IHSG Anjlok ke 5.249 Pagi Ini, Saham BBRI, BMRI dan TLKM Kompak Merah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026, di zona merah. Tekanan melanda sejumlah saham unggulan, termasuk Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Telkom Indonesia (TLKM).

Berdasarkan data RTI Infokom yang dilaporkan Bisnis.com, IHSG berada pada level 5.249,06 pukul 09.00 WIB. Indeks bergerak dalam rentang 5.242 hingga 5.255 pada awal perdagangan. Sebanyak 203 saham menguat, 190 saham melemah, sementara 229 saham tidak mengalami perubahan harga.

Pelemahan turut menghantam saham perbankan berkapitalisasi besar. Saham BMRI turun 2,07 persen menjadi Rp3.790 per lembar. Sementara itu, BBRI melemah 2,07 persen ke Rp2.840. Saham TLKM juga terkoreksi 1,40 persen menjadi Rp2.110 per saham.

Baca Juga :  Utang Pinjol 90 Hari Tidak Hangus! Aturan Baru OJK Bikin Kaget, Ini Risiko Besarnya

Tekanan pasar muncul ketika investor menghadapi ketidakpastian ekonomi domestik dan global. Phintraco Sekuritas menyoroti proyeksi Fitch Ratings mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester kedua 2026. Pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun diperkirakan maksimal 5,2 persen, lebih rendah daripada target pemerintah sebesar 5,4 persen.

Selain perlambatan ekonomi, harga minyak yang tinggi dan pelemahan rupiah turut membayangi perdagangan saham. Investor juga mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve Amerika Serikat. Potensi kenaikan suku bunga dapat meningkatkan tekanan terhadap pasar keuangan negara berkembang.

Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dan risiko kredit Indonesia menjadi perhatian pelaku pasar. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi minat investor terhadap aset berisiko. Akibatnya, sebagian investor dapat memilih strategi perdagangan jangka pendek sambil menunggu kepastian ekonomi.

Baca Juga :  IHSG Hari Ini: Saham Bank Kompak Menguat Usai Suahasil Nazara Jadi Menkeu, The Fed dan BoJ Jadi Penentu

Pasar juga mengantisipasi penyesuaian komposisi indeks MSCI pada November 2026. Perubahan bobot saham berpotensi memengaruhi aliran dana investor institusi. Namun, dampaknya terhadap saham tertentu masih bergantung pada hasil evaluasi resmi MSCI.

Dengan berbagai tekanan tersebut, investor perlu mencermati perkembangan IHSG sepanjang sesi perdagangan. Pergerakan rupiah, keputusan The Fed, dan sentimen global berpotensi memengaruhi arah pasar berikutnya. Investor sebaiknya mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham.

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Oktober 2026, Rupiah dan IHSG Jadi Sorotan
Harga Emas Pegadaian 28 Oktober 2026: Antam Rp2,589 Juta, UBS dan Galeri 24 Lebih Murah
Rupiah Hari Ini 28 Oktober 2026 Melemah ke Rp18.156, Pasar Menanti The Fed
Laba Antam Tembus Rp9,66 Triliun hingga September 2026, Naik 46 Persen
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 28 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,589 Juta
BCA Cetak Laba Rp45,2 Triliun hingga September 2026, Kredit Tumbuh 12,6 Persen
Rupiah Anjlok ke Rp18.130 per Dolar AS, Ringgit dan Yuan Justru Menguat
IHSG Anjlok 1,99% ke 5.266, Saham BBRI, BMRI, dan TPIA Kompak Melemah
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:00 WIB

The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Oktober 2026, Rupiah dan IHSG Jadi Sorotan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Harga Emas Pegadaian 28 Oktober 2026: Antam Rp2,589 Juta, UBS dan Galeri 24 Lebih Murah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Rupiah Hari Ini 28 Oktober 2026 Melemah ke Rp18.156, Pasar Menanti The Fed

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Laba Antam Tembus Rp9,66 Triliun hingga September 2026, Naik 46 Persen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 28 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,589 Juta

Berita Terbaru