Jakarta-Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali mengalami penyesuaian pada akhir Maret 2026. Per tanggal 28 Maret 2026, Pertamina resmi memperbarui harga BBM yang berlaku di seluruh SPBU di Indonesia. Kenaikan ini terutama terjadi pada BBM non-subsidi seperti Pertamax, Dexlite, dan Pertamina Dex, meskipun nilainya tidak terlalu signifikan.
Penyesuaian harga BBM selalu menjadi perhatian publik karena berpengaruh langsung terhadap biaya hidup, termasuk transportasi dan distribusi barang. Kenaikan harga BBM juga sering dikaitkan dengan peluang investasi energi dan pergerakan ekonomi nasional, sehingga memiliki nilai CPC dan RPM tinggi dalam pencarian digital.
Di Provinsi Sumatera Barat, harga BBM terbaru menunjukkan bahwa Pertamax kini dibanderol Rp12.900 per liter. Pertamax Turbo berada di angka Rp13.650 per liter, sementara Pertamina Dex dijual Rp15.100 per liter dan Dexlite Rp14.800 per liter. Untuk BBM subsidi, harga Pertalite tetap stabil di Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Wilayah Riau mencatat harga yang serupa dengan Sumatera Barat. Pertamax dijual Rp12.900 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.650 per liter. Dexlite berada di Rp14.800 per liter dan Pertamina Dex Rp15.100 per liter. Stabilnya harga BBM subsidi menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga.
Sementara itu, di Provinsi Jambi, harga BBM sedikit lebih rendah dibandingkan wilayah lain. Pertamax dijual Rp12.600 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.350 per liter. Dexlite berada di Rp14.500 per liter dan Pertamina Dex Rp14.800 per liter. Meski demikian, harga Pertalite dan Biosolar tetap tidak mengalami perubahan.
Untuk wilayah DKI Jakarta, harga BBM cenderung lebih kompetitif. Pertamax berada di Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp13.100 per liter, dan Pertamax Green Rp12.900 per liter. Dexlite dijual Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex Rp14.350 per liter. Kondisi ini membuat Jakarta menjadi salah satu wilayah dengan harga BBM relatif lebih rendah.
Penyesuaian harga BBM ini dipengaruhi oleh berbagai faktor global seperti harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Selain itu, kebijakan energi nasional juga menjadi pertimbangan utama dalam menentukan harga BBM yang diumumkan secara berkala oleh Pertamina.
Meski harga BBM non-subsidi mengalami kenaikan, pemerintah tetap menjaga harga BBM subsidi agar tetap terjangkau bagi masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi serta mengendalikan inflasi di tengah kondisi global yang tidak menentu.
Dengan adanya update harga BBM terbaru ini, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan bahan bakar. Efisiensi penggunaan kendaraan dan perencanaan pengeluaran menjadi langkah penting untuk menghadapi perubahan harga energi yang terus terjadi. (*/Tim)









