JAKARTA – Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap stabil mulai 1 April 2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk merespons isu kenaikan harga yang sempat viral di media sosial.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Laode Sulaeman, menegaskan bahwa tidak ada perubahan harga untuk BBM bersubsidi. Ia menekankan bahwa kebijakan penyesuaian hanya berlaku untuk BBM non-subsidi yang mengikuti pergerakan harga minyak dunia.
“BBM subsidi tetap aman, tidak ada kenaikan,” tegasnya, sekaligus meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat.
Sebelumnya, beredar kabar yang menyebut harga BBM subsidi bisa melonjak hingga Rp14.000 per liter. Informasi tersebut dipastikan tidak benar dan berpotensi menyesatkan publik.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Pasokan BBM nasional dipastikan dalam kondisi cukup dan distribusi berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia.
Langkah strategis telah disiapkan untuk menjaga ketahanan energi, termasuk diversifikasi impor minyak mentah dari berbagai negara seperti Amerika Serikat dan Afrika. Strategi ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak konflik geopolitik global terhadap harga energi.
Di sisi lain, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Dexlite tetap berpotensi mengalami penyesuaian. Hal ini disesuaikan dengan mekanisme pasar dan fluktuasi harga minyak global yang terus bergerak.
Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan terhadap BBM subsidi menjadi prioritas utama. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga. (*/Tim)









