Kredit Perbankan Tembus Rp9.245 Triliun, OJK Ungkap Pertumbuhan Pinjaman September 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA– Penyaluran kredit perbankan Indonesia mencapai Rp9.245,1 triliun pada September 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit sebesar 13,26 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kredit investasi dan pembiayaan korporasi.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan perkembangan tersebut dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Selasa (3/11/2026). Menurut OJK, kinerja intermediasi perbankan tetap berkontribusi terhadap perekonomian. Profil risiko industri juga masih terjaga di tengah tekanan ekonomi global dan geopolitik.

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 23,20 persen. Sementara itu, kredit korporasi tumbuh 21,31 persen secara tahunan. Kredit modal kerja meningkat 11,89 persen, sedangkan kredit konsumsi tumbuh 4,86 persen. Data tersebut menunjukkan kebutuhan pembiayaan investasi dan kegiatan usaha masih menjadi penggerak utama penyaluran kredit.

Baca Juga :  Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Purbaya Pastikan Subsidi BBM Masih Aman

Dari sisi kualitas pembiayaan, OJK mencatat rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross sebesar 2,07 persen. Sementara itu, NPL net berada pada level 0,82 persen. Adapun rasio loan at risk (LaR) tercatat sebesar 8,50 persen. Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk memantau risiko kredit perbankan.

Dana pihak ketiga (DPK) perbankan juga mengalami pertumbuhan. Pada September 2026, penghimpunan dana masyarakat mencapai Rp10.492,2 triliun atau meningkat 8,22 persen secara tahunan. Giro tumbuh 12,64 persen, tabungan meningkat 9,08 persen, sedangkan deposito bertambah 3,78 persen.

Ketahanan perbankan nasional turut tercermin dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 24,30 persen. Sementara itu, rasio loan to deposit ratio (LDR) mencapai 88,11 persen. OJK juga mencatat rasio alat likuid terhadap non-core deposit sebesar 105,73 persen dan alat likuid terhadap dana pihak ketiga sebesar 24,08 persen.

Baca Juga :  Mau Buka Usaha Kuliner? Ini Langkah Resmi Urus NIB, Halal, dan GoFood

Pertumbuhan kredit tersebut menjadi perhatian masyarakat yang membutuhkan pembiayaan usaha, modal kerja, kredit investasi, maupun pinjaman konsumsi. Namun, peningkatan penyaluran kredit nasional tidak otomatis berarti seluruh masyarakat mendapatkan persetujuan pinjaman. Setiap bank tetap menerapkan analisis kemampuan membayar, riwayat kredit, penghasilan, serta persyaratan administrasi sebelum menyetujui pengajuan.

Masyarakat yang ingin mengajukan kredit sebaiknya membandingkan suku bunga, biaya administrasi, tenor, angsuran bulanan, dan ketentuan denda. Calon debitur juga perlu memastikan kemampuan membayar agar tidak mengalami kesulitan keuangan. Pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai Rp9.245,1 triliun menunjukkan aktivitas pembiayaan nasional tetap berkembang, sekaligus menjadi indikator penting bagi perkembangan ekonomi Indonesia pada 2026. (Tim)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

Aturan Baru OJK Asuransi Kesehatan 2026, Nasabah Wajib Tahu Perubahan Premi dan Biaya Klaim
Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo
Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia
Heboh Pajak Transfer Bank Mulai 9 November 2026, DJP Tegaskan Tidak Semua Transaksi Kena PPN
Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?
Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Simpan Rp100 Juta, Berapa Keuntungannya?
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 1 November 2026 Turun Rp21.000, Cek Daftar Harga Terbaru 0,5-100 Gram
Harga Emas ANTAM Hari Ini 1 November 2026: 1 Gram Rp2,52 Juta, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 03:00 WIB

Kredit Perbankan Tembus Rp9.245 Triliun, OJK Ungkap Pertumbuhan Pinjaman September 2026

Rabu, 4 November 2026 - 01:02 WIB

Aturan Baru OJK Asuransi Kesehatan 2026, Nasabah Wajib Tahu Perubahan Premi dan Biaya Klaim

Selasa, 3 November 2026 - 08:00 WIB

Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo

Selasa, 3 November 2026 - 06:05 WIB

Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia

Selasa, 3 November 2026 - 01:04 WIB

Heboh Pajak Transfer Bank Mulai 9 November 2026, DJP Tegaskan Tidak Semua Transaksi Kena PPN

Berita Terbaru