TEKNOLOGI – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengembangkan inovasi teknologi peternakan bernama Futechi Farm. Sistem kandang ayam petelur berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ini dirancang untuk membantu peternak meningkatkan efisiensi operasional dan mengelola usaha secara lebih modern.
Futechi Farm menghadirkan sejumlah fitur otomatis, mulai dari pemberian pakan terjadwal, pemantauan suhu kandang, pengumpulan telur, hingga pendeteksian indikasi penyakit ayam. Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi pekerjaan manual yang selama ini menjadi bagian penting dalam aktivitas peternakan.
Inovasi ini juga mulai memasuki tahap komersialisasi. Tim pengembang melaporkan dua unit platform telah terjual dengan nilai total Rp70 juta ke Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Sementara itu, satu unit lainnya dilaporkan terjual dengan nilai Rp35 juta untuk wilayah Papua.
Capaian tersebut memperlihatkan upaya mahasiswa ITS membawa hasil pengembangan teknologi dari lingkungan kampus menuju penerapan di sektor usaha peternakan.
Futechi Farm Otomatiskan Pemberian Pakan Ayam
Futechi Farm dikembangkan untuk menjawab tantangan peternakan ayam petelur yang membutuhkan pengelolaan rutin dan konsisten. Pada peternakan dengan populasi ayam cukup besar, pemberian pakan, pemantauan kondisi kandang, dan pengumpulan telur dapat menyita waktu serta tenaga.
Melalui sistem otomasi, jadwal pemberian pakan dapat diatur sesuai kebutuhan operasional. Pengendalian perangkat juga dapat dilakukan melalui panel kontrol maupun ponsel pintar.
Ketua tim pengembang, Muhammad Samsuddin, menjelaskan bahwa sistem tersebut memungkinkan pemberian pakan dilakukan secara otomatis berdasarkan jadwal yang telah ditentukan.
“Pemberian pakan dapat dilakukan secara otomatis dan terjadwal yang dapat dikendalikan melalui panel kontrol ataupun ponsel pintar,” kata Samsuddin di Surabaya, Senin (19/10/2026).
Otomatisasi ini diharapkan membantu peternak mengatur aktivitas harian secara lebih terstruktur. Meski demikian, efektivitas penerapannya tetap bergantung pada skala peternakan, kebutuhan pakan, kondisi perangkat, dan pengelolaan di lapangan.
Teknologi AI Bantu Mengenali Indikasi Penyakit
Salah satu fitur yang menjadi perhatian dalam pengembangan Futechi Farm adalah penggunaan AI untuk membantu mengenali indikasi gangguan kesehatan pada ayam.
Dalam peternakan dengan jumlah ternak besar, pemantauan kondisi ayam secara individual dapat menjadi pekerjaan yang menantang. Teknologi berbasis AI diharapkan membantu memberikan informasi awal ketika terdapat indikasi masalah kesehatan sehingga peternak dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Deteksi lebih dini berpotensi membantu mempercepat respons terhadap kondisi ternak. Namun, informasi yang dihasilkan sistem tetap perlu diverifikasi melalui pemeriksaan yang sesuai oleh tenaga kesehatan hewan.
Dengan demikian, AI berperan sebagai alat bantu pemantauan, bukan pengganti diagnosis profesional. Ketepatan deteksi juga perlu dinilai berdasarkan kemampuan sistem dan hasil pengujian pada kondisi peternakan yang sebenarnya.
Dilengkapi Pemantauan Suhu dan Pengelolaan Kandang
Selain pengaturan pakan, Futechi Farm dilengkapi fitur pemantauan suhu kandang. Pemantauan ini penting karena kondisi lingkungan dapat memengaruhi kenyamanan, kesehatan, dan produktivitas ayam petelur.
Sistem tersebut juga menyediakan pengaturan jadwal vaksinasi dan sterilisasi kandang. Pengaturan terjadwal diharapkan membantu peternak mengelola kegiatan pemeliharaan dengan lebih teratur.
Pengumpulan telur secara otomatis menjadi fitur lain yang ditawarkan. Jika diterapkan sesuai kebutuhan dan kapasitas kandang, mekanisme tersebut dapat mengurangi sebagian pekerjaan manual dalam proses pengelolaan hasil ternak.
Meski demikian, otomasi tidak menghilangkan kebutuhan pengawasan langsung. Peternak tetap perlu memastikan perangkat bekerja dengan baik, kebersihan kandang terjaga, dan kebutuhan biologis ayam terpenuhi.
Menggunakan Jaring Kawat Las sebagai Material Kandang
Dari sisi konstruksi, tim pengembang menggunakan material weld mesh atau jaring kawat las sebagai alternatif bambu yang lazim ditemukan pada kandang konvensional.
Desain tersebut memungkinkan kotoran ayam jatuh ke bagian bawah kandang sehingga pembersihan dapat dilakukan dengan lebih praktis. Pengelolaan kotoran yang baik juga menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan lingkungan peternakan.
Tim Futechi Farm turut merancang integrasi pengelolaan kotoran ayam dengan kolam ikan lele. Konsep ini diarahkan untuk mendukung pemanfaatan sumber daya dalam sistem usaha terpadu.
Namun, penerapan integrasi tersebut tetap membutuhkan pengelolaan yang tepat. Penggunaan limbah peternakan di sekitar kolam harus memperhatikan kebersihan, keamanan lingkungan, serta kebutuhan pemeliharaan ikan.
Futechi Farm Mulai Dipasarkan ke Bangkalan dan Papua
Futechi Farm mulai dikembangkan pada Januari 2026. Dalam perkembangannya, tim melaporkan dua unit platform telah terjual dengan nilai transaksi total Rp70 juta untuk pembeli di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Selain itu, satu unit lainnya dilaporkan terjual dengan nilai Rp35 juta untuk wilayah Papua.
Nilai transaksi tersebut menjadi gambaran awal penerimaan pasar terhadap teknologi yang dikembangkan. Namun, angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan harga jual standar untuk semua pembeli karena konfigurasi, kapasitas, dan kelengkapan produk dapat memengaruhi nilai transaksi.
Bagi peternak yang tertarik menggunakan sistem serupa, sejumlah hal perlu dipertimbangkan sebelum membeli, seperti kapasitas kandang, jumlah ayam, biaya instalasi, kebutuhan listrik dan jaringan, layanan perawatan, serta ketersediaan suku cadang.
Perhitungan biaya operasional dan potensi penghematan juga perlu disesuaikan dengan kondisi usaha masing-masing peternak.
Tujuh Mahasiswa ITS Terlibat dalam Pengembangan
Inovasi Futechi Farm dikembangkan oleh tujuh mahasiswa program sarjana dan magister Departemen Teknik Mesin ITS. Tim tersebut terdiri atas Muhammad Samsuddin, Khoerunnisa Utami, Yusran Ardian Hamissy, Risky Firmansyah, Muhammad Tabranie, Osama Ilham Prasetya Putra, dan Achmad Rizky Tri Wibowo.
Pengembangan bisnis inovasi ini mendapat pembinaan dari Inkubator dan Layanan Bisnis Inovatif (ILBI), Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS.
Samsuddin menyebut dukungan pendanaan Asian Development Bank (ADB) dan ITS melalui program HETI, serta pendampingan bisnis dari ILBI, turut mendukung pengembangan Futechi Farm.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari proses mendorong hasil pengembangan teknologi agar memiliki peluang penerapan dan keberlanjutan secara bisnis.
ITS Dorong Inovasi yang Berdampak bagi Masyarakat
Rektor ITS, Bambang Pramujati, menekankan pentingnya mendorong hasil penelitian agar tidak berhenti sebagai konsep akademik, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan pemerintah.
Menurutnya, inovasi dari mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap pengembangan sumber daya manusia serta perekonomian nasional.
Futechi Farm menjadi salah satu contoh pengembangan teknologi untuk sektor peternakan. Integrasi otomasi, IoT, dan AI berpotensi membantu peternak mengelola aktivitas harian secara lebih sistematis.
Ke depan, keberhasilan teknologi ini tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan fitur, tetapi juga keterjangkauan biaya, kemudahan pengoperasian, ketahanan perangkat, layanan purnajual, dan manfaat nyata bagi produktivitas peternakan.
Bagi peternak kecil dan menengah, teknologi akan semakin relevan apabila biaya penerapannya sebanding dengan efisiensi yang diperoleh dan dapat digunakan secara berkelanjutan.
FAQ Futechi Farm ITS
1. Apa itu Futechi Farm?
Futechi Farm adalah sistem kandang ayam petelur yang dikembangkan mahasiswa ITS dengan memanfaatkan teknologi otomasi, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan (AI).
2. Apa saja fitur kandang ayam pintar Futechi Farm?
Fitur yang dikembangkan meliputi pemberian pakan otomatis, pemantauan suhu kandang, pengumpulan telur, pendeteksian indikasi penyakit, serta pengaturan jadwal vaksinasi dan sterilisasi kandang.
3. Berapa harga Futechi Farm?
Berdasarkan informasi tim pengembang, dua unit platform terjual dengan nilai total Rp70 juta ke Bangkalan, Jawa Timur, sedangkan satu unit lainnya terjual Rp35 juta untuk wilayah Papua. Nilai tersebut merupakan transaksi yang dilaporkan, bukan harga standar yang berlaku untuk semua konfigurasi.
4. Apakah AI Futechi Farm bisa mendiagnosis penyakit ayam?
AI dirancang untuk membantu mengenali indikasi gangguan kesehatan. Hasilnya tetap perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan yang tepat oleh tenaga kesehatan hewan.
5. Siapa pengembang Futechi Farm?
Inovasi ini dikembangkan oleh tujuh mahasiswa program sarjana dan magister Departemen Teknik Mesin ITS Surabaya, dengan Muhammad Samsuddin sebagai ketua tim.
6. Apa manfaat kandang ayam berbasis IoT bagi peternak?
Teknologi ini dirancang untuk membantu mengatur pemberian pakan, memantau kondisi kandang, mempermudah pengumpulan telur, dan membuat pengelolaan pemeliharaan lebih terjadwal.
7. Apakah Futechi Farm cocok untuk peternak kecil?
Sistem ini dikembangkan dengan sasaran peternak kecil dan menengah. Namun, kesesuaiannya perlu dinilai berdasarkan kapasitas kandang, biaya investasi, kebutuhan operasional, dan potensi penghematan pada masing-masing usaha.









