TEKNOLOGI – Pengguna komputer kini memiliki pilihan baru untuk mengolah dokumen, membuat tabel, hingga menyusun presentasi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada Microsoft Office. Seorang software engineer bernama Brandon Thomas mengembangkan tiga aplikasi gratis berbasis kecerdasan buatan (AI), yakni WordCraft, GridCraft, dan DeckCraft.
Ketiga perangkat lunak tersebut dirancang untuk menghadirkan fungsi yang menyerupai Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint. Menariknya, aplikasi ini dikembangkan agar dapat berjalan di sejumlah sistem operasi, termasuk Windows, macOS, dan Linux.
Proyek tersebut merupakan bagian dari ArtCraft, sebuah inisiatif pengembangan perangkat lunak alternatif yang sebelumnya juga menghadirkan aplikasi untuk menyaingi sejumlah produk populer dari Adobe.
Dalam proses pembuatannya, Thomas memanfaatkan bantuan AI Claude yang dikembangkan perusahaan teknologi Anthropic. Teknologi AI tersebut digunakan sebagai bagian dari proses pengembangan aplikasi.
Informasi mengenai proyek ini turut diberitakan KompasTekno dengan mengutip laporan Tom’s Hardware.
Mengenal WordCraft, GridCraft, dan DeckCraft
Tiga aplikasi yang dikembangkan Brandon Thomas memiliki fungsi berbeda sesuai kebutuhan pekerjaan pengguna komputer.
1. WordCraft, alternatif pengolah dokumen
WordCraft dirancang untuk menangani pekerjaan pengolahan kata seperti yang biasa dilakukan melalui Microsoft Word.
Aplikasi ini ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan perangkat untuk membuat, mengedit, dan mengatur dokumen teks.
2. GridCraft, aplikasi pengolah spreadsheet
GridCraft dikembangkan untuk kebutuhan pengolahan data berbentuk tabel atau lembar kerja elektronik.
Fungsinya diarahkan menyerupai Microsoft Excel, yang selama ini banyak digunakan untuk mengelola angka, menyusun tabel, dan melakukan pekerjaan administrasi.
3. DeckCraft, perangkat pembuat presentasi
Sementara itu, DeckCraft menyasar pengguna yang membutuhkan aplikasi untuk menyusun materi presentasi.
Konsepnya serupa dengan Microsoft PowerPoint, yaitu membantu pengguna menyiapkan slide untuk kebutuhan pendidikan, pekerjaan, maupun kegiatan lainnya.
Ketiga aplikasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pilihan perangkat lunak produktivitas yang dapat digunakan tanpa harus membeli lisensi berlangganan.
Mendukung Windows, macOS, dan Linux
Salah satu hal yang ditawarkan proyek ArtCraft adalah dukungan lintas sistem operasi.
WordCraft, GridCraft, dan DeckCraft dirancang agar bisa dijalankan melalui komputer berbasis Windows, macOS, maupun Linux.
Dukungan tersebut memberikan alternatif bagi pengguna yang tidak menggunakan sistem operasi Windows, tetapi tetap membutuhkan aplikasi untuk pekerjaan dokumen, spreadsheet, dan presentasi.
Pengembang juga berupaya menghadirkan tampilan serta pola penggunaan yang mendekati perangkat lunak yang sudah dikenal masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, pengguna diharapkan tidak perlu menghadapi perubahan cara kerja yang terlalu besar ketika mencoba aplikasi alternatif ini.
Namun, kesamaan tampilan atau fungsi dasar tidak otomatis berarti seluruh fitur dan kompatibilitasnya sudah sama dengan Microsoft Office.
Gratis dan Bersifat Open Source
Hal lain yang menarik perhatian adalah sifat proyek ArtCraft yang terbuka atau open source.
Artinya, kode sumber perangkat lunak dapat diakses publik. Pengguna maupun pengembang lain dapat mempelajari proyek tersebut melalui repositori GitHub ArtCraft.
Model pengembangan seperti ini berbeda dari sejumlah perangkat lunak komersial yang kode sumbernya tertutup dan pengguna harus membayar untuk memperoleh akses ke fitur tertentu.
Melalui pendekatan open source, pengembangan aplikasi juga berpotensi melibatkan kontribusi komunitas.
Pengguna yang memiliki kemampuan pemrograman dapat mempelajari struktur kode dan mengikuti perkembangan proyek sesuai ketentuan lisensinya.
Meski demikian, pengguna tetap perlu memeriksa informasi lisensi, persyaratan penggunaan, serta petunjuk instalasi sebelum mengunduh dan menjalankan aplikasi.
Mengapa Alternatif Microsoft Office Dibutuhkan?
Munculnya WordCraft, GridCraft, dan DeckCraft tidak terlepas dari perubahan model bisnis industri perangkat lunak.
Jika sebelumnya sejumlah aplikasi dapat dibeli dengan pembayaran satu kali, kini banyak layanan produktivitas menawarkan sistem berlangganan.
Model tersebut memang memberikan akses ke pembaruan dan layanan tertentu. Namun, bagi sebagian pengguna, biaya rutin dapat menjadi beban, terutama apabila hanya membutuhkan beberapa fungsi dasar.
Tidak semua orang memerlukan seluruh fitur dalam paket aplikasi perkantoran berbayar. Pelajar, mahasiswa, pekerja lepas, hingga pengguna rumahan terkadang hanya membutuhkan alat untuk mengetik, mengolah tabel, dan membuat presentasi sederhana.
Kehadiran aplikasi gratis dan open source seperti ArtCraft berpotensi memperluas pilihan bagi kelompok pengguna tersebut.
Sebelumnya, masyarakat juga telah mengenal Google Docs, Google Sheets, dan Google Slides sebagai alternatif gratis untuk pekerjaan perkantoran.
Perbedaannya, layanan Google dikenal luas melalui penggunaan berbasis web dan ekosistem daring, sedangkan ArtCraft mengembangkan aplikasi yang ditujukan untuk berjalan di berbagai sistem operasi komputer.
Belum Bisa Menggantikan Microsoft Office Sepenuhnya
Walaupun menawarkan konsep menarik, pengguna sebaiknya tidak terburu-buru menganggap WordCraft, GridCraft, dan DeckCraft sudah mampu menggantikan Microsoft Office secara menyeluruh.
Sebagian besar aplikasi dalam proyek ArtCraft masih berada dalam tahap pengembangan. Karena itu, kelengkapan fitur, stabilitas, kinerja, dan kompatibilitas dokumen masih perlu diperhatikan.
Microsoft Office telah dikembangkan selama bertahun-tahun dan memiliki ekosistem fitur yang luas. Pengguna profesional juga kerap mengandalkan fungsi lanjutan, format dokumen tertentu, serta integrasi dengan berbagai layanan lain.
Untuk aplikasi alternatif yang masih berkembang, kemampuan membuka dan menyimpan dokumen dengan format populer perlu diuji terlebih dahulu sebelum digunakan untuk pekerjaan penting.
Hal tersebut penting agar pengguna tidak kehilangan format, tabel, gambar, maupun elemen dokumen ketika berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya.
Komunitas ArtCraft juga disebut menerima berbagai usulan pengembangan perangkat lunak lain. Salah satu ide yang mendapat perhatian adalah CADCraft, yang diarahkan sebagai alternatif aplikasi desain berbantuan komputer dari Autodesk.
Peluang Aplikasi Produktivitas Berbasis AI
Pengembangan ArtCraft memperlihatkan bagaimana AI mulai dimanfaatkan bukan hanya untuk membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga untuk membangun perangkat lunak itu sendiri.
Dengan bantuan AI, pengembang dapat mempercepat sejumlah tahapan pembuatan aplikasi. Meski begitu, kualitas akhir tetap membutuhkan pengujian, perbaikan, dan evaluasi oleh manusia.
Bagi pengguna komputer, perkembangan ini membuka peluang hadirnya lebih banyak perangkat lunak alternatif dengan biaya yang lebih terjangkau.
WordCraft, GridCraft, dan DeckCraft layak dipantau oleh pengguna yang mencari aplikasi perkantoran gratis. Namun, sebelum menjadikannya alat kerja utama, pastikan fitur yang dibutuhkan sudah tersedia dan aplikasi berjalan stabil pada perangkat masing-masing.
Kesimpulannya, ArtCraft menawarkan pendekatan menarik melalui tiga aplikasi produktivitas gratis berbantuan AI. Akan tetapi, karena pengembangannya masih berlangsung, pengguna perlu melihatnya sebagai alternatif yang sedang berkembang, bukan pengganti Microsoft Office yang sudah sepenuhnya setara.
FAQ: WordCraft, GridCraft, dan DeckCraft
1. Apa itu WordCraft, GridCraft, dan DeckCraft?
Ketiganya merupakan aplikasi dalam proyek ArtCraft yang dikembangkan Brandon Thomas. Masing-masing ditujukan untuk pengolahan dokumen, spreadsheet, dan presentasi.
2. Apakah aplikasi ArtCraft bisa digunakan secara gratis?
Proyek ini diperkenalkan sebagai alternatif perangkat lunak gratis dan open source. Pengguna dapat melihat kode sumbernya melalui GitHub ArtCraft.
3. Apakah WordCraft bisa menggantikan Microsoft Word?
WordCraft dirancang sebagai aplikasi pengolah kata alternatif. Namun, kesetaraan fitur dan kompatibilitasnya dengan Microsoft Word belum dapat dipastikan karena proyek masih dikembangkan.
4. Apa fungsi GridCraft?
GridCraft ditujukan untuk mengolah data dalam bentuk tabel atau spreadsheet, dengan konsep penggunaan menyerupai Microsoft Excel.
5. Apakah DeckCraft sama dengan PowerPoint?
DeckCraft memiliki tujuan serupa, yaitu membantu pengguna membuat materi presentasi. Namun, fitur yang tersedia belum tentu sama dengan PowerPoint.
6. Sistem operasi apa yang didukung ArtCraft?
Ketiga aplikasi tersebut dirancang untuk mendukung Windows, macOS, dan Linux.
7. Apakah aplikasi ini dibuat menggunakan AI?
Pengembang Brandon Thomas memanfaatkan AI Claude dari Anthropic sebagai bantuan dalam proses pengembangan aplikasi.
8. Apakah ArtCraft sudah layak digunakan untuk pekerjaan profesional?
Pengguna perlu menguji stabilitas, kelengkapan fitur, dan kompatibilitas dokumen terlebih dahulu. Proyek yang masih berkembang belum tentu cocok untuk semua kebutuhan profesional.









