Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan pada perdagangan Kamis (2/4/2026). Tekanan kuat dari saham sektor energi membuat indeks berakhir di zona merah.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG turun 2,19% atau sekitar 157 poin ke posisi 7.026. Sepanjang sesi, indeks bergerak fluktuatif dengan rentang di level 7.019 hingga 7.161.
Mayoritas saham tercatat mengalami penurunan. Ratusan saham terkoreksi, sementara hanya sebagian kecil yang menguat dan sisanya bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp12,4 triliun dengan aktivitas perdagangan yang cukup ramai.
Pelemahan indeks dipicu oleh tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya dari sektor energi dan pertambangan. Saham grup Barito menjadi salah satu penyumbang utama penurunan IHSG hari ini.
Tak hanya itu, sejumlah saham tambang dan migas lainnya juga ikut terkoreksi, memperburuk sentimen pasar. Kondisi ini mendorong investor melakukan aksi jual di berbagai sektor.
Meski berada di zona merah, beberapa saham justru mencatat penguatan. Emiten dari sektor ritel, perbankan, hingga energi tertentu masih mampu naik dan menahan pelemahan lebih dalam.
Dari faktor global, pasar dipengaruhi oleh dinamika geopolitik serta ekspektasi meredanya konflik internasional. Hal ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
Sementara dari dalam negeri, data ekonomi menunjukkan perlambatan aktivitas manufaktur. Surplus neraca perdagangan juga menurun dibandingkan periode sebelumnya, meski masih mencatat angka positif.
Di sisi lain, inflasi Maret 2026 tercatat melambat, memberikan sedikit sentimen positif bagi pasar. Bursa Efek Indonesia juga telah memperbarui aturan terkait batas minimal saham beredar (free float) yang akan diterapkan secara bertahap.
Pergerakan IHSG ke depan diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan tetap waspada dan melakukan analisis sebelum mengambil keputusan investasi. (*/Tim)









