JAKARTA — Bagi masyarakat yang memiliki dana menganggur dan ingin menempatkannya pada instrumen simpanan berjangka, bunga deposito hari ini, Kamis 3 September 2026, menjadi salah satu informasi yang menarik untuk diperhatikan.
Empat bank besar, yakni BRI, BNI, Bank Mandiri dan BCA, menawarkan tingkat bunga deposito rupiah yang berbeda berdasarkan tenor penempatan.
Berdasarkan data suku bunga yang tersedia per 3 September 2026, BRI menawarkan bunga hingga 3,00 persen per tahun untuk deposito tenor 1, 3 dan 6 bulan. Sementara BCA memberikan bunga hingga 3,00 persen untuk tenor 6 dan 12 bulan.
Daftar bunga deposito BRI, BNI, Mandiri dan BCA
Berikut perbandingan bunga deposito rupiah:
| Bank | 1 Bulan | 3 Bulan | 6 Bulan | 12 Bulan |
|---|---|---|---|---|
| BRI | 3,00% | 3,00% | 3,00% | 2,50% |
| BNI | 2,25% | 2,50% | 2,75% | 2,50% |
| Mandiri | 2,25% | 2,25% | 2,50% | 2,50% |
| BCA | 2,75% | 2,75% | 3,00% | 3,00% |
Data BRI menunjukkan bunga deposito rupiah 3,00 persen untuk tenor 1, 3 dan 6 bulan serta 2,50 persen untuk tenor 12 bulan.
BNI mencantumkan bunga deposito rupiah 2,25 persen untuk tenor 1 bulan, 2,50 persen untuk 3 bulan, 2,75 persen untuk 6 bulan dan 2,50 persen untuk 12 bulan. BNI menyatakan struktur tersebut berlaku untuk berbagai nominal penempatan.
Untuk BCA, bunga deposito rupiah tercatat 2,75 persen untuk tenor 1 dan 3 bulan serta 3,00 persen untuk tenor 6 dan 12 bulan pada penempatan di bawah Rp2 miliar. Untuk nominal minimal Rp2 miliar, tabel BCA mencantumkan 3,00 persen untuk seluruh tenor 1–12 bulan.
BRI unggul untuk deposito tenor 1, 3 dan 6 bulan
Jika hanya melihat besaran bunga, BRI menjadi salah satu pilihan dengan tingkat bunga tertinggi untuk tenor pendek.
Deposito BRI memberikan bunga 3,00 persen per tahun untuk tenor 1 bulan, 3 bulan dan 6 bulan.
Sementara itu, BNI memberikan bunga maksimal 2,75 persen pada tenor 6 bulan, sedangkan Mandiri mencapai 2,50 persen pada tenor 6 bulan.
Pada tenor 12 bulan, BRI, BNI dan Mandiri sama-sama berada di level 2,50 persen, sedangkan BCA tercatat 3,00 persen.
Contoh simulasi bunga deposito Rp100 juta
Berapa keuntungan jika dana Rp100 juta ditempatkan di deposito dengan bunga 3 persen per tahun?
Perhitungan sederhana:
Rp100.000.000 × 3% = Rp3.000.000 per tahun
Jika menggunakan ilustrasi 12 bulan, bunga kotor sekitar Rp3 juta.
Dengan asumsi pajak bunga deposito sebesar 20 persen, bunga bersih menjadi sekitar:
Rp3.000.000 − 20% = Rp2.400.000
Artinya, secara sederhana dana Rp100 juta dengan bunga 3 persen per tahun menghasilkan sekitar Rp2,4 juta setelah pajak dalam satu tahun.
Perhitungan aktual dapat berbeda karena mekanisme penghitungan bunga, jumlah hari dan ketentuan masing-masing bank.
Bank Mandiri, misalnya, menjelaskan bahwa bunga deposito dihitung berdasarkan jumlah hari sebenarnya dengan dasar satu tahun 365 hari.
Berapa bunga deposito Rp10 juta?
Sebagai gambaran, apabila dana Rp10 juta ditempatkan dengan bunga 3 persen per tahun:
Rp10.000.000 × 3% = Rp300.000 bunga kotor per tahun.
Setelah ilustrasi pajak 20 persen, bunga bersih sekitar Rp240.000.
Semakin besar dana yang ditempatkan, semakin besar pula nominal bunga yang diterima. Namun, calon deposan tetap perlu memperhatikan tenor, pajak, ketentuan pencairan dan jaminan simpanan.
BCA punya ketentuan khusus untuk dana Rp2 miliar ke atas
Bagi pemilik dana besar, BCA memiliki skema Deposito Rupiah Suku Bunga Khusus.
BCA mencantumkan kriteria penempatan minimal Rp2 miliar, dengan tenor 6 atau 12 bulan dan jenis perpanjangan ARO+.
Karena itu, nasabah dengan dana besar sebaiknya tidak hanya membandingkan tabel bunga reguler, tetapi juga mengecek penawaran khusus yang tersedia ketika melakukan penempatan.
Jangan hanya melihat bunga deposito
Tingkat bunga memang penting, tetapi bukan satu-satunya pertimbangan.
Sebelum membuka deposito, calon nasabah sebaiknya memperhatikan:
- besaran bunga setelah pajak;
- tenor deposito;
- apakah deposito diperpanjang otomatis atau ARO;
- penalti atau konsekuensi pencairan sebelum jatuh tempo;
- kemudahan pembukaan dan pencairan;
- ketentuan penjaminan LPS;
- serta kebutuhan likuiditas pribadi.
BRI, misalnya, menyediakan pilihan tenor mulai 1, 3, 6, 12, 24 hingga 36 bulan serta fasilitas Automatic Roll Over.
Kesimpulan
Berdasarkan data yang tersedia 3 September 2026, persaingan bunga deposito empat bank besar menunjukkan hasil yang cukup menarik.
BRI unggul pada tenor 1, 3 dan 6 bulan dengan bunga 3,00 persen. BCA memberikan bunga 3,00 persen untuk tenor 6 dan 12 bulan pada penempatan reguler di bawah Rp2 miliar.
Sementara BNI menawarkan bunga hingga 2,75 persen pada tenor 6 bulan, sedangkan Mandiri mencapai 2,50 persen.
Namun, suku bunga deposito dapat berubah mengikuti kebijakan bank. Karena itu, nasabah sebaiknya melakukan pengecekan kembali sebelum melakukan penempatan dana.
FAQ Bunga Deposito 2026
1. Bank mana yang memberikan bunga deposito paling tinggi?
Dalam perbandingan BRI, BNI, Mandiri dan BCA pada 3 September 2026, bunga tertinggi mencapai 3,00 persen per tahun. BRI menawarkan 3,00 persen untuk tenor 1, 3 dan 6 bulan, sedangkan BCA menawarkan 3,00 persen untuk tenor 6 dan 12 bulan.
2. Berapa bunga deposito BRI hari ini?
Bunga deposito rupiah BRI tercatat 3,00 persen untuk 1, 3 dan 6 bulan, serta 2,50 persen untuk 12 bulan.
3. Berapa bunga deposito BNI?
BNI mencantumkan bunga deposito rupiah 2,25 persen untuk 1 bulan, 2,50 persen untuk 3 bulan, 2,75 persen untuk 6 bulan dan 2,50 persen untuk 12 bulan.
4. Berapa bunga deposito Mandiri?
Berdasarkan data yang tersedia, Bank Mandiri memberikan bunga sekitar 2,25 persen untuk tenor 1 dan 3 bulan serta 2,50 persen untuk tenor 6 dan 12 bulan.
5. Berapa bunga deposito BCA?
BCA mencantumkan bunga deposito rupiah 2,75 persen untuk tenor 1 dan 3 bulan serta 3,00 persen untuk tenor 6 dan 12 bulan pada penempatan reguler di bawah Rp2 miliar.
6. Berapa keuntungan deposito Rp100 juta?
Jika menggunakan bunga 3 persen per tahun sebagai ilustrasi, deposito Rp100 juta menghasilkan sekitar Rp3 juta bunga kotor atau sekitar Rp2,4 juta setelah ilustrasi pajak 20 persen.
7. Apakah bunga deposito terkena pajak?
Ya. Bunga deposito dikenakan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Karena itu, bunga yang diterima nasabah bisa lebih kecil daripada bunga kotor yang tercantum dalam tabel.
8. Apakah bunga deposito bisa berubah?
Bisa. Suku bunga deposito dapat berubah mengikuti kebijakan masing-masing bank dan kondisi pasar. BRI secara khusus menyatakan suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti ketentuan yang berlaku.
9. Lebih bagus deposito BRI, BNI, Mandiri atau BCA?
Tidak ada satu jawaban untuk semua nasabah. Jika fokus pada bunga tenor 1–6 bulan, BRI terlihat lebih tinggi dalam perbandingan ini. Untuk tenor 12 bulan, BCA memberikan angka lebih tinggi daripada BRI, BNI dan Mandiri.
10. Apa yang harus diperhatikan sebelum membuka deposito?
Perhatikan bunga bersih setelah pajak, tenor, ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo, ARO, nominal penempatan, serta ketentuan penjaminan LPS. (*)
Editor : Fanda Yosephta









