Emas Turun, Bitcoin Naik: Ada Pergeseran Safe Haven?

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitcoin menguat di tengah konflik Iran sementara harga emas justru turun.(Ist)

Bitcoin menguat di tengah konflik Iran sementara harga emas justru turun.(Ist)

EKONOMI-Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memicu gejolak pasar global. Namun respons investor kali ini tidak sepenuhnya mengikuti pola lama. Di tengah konflik yang melibatkan Iran, harga emas justru terkoreksi, sementara Bitcoin mencatat kinerja mingguan positif.

Fenomena ini memunculkan spekulasi: apakah dominasi emas sebagai aset lindung nilai mulai mendapat tantangan serius dari aset kripto?

Bitcoin Bertahan di Zona Hijau

Dalam perdagangan terbaru, Bitcoin berada di level US$68.261,90. Secara harian memang melemah tipis sekitar 0,52%, tetapi secara mingguan masih membukukan kenaikan 3,03%. Artinya, tekanan jual yang sempat muncul berhasil diserap pasar.

Kinerja serupa terlihat pada Ethereum yang diperdagangkan di kisaran US$1.976,90. Meski turun 1,77% dalam 24 jam, secara mingguan masih menguat 2,17%. Level psikologis US$2.000 pun masih terjaga.

Penguatan ini terjadi saat sentimen global dipenuhi ketidakpastian. Sebagian analis menilai ada aliran dana dari kawasan terdampak konflik yang masuk ke pasar kripto sebagai bentuk diversifikasi risiko.

Baca Juga :  Harga Bitcoin Terbaru Melejit ke Rp1,3 Miliar! Sinyal Bullish Kuat, Siap Tembus US$79.000?

Altcoin Ikut Bergerak Variatif

Sejumlah aset kripto kapitalisasi besar ikut menunjukkan ketahanan. Solana naik 5,67% dalam sepekan ke US$86,98. BNB juga menguat 5,66% menjadi US$632,50.

Token UNUS SED LEO mencatat kenaikan tertinggi di kelompok utama dengan lonjakan 7,76% ke US$9,21. Sebaliknya, Bitcoin Cash dan Dogecoin masih tertekan masing-masing 11,19% dan 4,74% dalam sepekan.

Pergerakan yang tidak seragam ini menunjukkan pasar masih selektif dan sensitif terhadap sentimen global.

Emas Tertekan di Tengah Konflik

Berbeda dengan ekspektasi umum, harga emas global justru turun tajam. Logam mulia itu ditutup di US$5.086,47 per troy ons atau melemah 4,5% dalam satu sesi perdagangan. Koreksi ini memutus reli lima hari sebelumnya.

Fenomena “sell on news” diduga menjadi pemicu utama, di mana investor memilih merealisasikan keuntungan setelah ketegangan benar-benar terjadi. Hal ini berlawanan dengan pola klasik saat emas biasanya melonjak saat konflik pecah.

Baca Juga :  Harga Kripto Hari Ini Jumat 5 Juni 2026: Bitcoin Rp1,14 Miliar, Saat Tepat Investasi atau Tunggu Lagi?

Safe Haven Digital?

Bitcoin kerap dijuluki “emas digital”. Dalam kondisi tertentu, aset ini dianggap mampu menjadi lindung nilai alternatif karena sifatnya yang terdesentralisasi dan tidak terikat sistem perbankan konvensional.

Namun, status tersebut masih menjadi perdebatan. Volatilitas Bitcoin yang tinggi membuatnya belum sepenuhnya stabil seperti emas. Meski demikian, kenaikan harga di tengah konflik Iran memberi sinyal bahwa sebagian investor mulai mempertimbangkan kripto sebagai instrumen proteksi nilai.

Proyeksi dan Risiko

Secara teknikal, Bitcoin berpotensi menguji area resistensi di kisaran US$72.000 jika momentum beli berlanjut. Tetapi sebagian analis menilai kenaikan ini bisa saja bersifat sementara atau relief rally.

Dalam skenario jangka panjang, tidak tertutup kemungkinan harga kembali bergerak menuju area konsolidasi di rentang US$40.000–US$45.000 pada paruh kedua 2026, mengikuti pola siklus empat tahunan pasar kripto.

Dengan volatilitas yang tinggi dan dinamika geopolitik yang sulit diprediksi, disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci utama bagi investor.

Berita Terkait

Promo PLN Diskon Tambah Daya 50 Persen hingga 27 Juli 2026, Simak Syarat dan Daftar Harganya
Cara Mengatur Keuangan agar Bisa Menabung Rp100 Juta, Panduan Lengkap untuk Pemula
1 Riyal Berapa Rupiah Hari Ini? Cek Kurs Riyal Arab Saudi ke Rupiah Terbaru 22 Juli 2026
Kurs Ringgit ke Rupiah Hari Ini 22 Juli 2026, 1 MYR Berapa Rupiah? Cek Nilai Tukar Terbaru
Pendapatan DKI Jakarta Tembus Rp29,29 Triliun, Begini Strategi Pramono Jaga Ekonomi dan Inflasi
Hak dan Kewajiban Ojol Bakal Diatur dalam Undang-Undang Khusus, DPR Ungkap Alasannya
Daftar Pinjol Legal OJK Terbaru 2026, Cek Platform Resmi agar Terhindar dari Pinjaman Ilegal
BI Rate Diproyeksi Naik Jadi 6% Hari Ini, Ini Dampaknya bagi KPR, Deposito, Pinjaman dan Rupiah
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:02 WIB

Promo PLN Diskon Tambah Daya 50 Persen hingga 27 Juli 2026, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:01 WIB

1 Riyal Berapa Rupiah Hari Ini? Cek Kurs Riyal Arab Saudi ke Rupiah Terbaru 22 Juli 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:02 WIB

Kurs Ringgit ke Rupiah Hari Ini 22 Juli 2026, 1 MYR Berapa Rupiah? Cek Nilai Tukar Terbaru

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:00 WIB

Pendapatan DKI Jakarta Tembus Rp29,29 Triliun, Begini Strategi Pramono Jaga Ekonomi dan Inflasi

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:00 WIB

Hak dan Kewajiban Ojol Bakal Diatur dalam Undang-Undang Khusus, DPR Ungkap Alasannya

Berita Terbaru