Bos Lapak Meradang, Paska Penataan Pasar Tanjung Bajure Klaim Rugi Ratusan Juta

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131074

Oplus_131074

SUNGAI PENUH – Penataan Pasar Tanjung Bajure oleh pemerintah kota Sungai Penuh menimbulkan gelombang protes dari para pemilik lapak. Beberapa bos lapak mengaku rugi hingga ratusan juta rupiah pasca penertiban, memicu ketegangan di kalangan pedagang.

Para bos lapak sempat ingin menyampaikan keluhan langsung kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota, namun permintaan pertemuan mereka ditolak. Situasi ini menambah ketidakpuasan pedagang yang terdampak.

Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hardizal, menegaskan praktik pungutan liar dan mafia lapak tidak akan dibiarkan. Pedagang didorong melapor ke pihak kepolisian agar aktivitas jual beli tetap aman dan nyaman.

Baca Juga :  Penundaan Perbaikan Jaringan Air di Kumun Debai, Distribusi Dihentikan Minggu 15 Februari 2026

Ketua DPC PDI-P Kota Sungai Penuh menyatakan dukungan penuh terhadap penataan pasar. Ia menekankan bahwa relokasi pedagang harus transparan, tertib, dan tidak merugikan masyarakat maupun pedagang.

Wakil Ketua Komisi II DPRD, Indra Apdi Saputra, menambahkan pengawasan dan validasi data pedagang menjadi prioritas. Komunikasi intensif antara DPRD, pemerintah, dan pedagang perlu dijaga agar kebijakan relokasi berjalan adil bagi semua pihak.

Baca Juga :  Walikota Sungai Penuh Galang Donasi untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor Untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh

Hearing antara pedagang dan DPRD menjadi wadah bagi pedagang menyampaikan aspirasi. Para pedagang berharap fasilitas pengganti memadai dan dampak ekonomi akibat relokasi diperhatikan pemerintah.

Relokasi pedagang komoditas seperti ikan, sayur, dan ayam berlangsung tertib. Pemerintah menjamin fasilitas pasar baru akan mendukung kebutuhan pedagang sekaligus menumbuhkan ekonomi lokal.

Koordinasi DPRD, pemerintah, dan pedagang diharapkan menciptakan Pasar Tanjung Bajure yang aman, nyaman, dan bebas pungli. Dengan demikian, relokasi diharapkan berjalan lancar sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. (fyo)

Berita Terkait

Penataan Pasar Tanjung Bajure Tetap Berjalan, DPRD Pastikan Bebas Pungli & Mafia Lapak
PKL Tak Patuhi Aturan Siap Ditindak, Ini Kondisi Terbaru Pasar Tanjung Bajure
Tinjau Pasar Tanjung Bajure, Wawako Serap Aspirasi Pedagang
Sungai Penuh Dukung Percepatan Koperasi Merah Putih untuk Ekonomi Desa
Halal Bihalal Luhah Rio Singaro Perkuat Kebersamaan, Wako Alfin Ajak Warga Jaga Persatuan
Wawako Azhar dan Sekda Alpian Pimpin Penataan Pasar Tanjung Bajure
Mak-Mak Sungai Penuh Dukung Penertiban Pasar Tanjung Bajure, Pungli Oknum Internal Pemkot Juga Perlu Ditertipkan
Sekda Turun Malam Hari, Penataan Pasar Sungai Penuh Dikebut
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 05:00 WIB

Bos Lapak Meradang, Paska Penataan Pasar Tanjung Bajure Klaim Rugi Ratusan Juta

Minggu, 29 Maret 2026 - 22:00 WIB

Penataan Pasar Tanjung Bajure Tetap Berjalan, DPRD Pastikan Bebas Pungli & Mafia Lapak

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:54 WIB

PKL Tak Patuhi Aturan Siap Ditindak, Ini Kondisi Terbaru Pasar Tanjung Bajure

Minggu, 29 Maret 2026 - 02:00 WIB

Tinjau Pasar Tanjung Bajure, Wawako Serap Aspirasi Pedagang

Jumat, 27 Maret 2026 - 22:30 WIB

Sungai Penuh Dukung Percepatan Koperasi Merah Putih untuk Ekonomi Desa

Berita Terbaru

Teknologi

Resmi! Apple Stop Produksi Mac Pro, Ini Alasannya

Senin, 30 Mar 2026 - 06:00 WIB

Teknologi

Vivo X300 Ultra vs X300s: Ini Perbedaan dan Keunggulannya

Senin, 30 Mar 2026 - 02:00 WIB