JAKARTA-Ramadan 2026 kembali memperlihatkan perbedaan durasi puasa di berbagai belahan dunia. Umat Muslim menjalankan ibadah menahan diri dari terbit fajar hingga terbenam matahari, namun panjangnya waktu puasa tidak sama di setiap negara.
Fenomena ini menjadi perhatian karena menunjukkan bagaimana faktor alam memengaruhi praktik ibadah harian.Perbedaan lama puasa terjadi akibat faktor geografis, terutama posisi lintang suatu wilayah terhadap matahari.
Negara yang berada jauh dari garis khatulistiwa mengalami variasi panjang siang dan malam yang lebih ekstrem. Sementara wilayah tropis cenderung memiliki durasi puasa yang relatif stabil sepanjang tahun.
Kemiringan sumbu bumi juga berperan besar dalam menentukan panjang siang hari. Saat Ramadan jatuh di periode tertentu, negara-negara di belahan bumi utara bisa mengalami siang yang lebih panjang. Sebaliknya, wilayah di belahan selatan dapat merasakan durasi puasa yang lebih singkat.
Selain itu, kalender Hijriah yang lebih pendek sekitar 11 hari dibanding kalender Masehi membuat Ramadan terus maju setiap tahun. Dampaknya, durasi puasa di kota yang sama bisa berbeda dari tahun ke tahun. Siklus ini menciptakan variasi pengalaman berpuasa bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Menurut data Islamic Finder, berikut daftar kota dengan durasi puasa terlama pada akhir Ramadan 2026: Nuuk, Greenland: 16 jam 31 menit; Reykjavik, Islandia: 16 jam 29 menit; Helsinki, Finlandia: 15 jam 36 menit; Oslo, Norwegia: 15 jam 40 menit; Glasgow, Skotlandia: 15 jam 05 menit; Berlin, Jerman: 14 jam 50 menit; Dublin, Irlandia: 14 jam 55 menit; Moskow, Rusia: 14 jam 51 menit; Amsterdam, Belanda: 14 jam 50 menit; Warsawa, Polandia: 14 jam 50 menit.
Sedangkan kota dengan durasi puasa tersingkat pada akhir Ramadan 2025 adalah Johannesburg, Afrika Selatan: 13 jam 09 menit; Buenos Aires, Argentina: 13 jam 10 menit; Montevideo, Uruguay: 13 jam 10 menit; Ciudad del Este, Paraguay: 13 jam 10 menit; Brasilia, Brasil: 13 jam 10 menit; Harare, Zimbabwe: 13 jam 11 menit; Luanda, Angola: 13 jam 11 menit; Jakarta, Indonesia: 13 jam 13 menit; Puerto Montt, Chili: 13 jam 14 menit; Canberra, Australia: 13 jam 14 menit.
Berdasarkan data tersebut, wilayah dengan durasi puasa Ramadan 2026 terlama tercatat di Greenland dengan waktu puasa mencapai 16 jam 31 menit. Sementara durasi puasa tersingkat terjadi di Afrika Selatan dengan 13 jam 09 menit. Selisih waktu ini menunjukkan kontras signifikan antarwilayah.Variasi durasi puasa merupakan konsekuensi alami dari dinamika bumi dan matahari.
Meski berbeda panjangnya, esensi ibadah Ramadan tetap sama di seluruh dunia. Umat Muslim menjalankan puasa dengan semangat spiritual, disiplin, dan ketakwaan tanpa dipengaruhi perbedaan waktu. (***)









