BYD dan Chery Guncang Eropa, Penjualan Mobil Listrik China Melonjak hingga 465 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Pasar otomotif Eropa memasuki babak baru pada 2026. Lonjakan penjualan kendaraan listrik membuat produsen asal China semakin dominan dan mulai mengancam posisi merek-merek besar Eropa yang selama ini menguasai pasar. Data terbaru menunjukkan perubahan besar sedang terjadi di industri otomotif global.

Berdasarkan data Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), registrasi kendaraan baru di kawasan Uni Eropa, Inggris, dan EFTA mencapai 1,15 juta unit pada Mei 2026. Angka tersebut meningkat 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara kumulatif, pasar otomotif Eropa tumbuh 4,5 persen sepanjang lima bulan pertama 2026.

Pertumbuhan itu sepenuhnya ditopang oleh kendaraan elektrifikasi. Penjualan mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) melonjak 39,1 persen. Sementara itu, kendaraan plug-in hybrid (PHEV) tumbuh 13,2 persen dan mobil hybrid naik 8,2 persen. Ketiga segmen tersebut kini menguasai lebih dari dua pertiga pasar kendaraan baru di Eropa.

Insentif pemerintah dan berbagai kebijakan pajak ramah lingkungan menjadi pendorong utama meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan listrik. Pergeseran tren ini membuat mobil berbahan bakar bensin dan diesel semakin tertekan di pasar Eropa.

Baca Juga :  Dari Danau Kerinci ke Pekanbaru, IOX RAJA 2026 Tempuh Rute Ekstrem 658 Km

Penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal tercatat merosot sekitar 19 persen. Akibatnya, sejumlah produsen otomotif Eropa mulai kehilangan pangsa pasar. Registrasi kendaraan dari Renault, Stellantis, dan Volkswagen dilaporkan turun antara 1 hingga 3 persen pada Mei 2026.

Di tengah melemahnya merek tradisional Eropa, produsen otomotif China justru mencatat pertumbuhan luar biasa. Leapmotor menjadi bintang baru dengan lonjakan penjualan mencapai 465,1 persen. Chery menyusul dengan pertumbuhan 244,1 persen, sedangkan BYD mencatat kenaikan impresif sebesar 136,6 persen.

Keberhasilan produsen China menunjukkan bahwa strategi ekspansi global mereka mulai membuahkan hasil. Selain menawarkan harga kompetitif, pabrikan China juga agresif menghadirkan teknologi terbaru dan fitur kendaraan listrik yang semakin diminati konsumen Eropa.

Sementara itu, Tesla juga menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat tersebut mencatat kenaikan registrasi sebesar 107,9 persen menjadi 28.610 unit pada Mei 2026. Kenaikan itu menjadi bulan keempat berturut-turut setelah perusahaan sempat mengalami tekanan penjualan selama lebih dari satu tahun.

Baca Juga :  Cara Klaim Asuransi Mobil Hilang Agar Cepat Cair, Ini Syaratnya

 

 

FAQ

Mengapa mobil listrik China laris di Eropa?
Karena menawarkan harga kompetitif, teknologi modern, serta didukung meningkatnya permintaan kendaraan ramah lingkungan.

Berapa pertumbuhan penjualan BYD di Eropa?
BYD mencatat kenaikan registrasi kendaraan sebesar 136,6 persen pada Mei 2026.

Produsen China mana yang tumbuh paling cepat?
Leapmotor menjadi yang tertinggi dengan pertumbuhan penjualan mencapai 465,1 persen.

Apakah Tesla masih tumbuh di Eropa?
Ya. Tesla mencatat kenaikan registrasi sebesar 107,9 persen menjadi 28.610 unit pada Mei 2026.

Bagaimana nasib produsen mobil Eropa?
Beberapa merek besar seperti Renault, Stellantis, dan Volkswagen mengalami penurunan registrasi kendaraan di tengah meningkatnya persaingan kendaraan listrik. (Tim)

Berita Terkait

Yamaha X-Ride 125 Terbaru: Harga Rp21 Jutaan, Mesin 125 cc dan Gaya Adventure
Canggih! Hongqi EHS7 Pakai Sunroof Tenaga Surya Berbasis Perovskit
Kawasaki W230 2027 Makin Menarik dengan Warna Ebony, Segini Harganya
BYD Siapkan MPV Listrik Ocean V, Bawa Konsep Camping dan Teknologi Canggih
Yamaha FreeGo 125 2026 Dijual Mulai Rp22,86 Juta, Ini Spesifikasi dan Fiturnya
Honda Ryden 160 Bikin Penasaran, Calon Rival Yamaha Aerox 155
Kawasaki Z250 2027 Resmi Diumumkan, Harga Rp78 Jutaan dan Tampil Makin Agresif
Yamaha R2 Punya Fitur yang Tak Ada di R25, Ini Spesifikasi dan Harganya
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Yamaha X-Ride 125 Terbaru: Harga Rp21 Jutaan, Mesin 125 cc dan Gaya Adventure

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Canggih! Hongqi EHS7 Pakai Sunroof Tenaga Surya Berbasis Perovskit

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Kawasaki W230 2027 Makin Menarik dengan Warna Ebony, Segini Harganya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:00 WIB

BYD Siapkan MPV Listrik Ocean V, Bawa Konsep Camping dan Teknologi Canggih

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Yamaha FreeGo 125 2026 Dijual Mulai Rp22,86 Juta, Ini Spesifikasi dan Fiturnya

Berita Terbaru

Teknologi

Huawei FreeClip 2 S Resmi Hadir di Indonesia, Harga Rp3,49 Juta

Sabtu, 29 Agu 2026 - 16:00 WIB

Teknologi

5 Laptop Ringan untuk Kuliah 2026, Harga Mulai Rp5 Jutaan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 11:07 WIB