JAKARTA, 3 September 2026 — Kinerja empat bank jumbo Indonesia sepanjang semester I 2026 menunjukkan tren positif. BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BCA sama-sama membukukan laba bersih, meski tingkat pertumbuhan dan kekuatan bisnis masing-masing berbeda.
Dari sisi laba bersih, BRI menjadi yang terbesar dengan capaian Rp31,18 triliun hingga Juni 2026. Posisi berikutnya ditempati Bank Mandiri dengan laba Rp30,4 triliun, BCA Rp29,5 triliun, dan BNI Rp10,80 triliun.
Namun, jika yang menjadi ukuran adalah pertumbuhan laba tahunan, Bank Mandiri menjadi juaranya dengan pertumbuhan 24,4% secara year on year (YoY).
Perbandingan Laba BRI, Mandiri, BNI dan BCA
Berikut gambaran kinerja laba empat bank KBMI IV pada semester I 2026:
| Bank | Laba Bersih Semester I 2026 | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| BRI (BBRI) | Rp31,18 triliun | 17,5% |
| Bank Mandiri (BMRI) | Rp30,4 triliun | 24,4% |
| BCA (BBCA) | Rp29,5 triliun | — |
| BNI (BBNI) | Rp10,80 triliun | 6,33% |
Dengan demikian, BRI menjadi bank dengan laba terbesar, sedangkan Bank Mandiri mencatat pertumbuhan laba paling tinggi dalam perbandingan tersebut.
BRI Jadi Pemimpin Laba Bank Jumbo
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. membukukan laba bersih Rp31,18 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut naik 17,5% dibandingkan Rp26,53 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan bunga bersih BRI mencapai Rp80,53 triliun, tumbuh 9,9% YoY. Pendapatan bunga secara keseluruhan juga meningkat 5,4% menjadi Rp107,92 triliun.
Sementara itu, beban bunga turun 5,9% menjadi Rp27,39 triliun.
Di sisi lain, BRI menghadapi peningkatan sejumlah beban, termasuk impairment aset keuangan yang mencapai Rp25,51 triliun.
Meski demikian, laba operasional BRI tetap tumbuh 14,8% YoY menjadi Rp40,17 triliun.
Bank Mandiri Catat Pertumbuhan Laba Tertinggi
Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp30,4 triliun hingga Juni 2026.
Capaian tersebut meningkat 24,4% YoY, menjadikan Bank Mandiri sebagai bank dengan pertumbuhan laba paling tinggi dalam perbandingan ini.
Pertumbuhan bisnis juga terlihat dari kredit yang meningkat 19,9% YoY, sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 17,1%.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau NPL Bank Mandiri berada di level 0,98%.
Bank Mandiri juga mencatat coverage ratio 242% serta cost of credit sebesar 0,52%.
Pendapatan berbasis komisi ikut menopang kinerja. Fee dari Livin’ by Mandiri disebut tumbuh 46% YoY, fee Kopra by Mandiri meningkat 22,8%, sedangkan fee transaksi treasury naik 23%.
BNI Punya Pertumbuhan Kredit Paling Agresif
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. membukukan laba bersih konsolidasian Rp10,80 triliun pada semester I 2026.
Laba tersebut tumbuh 6,33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski pertumbuhan laba lebih rendah dibandingkan tiga bank jumbo lainnya, BNI mencatat pertumbuhan kredit paling agresif.
Total kredit BNI mencapai Rp968,53 triliun, naik 24,38% YoY dari Rp778,68 triliun.
DPK juga tumbuh 22,26% menjadi Rp1.100,18 triliun. Pertumbuhan tersebut antara lain didorong deposito yang melonjak 50,70% menjadi Rp380,22 triliun.
Total aset konsolidasian BNI meningkat 21,58% menjadi Rp1.461 triliun.
Sementara itu, NPL BNI berada di level 1,9% dan loan at risk (LAR) turun dari 11% menjadi 8,1%.
BCA Tembus Kredit Rp1.000 Triliun
BCA mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp29,5 triliun pada semester I 2026.
Salah satu pencapaian penting BCA adalah total kredit yang untuk pertama kalinya menembus Rp1.000 triliun.
Hingga Juni 2026, kredit BCA mencapai Rp1.036 triliun, tumbuh 8% YoY.
Kredit produktif menjadi salah satu penopang utama dengan nilai Rp802 triliun. Kredit korporasi mencapai Rp513,4 triliun atau tumbuh 13,6%, sedangkan kredit komersial dan UKM mencapai Rp288,5 triliun.
Keunggulan lain BCA terdapat pada struktur pendanaan. CASA mencapai Rp1.082 triliun, setara sekitar 84,3% dari total DPK Rp1.284 triliun.
Tingginya porsi dana murah menjadi salah satu kekuatan BCA dalam menjaga biaya dana.
Siapa Bank Jumbo Paling Moncer?
Jika menggunakan besaran laba, BRI berada di posisi pertama dengan Rp31,18 triliun.
Namun, jika menggunakan indikator pertumbuhan laba, Bank Mandiri menjadi yang paling unggul dengan pertumbuhan 24,4% YoY.
Sementara itu, BNI mencatat pertumbuhan kredit paling agresif sebesar 24,38%, sedangkan BCA memiliki keunggulan dari sisi CASA dengan porsi sekitar 84,3% dari DPK.
Artinya, masing-masing bank memiliki keunggulan berbeda.
BRI unggul dari sisi nominal laba, Mandiri dari pertumbuhan laba, BNI dari ekspansi kredit, dan BCA dari kekuatan dana murah.
FAQ Kinerja BRI, Mandiri, BNI dan BCA Semester I 2026
1. Bank mana yang mencatat laba terbesar pada semester I 2026?
BRI dengan laba bersih Rp31,18 triliun.
2. Bank mana yang pertumbuhan labanya paling tinggi?
Bank Mandiri dengan pertumbuhan laba 24,4% YoY.
3. Berapa laba Bank Mandiri semester I 2026?
Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi Rp30,4 triliun.
4. Berapa laba BCA semester I 2026?
BCA mencatat laba bersih konsolidasi Rp29,5 triliun.
5. Berapa laba BNI semester I 2026?
BNI membukukan laba bersih konsolidasian Rp10,80 triliun.
6. Bank mana yang kreditnya paling agresif?
BNI mencatat pertumbuhan kredit 24,38% YoY, menjadi yang paling agresif dalam perbandingan ini.
7. Berapa kredit BCA pada Juni 2026?
Total kredit BCA mencapai Rp1.036 triliun.
8. Berapa NPL Bank Mandiri?
NPL Bank Mandiri berada pada level 0,98%.
9. Apa bank terbaik untuk investasi saham?
Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua investor. Investor perlu mempertimbangkan valuasi saham, pertumbuhan laba, kualitas aset, dividen, prospek kredit, serta kondisi pasar sebelum mengambil keputusan.
10. Apakah kinerja laba bank otomatis membuat harga saham naik?
Tidak. Harga saham juga dipengaruhi ekspektasi pasar, valuasi, suku bunga, kondisi ekonomi, sentimen investor, dan prospek kinerja perusahaan ke depan. (*)
Editor : Fanda Yosephta









