Media Iran Umumkan Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Teheran Tetapkan Berkabung 40 Hari

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Kabar mengejutkan datang dari Timur Tengah. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia setelah serangan udara yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Informasi ini pertama kali disiarkan kantor berita semi-resmi Iran, Fars, pada Ahad, 1 Maret 2026 waktu setempat.

Pemerintah Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Pengumuman tersebut muncul beberapa jam setelah mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim kematian Khamenei melalui platform media sosial Truth Social. Sebelumnya, klaim itu sempat dibantah sejumlah media Iran sebelum akhirnya dikonfirmasi oleh kantor berita negara.

Serangan dilaporkan terjadi pada Sabtu dini hari di kompleks kediaman pemimpin tertinggi di pusat Teheran. Sejumlah bangunan di area tersebut dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat ledakan. Otoritas Iran menyebutkan serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer besar yang memperluas ketegangan antara Iran dan poros Amerika–Israel.

Baca Juga :  Prabowo dan Trump Resmi Teken Perjanjian Perdagangan Timbal Balik RI–AS

Selain Khamenei, laporan media Iran menyebut beberapa anggota keluarganya turut menjadi korban. Sejumlah sumber regional mengabarkan bahwa seorang putri, menantu, serta cucu termasuk di antara korban tewas. Hingga kini, rincian resmi mengenai jumlah pasti korban masih menunggu pernyataan lengkap dari pemerintah Iran.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut operasi tersebut bertujuan menghilangkan ancaman terhadap keamanan Amerika Serikat dan sekutunya. Ia juga menyinggung peluang perubahan politik di Iran pasca wafatnya sosok yang selama lebih dari tiga dekade memegang kendali tertinggi negara itu. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah pejabat Iran.

Baca Juga :  Langkah AS Tinggalkan PBB Kembali Ingatkan Mundurnya Indonesia pada 1965

Khamenei, yang wafat pada usia 86 tahun, memimpin Iran sejak 1989 menggantikan Ruhollah Khomeini. Sebagai pemimpin tertinggi, ia memiliki otoritas luas atas kebijakan politik, militer, hingga keagamaan Iran. Posisi tersebut berada di atas presiden dan parlemen sesuai struktur konstitusi Republik Islam Iran.

Jabatan Pemimpin Tertinggi dibentuk pasca Revolusi Islam 1979. Dalam sistem tersebut, pemimpin tertinggi dipilih oleh Majelis Pakar, sebuah badan ulama yang memiliki kewenangan konstitusional untuk menunjuk dan, secara teori, memberhentikan pemegang jabatan tersebut. Selama masa kepemimpinannya, Khamenei dikenal sebagai figur sentral dalam berbagai dinamika geopolitik kawasan. (***)

Berita Terkait

Update 2026: Ini Negara yang Paling Besar Berutang ke IMF
Trump Umumkan Serangan Gabungan AS-Israel ke Iran, Operasi Militer Besar Dimulai
Paramount Menang Tawar, Netflix Mundur dari Akuisisi Warner Bros
Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions 2025/2026: Duel Raksasa Tersaji
Di Balik Performa Apik Maarten Paes: Nilai Transfer dan Gajinya Bikin Penasaran
Tarif Trump Dibatalkan Mahkamah Agung AS, Ini Sikap Pemerintah Indonesia
Trump Umumkan Tarif Global 10% Setelah Kalah di Mahkamah Agung AS
Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Global Trump
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 10:01 WIB

Media Iran Umumkan Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Teheran Tetapkan Berkabung 40 Hari

Minggu, 1 Maret 2026 - 08:00 WIB

Update 2026: Ini Negara yang Paling Besar Berutang ke IMF

Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:46 WIB

Trump Umumkan Serangan Gabungan AS-Israel ke Iran, Operasi Militer Besar Dimulai

Sabtu, 28 Februari 2026 - 10:00 WIB

Paramount Menang Tawar, Netflix Mundur dari Akuisisi Warner Bros

Sabtu, 28 Februari 2026 - 06:05 WIB

Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions 2025/2026: Duel Raksasa Tersaji

Berita Terbaru

Ekonomi

Update 2026: Ini Negara yang Paling Besar Berutang ke IMF

Minggu, 1 Mar 2026 - 08:00 WIB