SUMSEL-Kabar bahagia datang dari Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Banyuasin, Sumatera Selatan. Seekor bayi gajah kembali lahir di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 dan menjadi simbol harapan baru bagi upaya pelestarian satwa liar di wilayah itu. Informasi kelahiran ini pertama kali dibagikan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan melalui akun Instagram resminya @bksda_sumsel.
Dalam unggahan yang diposting sekitar 20 jam lalu, BKSDA Sumsel mengumumkan bahwa seekor bayi gajah berjenis kelamin betina telah lahir dengan kondisi sehat. Bayi gajah tersebut diberi nama Espen, hasil pasangan pejantan Papa Gapula dan indukan bernama Mama Ronika. Kabar ini langsung menarik perhatian publik dan mendapat banyak tanggapan positif dari para pecinta satwa.
BKSDA menyebut bayi Espen lahir dengan berat badan 89 kilogram dan mampu berdiri serta menyusu tak lama setelah dilahirkan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Espen berada dalam keadaan sehat dan adaptif, suatu indikator penting dalam proses tumbuh kembang anak gajah di habitat konservasi. Tim di lapangan kini terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan pertumbuhan Espen berjalan optimal.
Melalui unggahan itu, BKSDA Sumsel menuliskan bahwa kelahiran Espen adalah kabar membahagiakan bagi seluruh tim konservasi. Mereka juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung upaya penyelamatan dan perlindungan gajah sumatera, yang populasinya terus menurun akibat berbagai ancaman alam maupun aktivitas manusia.
Kelahiran Espen sontak disambut meriah oleh warganet. Ribuan komentar membanjiri unggahan tersebut, mengekspresikan rasa syukur dan kebahagiaan. Banyak netizen mendoakan agar Espen tumbuh menjadi gajah betina yang kuat, sehat, dan berperan besar dalam program pengembangbiakan gajah sumatera di kemudian hari. Unggahan ini bahkan telah mengumpulkan lebih dari 43 ribu tanda suka dan 3 ribu komentar.
Beberapa pengguna Instagram menuliskan rasa haru mereka, seperti “Alhamdulillah launching jugaaa cantik, sehat-sehat sayang,” hingga “MasyaAllah, welcome to the world baby,” yang menggambarkan betapa kelahiran Espen menjadi kabar positif yang dirayakan oleh banyak orang. Sorotan publik ini sekaligus menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pelestarian gajah sumatera.
Saat ini, kondisi Espen dan Ronika dikabarkan stabil dan berada di bawah pengawasan penuh tim BKSDA. Setiap perkembangan Espen akan terus diinformasikan kepada publik sebagai bentuk transparansi dan edukasi mengenai pentingnya konservasi satwa liar. Kelahiran bayi gajah seperti Espen menjadi bukti keberhasilan upaya perlindungan gajah sumatera yang dilakukan melalui kerja kolaboratif berbagai pihak.
BKSDA Sumsel berharap Espen dapat tumbuh menjadi individu yang sehat dan kuat serta menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan populasi gajah sumatera. Kelahiran ini juga diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk semakin peduli terhadap satwa liar Indonesia yang kini semakin terancam keberadaannya. (***)