjadi 0,3322 persen bagi maker dan 0,4322 persen bagi taker. Angka tersebut sudah mencakup komponen biaya dan pajak yang dicantumkan platform. https://support.tokocrypto.com/hc/id/articles/46562860238477-Penyesuaian-Biaya-Transaksi-Tokocrypto-Terkait-Migrasi-Bursa-dan-Kliring
Sementara itu, Indodax memiliki biaya yang perlu diperiksa berdasarkan jenis order, pasangan perdagangan, serta metode deposit dan penarikan. Pengguna juga perlu memperhatikan penyesuaian biaya bursa yang berlaku sejak 1 Oktober 2026. Biaya penarikan rupiah melalui rekening bank tercantum sebesar Rp10.000 pada halaman bantuan resminya, sedangkan biaya deposit berbeda menurut metode pembayaran. https://help.indodax.com/hc/id/articles/4416646599705-Rincian-Biaya-Transaksi-di-INDODAX https://blog.indodax.com/penurunan-biaya-cfx-1-okt-2026/
Perbedaan biaya tersebut terlihat lebih jelas ketika investor melakukan transaksi bernilai besar atau berulang kali. Sebagai ilustrasi, biaya sebesar 0,2222 persen dari transaksi Rp10 juta setara dengan Rp22.220. Sementara itu, biaya 0,4322 persen dari nilai yang sama mencapai Rp43.220. Perhitungan ini menggunakan persentase biaya yang diumumkan Tokocrypto dan belum memasukkan biaya lain yang mungkin berlaku di luar komponen tersebut.
Meski demikian, persentase trading fee bukan satu-satunya penentu biaya paling hemat. Spread antara harga beli dan harga jual dapat memengaruhi hasil akhir, terutama pada transaksi instan. Biaya deposit, penarikan rupiah, pajak, serta jaringan blockchain juga perlu diperiksa jika investor memindahkan Bitcoin ke dompet lain.
Bagi pemula yang mengutamakan kemudahan, Pintu dapat menjadi pilihan untuk dibandingkan melalui harga final sebelum transaksi. Trader yang ingin mengatur order maker atau taker dapat memeriksa struktur biaya Tokocrypto dan Indodax. Namun, keputusan sebaiknya mempertimbangkan likuiditas, fitur keamanan, kemudahan penggunaan, serta total biaya untuk pola transaksi masing-masing.
Kesimpulannya, tidak ada satu aplikasi yang selalu paling murah untuk semua kondisi. Bandingkan harga beli dan jual pada waktu yang sama, periksa biaya lengkap sebelum mengonfirmasi order, lalu hitung biaya penarikan jika diperlukan. Struktur biaya dapat berubah, sehingga informasi resmi pada masing-masing platform tetap menjadi acuan sebelum investor bertransaksi. (*)
Editor : FANDA YOSEPHTA









