IHSG Anjlok 1,99% ke 5.266, Saham BBRI, BMRI, dan TPIA Kompak Melemah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa dengan pelemahan signifikan. Berdasarkan data RTI Infokom yang dikutip Bisnis.com, indeks berada di level 5.266,13 atau turun 1,99%.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 5.182 hingga 5.418. Mayoritas saham berakhir di zona merah. Sebanyak 611 saham melemah, sedangkan 100 saham menguat dan 82 saham stagnan.

Tekanan juga terlihat pada saham perbankan berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 0,34% menjadi Rp2.900 per saham. Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melemah 1,02% ke Rp3.870 per saham.

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) mencatat penurunan lebih dalam. Emiten milik Prajogo Pangestu tersebut terkoreksi 5,88% ke Rp1.360 per saham. Pergerakan saham-saham besar menjadi salah satu perhatian investor saat indeks mengalami tekanan.

Baca Juga :  Tren Fashion Wanita Shopee 2026, Banyak di Bawah Rp100 Ribu

Tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas menyoroti harga minyak mentah yang bertahan di atas US$110 per barel sebagai salah satu faktor pelemahan IHSG. Harga energi yang tinggi berpotensi menambah beban subsidi dan kompensasi pemerintah ketika harga sejumlah produk energi tetap dijaga.

Kondisi tersebut juga memunculkan risiko pelebaran defisit anggaran. Selain itu, investor perlu mencermati perkembangan harga minyak, nilai tukar rupiah, dan sentimen pasar global untuk menilai arah perdagangan berikutnya.

Baca Juga :  IHSG Hari Ini Senin 11 Mei 2026, Dibuka Melemah Ke Level 6.924

Di tengah tekanan tersebut, terdapat sentimen yang relatif positif. Bursa Efek Indonesia menyampaikan bahwa FTSE Russell tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori Secondary Emerging Market. Indonesia juga tidak masuk dalam daftar pemantauan atau watchlist FTSE Russell. Namun, sentimen tersebut belum mampu mencegah IHSG ditutup melemah.

Investor kini perlu memperhatikan pergerakan IHSG dan saham-saham unggulan pada sesi perdagangan berikutnya. Pelemahan harian tidak otomatis menunjukkan tren jangka panjang. Karena itu, keputusan investasi perlu mempertimbangkan fundamental emiten, kondisi pasar, dan profil risiko masing-masing.

Disclaimer: Artikel ini bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. (*)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 27 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,57 Juta
Harga Emas Anjlok 26 Oktober 2026, Borong Sekarang atau Tunggu? Ini Proyeksi Akhir Tahun
IHSG Anjlok 66 Poin ke Level 5.373, Saham DCII dan ADES Tertekan
Rupiah Tembus Rp18.133 per Dolar AS, BI Siapkan Intervensi untuk Jaga Stabilitas
Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan Rp42 Juta, Ini Rincian dan Syarat Klaim Ahli Waris
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 26 Oktober 2026 Turun, Cek Harga 24 Karat hingga 9 Karat
Harga Emas Antam 26 Oktober 2026 Stabil, Cek Daftar Harga 0,5–1.000 Gram
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 26 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,57 Juta, Cek Buyback
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:00 WIB

IHSG Anjlok 1,99% ke 5.266, Saham BBRI, BMRI, dan TPIA Kompak Melemah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 27 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,57 Juta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:01 WIB

Harga Emas Anjlok 26 Oktober 2026, Borong Sekarang atau Tunggu? Ini Proyeksi Akhir Tahun

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:42 WIB

IHSG Anjlok 66 Poin ke Level 5.373, Saham DCII dan ADES Tertekan

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Rupiah Tembus Rp18.133 per Dolar AS, BI Siapkan Intervensi untuk Jaga Stabilitas

Berita Terbaru

Teknologi

Villaon Hyper 200 Segera Hadir di Indonesia, Ini Spesifikasinya

Selasa, 27 Okt 2026 - 14:00 WIB