BBCA Naik Signifikan, Momentum Beli atau Tunggu? Ini Analisisnya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 00:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI – Saham BBCA milik PT Bank Central Asia Tbk mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Jumat, 10 April 2026. Pada sesi I sekitar pukul 11.10 WIB, harga saham BCA berada di level Rp6.625 atau naik sebesar 2,32 persen.

Kenaikan ini terjadi setelah sehari sebelumnya saham BBCA sempat mengalami tekanan cukup dalam. Pergerakan positif tersebut mencerminkan kembali masuknya minat beli investor ke saham perbankan berkapitalisasi besar ini.

Lonjakan Didorong Aksi Borong Investor

Berdasarkan data perdagangan, volume transaksi saham BBCA mencapai 77,57 juta lembar dengan frekuensi 15.367 kali transaksi. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp508,3 miliar.

Aksi beli investor terlihat dominan dengan nilai net buy mencapai Rp218,4 miliar. Angka ini menjadikan BBCA sebagai salah satu saham dengan pembelian bersih tertinggi pada sesi perdagangan tersebut.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan perdagangan sehari sebelumnya, Kamis (9/4/2026), ketika saham BBCA turun hingga 4,07 persen akibat aksi jual investor asing dengan nilai net sell mencapai Rp611,01 miliar.

Baca Juga :  Cara Verifikasi DANA Premium Cepat Disetujui, Cuma 1x24 Jam

Fundamental Kuat Jadi Penopang

Secara fundamental, kinerja keuangan BCA tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Sepanjang tahun 2025, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp57,5 triliun atau tumbuh 4,9 persen secara tahunan.

Pendapatan bunga bersih tercatat meningkat 4,1 persen menjadi Rp85,4 triliun. Sementara itu, pendapatan non-bunga tumbuh lebih tinggi, yakni 16 persen menjadi Rp25,6 triliun.

Secara keseluruhan, pendapatan operasional BCA mencapai Rp111,1 triliun atau naik 5,4 persen. Efisiensi juga terlihat dari rasio cost to income (CIR) yang membaik menjadi 30,7 persen.

Selain itu, penyaluran kredit BCA tumbuh 7,7 persen menjadi Rp993 triliun per Desember 2025.

Dividen Jumbo Tarik Perhatian Investor

Sebelumnya, BCA telah membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp281 per saham pada 8 April 2026. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp41,3 triliun dengan dividend payout ratio (DPR) sebesar 72 persen.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 67,4 persen, memperkuat daya tarik saham ini bagi investor jangka panjang.

Baca Juga :  Taspen Pastikan Gaji Pensiunan Cair, Kapan Kenaikan Gaji PNS Berlaku?

Analis Nilai BBCA Sedang Murah

Meski memiliki fundamental kuat, saham BBCA sempat terkoreksi sekitar 19 persen sejak awal tahun 2026. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pengamat pasar modal menilai kondisi tersebut sebagai fenomena undervalued yang jarang terjadi pada saham blue chip seperti BBCA. Secara historis, saham ini biasanya diperdagangkan pada rasio price to book value (PBV) di kisaran 4 hingga 5 kali.

Dengan valuasi yang relatif lebih rendah saat ini, analis melihat adanya peluang capital gain ketika sentimen pasar kembali membaik.

Prospek Masih Positif

Ke depan, kinerja BBCA diperkirakan tetap solid seiring dengan pertumbuhan kredit dan efisiensi operasional yang terus dijaga. Laporan keuangan kuartal I 2026 yang akan segera dirilis juga dinilai berpotensi menjadi katalis positif.

Jika sentimen pasar membaik dan investor institusi kembali masuk, harga saham BBCA berpeluang mengalami penguatan lebih lanjut.

Berita Terkait

Bidik Pasar BSD, Bank Sinarmas Buka Priority Lounge
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf
Desil 1-10 Artinya Apa? Cek Kategori, Bansos, dan Cara Mengetahui Statusnya
BCA Bagikan Dividen Interim Rp3,07 Triliun
Bank Mandiri Minta Maaf Terkait Rekening Koordinator AMPB, Ini Penjelasannya
PPh Final UMKM Dibatasi, Ini 3 Wajib Pajak yang Masih Bisa Menggunakannya
Kisah Hui Ka Yan: Dari Miliarder Dunia, Kini Divonis Seumur Hidup
Status Desil DTKS Tidak Sesuai? Begini Cara Mengubahnya Lewat Aplikasi Cek Bansos
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Bidik Pasar BSD, Bank Sinarmas Buka Priority Lounge

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Desil 1-10 Artinya Apa? Cek Kategori, Bansos, dan Cara Mengetahui Statusnya

Selasa, 25 Agustus 2026 - 02:00 WIB

BCA Bagikan Dividen Interim Rp3,07 Triliun

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:55 WIB

Bank Mandiri Minta Maaf Terkait Rekening Koordinator AMPB, Ini Penjelasannya

Berita Terbaru

Bisnis

Bidik Pasar BSD, Bank Sinarmas Buka Priority Lounge

Kamis, 27 Agu 2026 - 12:00 WIB

Teknologi

REDMI 17 Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp2,899 Juta

Kamis, 27 Agu 2026 - 10:00 WIB