Jakarta-Rupiah melemah ke Rp18.156 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026. Tekanan muncul menjelang pengumuman kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).
Berdasarkan data Doo Financial Futures pukul 09.05 WIB, rupiah terkoreksi 21 poin atau 0,12% dari penutupan sebelumnya.
Penguatan indeks dolar AS menjadi salah satu pemicu pelemahan rupiah. Pasar mengantisipasi sikap hawkish The Fed dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).
Selain itu, harga minyak dunia yang tinggi dan aksi jual bersih investor asing di pasar saham domestik turut menekan rupiah. Kenaikan harga minyak juga berpotensi meningkatkan biaya impor energi Indonesia.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih menghadapi tekanan sepanjang perdagangan. Menurut dia, pergerakan dolar AS dan arus modal asing menjadi faktor penting yang perlu dicermati.
Di kawasan Asia, won Korea Selatan melemah 0,66% dan baht Thailand turun 0,22%. Yuan China terkoreksi 0,02%, sedangkan yen Jepang melemah 0,01%. Sebaliknya, dolar Taiwan menguat 0,26%, ringgit Malaysia naik 0,13%, peso Filipina menguat 0,14%, dan rupee India naik 0,08%.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp18.100–Rp18.200 per dolar AS. Pelaku pasar akan mencermati keputusan The Fed, harga minyak, dan arus modal asing untuk melihat arah pergerakan rupiah selanjutnya.(*)
Editor : FANDA YOSEPHTA









