Jambi – Kabar melegakan datang dari Bank Jambi. Manajemen memastikan seluruh saldo nasabah yang sempat hilang akibat dugaan serangan siber telah diganti penuh pada Jumat (27/2/2026). Langkah ini menjadi bentuk tanggung jawab bank kepada para nasabah.
Direktur Utama sekaligus Direktur Operasional Bank Jambi, Zulfikar, menegaskan penggantian dana dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Proses pencairan dilakukan secara bertahap di Kantor Cabang Utama (KCU) maupun seluruh cabang dan Kantor Cabang Pembantu (KCP) di kabupaten/kota.
Penggantian saldo ini sekaligus meredam kekhawatiran nasabah yang sebelumnya sempat panik akibat berkurangnya dana secara tiba-tiba. Bank memastikan seluruh dana yang terdampak telah dikembalikan tanpa potongan.
Meski demikian, layanan mobile banking dan kanal digital lainnya masih belum sepenuhnya aktif. Manajemen menyebut saat ini proses audit forensik sistem teknologi informasi masih berlangsung guna menelusuri sumber gangguan serta memastikan keamanan sistem.
Pihak bank juga menunggu persetujuan regulator sebelum kembali mengaktifkan seluruh layanan digital. Langkah ini dilakukan agar operasional perbankan berjalan aman dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Manajemen berjanji akan memperkuat sistem keamanan siber untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Penguatan mencakup peningkatan infrastruktur teknologi, pemantauan sistem secara real time, serta evaluasi prosedur pengamanan data nasabah.
Bank menargetkan seluruh proses pengembalian dana rampung paling lambat Sabtu (28/2/2026). Dengan penyelesaian ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap bank daerah tersebut dapat pulih sepenuhnya.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya sistem keamanan digital yang kuat di era transaksi perbankan modern. Transparansi dan respons cepat dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan reputasi lembaga keuangan. (fyo)









