Jakarta-Danantara Indonesia Trust menyiapkan program beasiswa bagi 800 mahasiswa sarjana (S1) dan vokasi. Program ini menyasar mahasiswa bidang sains, teknologi, teknik, matematika (STEM), serta ilmu kesehatan.
Program beasiswa tersebut menjadi bagian dari inisiatif Asa Nusantara. Danantara mengarahkan bantuan kepada mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Berdasarkan informasi yang diumumkan pada 25 Oktober 2026, program ini bekerja sama dengan empat perguruan tinggi. Keempatnya adalah Universitas Andalas, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Hasanuddin.
Mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah menjadi salah satu kelompok prioritas. Program ini juga memperhatikan kondisi sosial, wilayah asal, dan hambatan akses pendidikan yang dialami calon penerima.
Kelompok prioritas lainnya mencakup mahasiswa dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Mahasiswa dari pedesaan, daerah terdampak bencana, serta generasi pertama dalam keluarga yang menempuh pendidikan tinggi juga menjadi sasaran program.
Selain itu, program Asa Nusantara memberikan perhatian kepada mahasiswa penyandang disabilitas. Pendekatan tersebut bertujuan memperluas kesempatan memperoleh pendidikan tinggi bagi kelompok yang menghadapi keterbatasan akses.
Bantuan yang disiapkan tidak hanya mencakup biaya pendidikan. Penerima juga mendapatkan dukungan biaya hidup dan pengembangan kapasitas. Program ini dirancang berlangsung selama empat tahun hingga 2030.
Meski demikian, calon peserta perlu memahami bahwa informasi tersebut belum merinci seluruh persyaratan administrasi. Ketentuan mengenai batas usia, nilai akademik minimum, dokumen pendaftaran, jadwal seleksi, dan mekanisme pengajuan perlu dikonfirmasi melalui pengumuman resmi penyelenggara atau perguruan tinggi mitra.
Karena itu, mahasiswa yang berminat sebaiknya memantau informasi dari Danantara Indonesia Trust dan kampus masing-masing. Calon penerima juga perlu menyiapkan dokumen akademik serta bukti kondisi ekonomi apabila dipersyaratkan dalam proses seleksi.
Program Asa Nusantara merupakan salah satu dari tiga inisiatif strategis Danantara Indonesia Trust. Dua program lainnya adalah Air Setara untuk air bersih dan sanitasi, serta Bakti Sehat Nusantara untuk penguatan tenaga medis dan tenaga kesehatan.
Danantara Indonesia Trust menyatakan komitmen menyalurkan dana filantropi sedikitnya US$100 juta atau sekitar Rp1,66 triliun setiap tahun. Dana tersebut diarahkan untuk mendukung pendidikan, kesehatan, air bersih, dan sanitasi.
Bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan biaya kuliah, program ini menjadi peluang yang patut dipantau. Namun, calon pendaftar sebaiknya menunggu pengumuman resmi mengenai jadwal, persyaratan lengkap, dan mekanisme seleksi sebelum mengajukan permohonan.
FAQ Beasiswa Danantara 2026
1. Berapa jumlah penerima beasiswa Danantara?
Program Asa Nusantara disebut menyediakan beasiswa bagi 800 mahasiswa S1 dan vokasi.
2. Siapa yang bisa menjadi prioritas penerima?
Mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah, wilayah 3T, pedesaan, daerah terdampak bencana, generasi pertama dalam keluarga yang kuliah, serta penyandang disabilitas menjadi kelompok prioritas.
3. Jurusan apa saja yang menjadi sasaran?
Program ini menyasar bidang sains, teknologi, teknik, matematika, dan ilmu kesehatan.
4. Kampus mana yang bekerja sama dengan program ini?
Perguruan tinggi mitranya meliputi Universitas Andalas, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Hasanuddin.
5. Apa saja bantuan yang diberikan?
Dukungan mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, dan pengembangan kapasitas.
6. Berapa lama program beasiswa berlangsung?
Program ini dirancang berlangsung selama empat tahun hingga 2030.
7. Bagaimana cara mendaftar beasiswa Danantara?
Calon mahasiswa perlu memantau pengumuman resmi Danantara Indonesia Trust dan perguruan tinggi mitra. Jadwal serta persyaratan administrasi lengkap perlu dikonfirmasi karena belum tercantum dalam informasi yang tersedia.
8. Apakah semua mahasiswa bisa langsung mendaftar?
Belum dapat dipastikan. Informasi yang tersedia menjelaskan sasaran program, tetapi belum merinci seluruh ketentuan kelayakan dan mekanisme pendaftaran. (*)
Editor : FANDA YOSEPHTA









