BI Rate 5,75% September 2026: Rupiah Tetap Kokoh, Ini Dampaknya ke KPR, Deposito dan Kredit

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75%. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.

Keputusan mempertahankan BI Rate 5,75% diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 19 Agustus 2026. Kebijakan tersebut menjadi keputusan penahanan suku bunga untuk periode kedua secara berturut-turut.

BI menilai stabilitas Rupiah masih menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan arah kebijakan moneter.

Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, mengatakan kebijakan tersebut konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah sekaligus menjaga inflasi sesuai sasaran.

Mengapa BI Menahan Suku Bunga 5,75%?

Keputusan BI tidak terlepas dari kondisi pasar keuangan global yang masih penuh tekanan. Ketegangan geopolitik, pergerakan harga minyak dunia serta ekspektasi perubahan suku bunga The Fed menjadi sejumlah faktor yang diperhatikan bank sentral.

BI memilih menggunakan bauran kebijakan, sehingga stabilitas Rupiah tidak hanya bergantung pada perubahan BI Rate.

Salah satu instrumen yang diperkuat adalah kebijakan transaksi lindung nilai melalui Swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Insentif premi untuk transaksi Swap Jual Lindung Nilai sebesar 12,5% dan DNDF Jual Lindung Nilai sebesar 15% diperluas cakupannya.

Kebijakan tersebut juga mencakup pendanaan luar negeri perbankan dan investasi langsung asing atau foreign direct investment.

Dampaknya terhadap Rupiah

Penahanan BI Rate 5,75% memberikan sinyal bahwa BI masih menempatkan stabilitas Rupiah sebagai prioritas.

Fundamental eksternal Indonesia juga dinilai masih menjadi penyangga. Cadangan devisa Indonesia tercatat sekitar US$145,3 miliar pada akhir Juli 2026, sementara inflasi berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 2,88% secara tahunan pada Juli 2026.

Kondisi tersebut memberikan ruang bagi BI untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Apa Dampaknya bagi KPR dan Kredit?

Bagi masyarakat, keputusan mempertahankan BI Rate 5,75% berarti belum ada kenaikan suku bunga acuan baru yang secara langsung memberikan tekanan tambahan terhadap biaya kredit.

Baca Juga :  Pinjol Langsung Cair ke DANA 2026: Syarat, Cara Cek Legalitas dan Tips Agar Tidak Terjebak Pinjol Ilegal

Namun, bunga kredit perbankan tidak hanya ditentukan oleh BI Rate. Bank tetap mempertimbangkan kondisi likuiditas, risiko kredit, biaya dana dan kebijakan masing-masing bank.

Karena itu, calon debitur tetap perlu membandingkan bunga KPR, kredit kendaraan, kredit usaha dan pinjaman konsumtif sebelum mengambil fasilitas pembiayaan.

Jika kondisi suku bunga relatif stabil, masyarakat memiliki kesempatan untuk melakukan perencanaan cicilan dengan lebih terukur.

Bagaimana Dampaknya terhadap Deposito?

Bagi pemilik dana, stabilnya BI Rate juga menjadi perhatian karena suku bunga deposito biasanya dipengaruhi oleh kondisi suku bunga pasar dan kebijakan masing-masing bank.

Investor konservatif dapat membandingkan tingkat bunga deposito antarbank, tenor, pajak bunga deposito dan ketentuan pencairan sebelum menempatkan dana.

Dengan begitu, keputusan memilih deposito tidak hanya berdasarkan angka bunga tertinggi, tetapi juga mempertimbangkan keamanan dan kebutuhan likuiditas.

BI Dorong Kredit melalui Kebijakan Makroprudensial

BI juga tidak hanya mengandalkan kebijakan suku bunga.

Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial Pendalaman Pasar Uang (KLM PPU) dijadwalkan efektif mulai 1 September 2026.

Selanjutnya, kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) berlaku mulai 1 Oktober 2026 untuk mendorong penyaluran pembiayaan ke sektor inklusif.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa BI berusaha menjaga stabilitas sekaligus memberikan ruang bagi pertumbuhan kredit.

QRIS dan Kartu Kredit Indonesia

Kebijakan sistem pembayaran juga menjadi bagian dari bauran kebijakan BI.

BI memperluas penerapan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0% untuk transaksi hingga Rp100.000.

Kebijakan ini berjalan bersamaan dengan implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) yang telah diluncurkan pada 17 Agustus 2026.

Bagi pelaku UMKM dan konsumen, kebijakan tersebut dapat membantu mendorong penggunaan pembayaran digital dengan biaya transaksi yang lebih ringan pada segmen yang memenuhi ketentuan.

Apakah BI Rate Akan Naik Lagi?

Arah BI Rate selanjutnya masih bergantung pada perkembangan ekonomi global dan domestik.

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede menilai keputusan mempertahankan BI Rate 5,75% sejalan dengan kebutuhan menjaga stabilitas Rupiah, inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga :  Kurs Ringgit Malaysia ke Rupiah Hari Ini 2 September 2026 Turun, 1 MYR Rp4.383

Sementara itu, risiko dari kebijakan The Fed tetap menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan.

Jika The Fed menaikkan suku bunga dan tekanan terhadap Rupiah meningkat signifikan, ruang BI untuk melakukan penyesuaian kebijakan moneter masih terbuka.

Sebaliknya, apabila tekanan global mereda dan stabilitas Rupiah tetap terjaga, kebutuhan kenaikan BI Rate dapat menjadi lebih kecil.

Tim Ekonom Bank Permata mempertahankan skenario dasar bahwa BI Rate berada di level 5,75% hingga akhir 2026, meskipun risiko pengetatan masih terbuka apabila kondisi global memburuk secara signifikan.

Kesimpulan

Keputusan BI mempertahankan BI Rate 5,75% menunjukkan bahwa bank sentral saat ini berupaya menjaga keseimbangan antara stabilitas Rupiah dan pertumbuhan ekonomi.

Masyarakat perlu memperhatikan dampaknya terhadap bunga KPR, kredit, deposito, tabungan dan investasi, sementara pelaku usaha dapat mencermati peluang dari kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran digital.

Perkembangan BI Rate berikutnya tetap akan sangat bergantung pada inflasi, nilai tukar Rupiah, kondisi neraca perdagangan, kebijakan The Fed dan dinamika ekonomi global.

FAQ BI Rate 5,75%

1. Berapa BI Rate saat ini?
BI mempertahankan BI Rate pada level 5,75% berdasarkan keputusan RDG yang diumumkan pada Agustus 2026.

2. Apakah BI Rate 5,75% membuat bunga KPR turun?
Belum tentu. Suku bunga KPR ditentukan oleh masing-masing bank dan dipengaruhi berbagai faktor selain BI Rate.

3. Apakah BI Rate memengaruhi bunga deposito?
Ya, kondisi suku bunga acuan dapat memengaruhi arah bunga deposito, meskipun tingkat bunga yang ditawarkan berbeda antarbank.

4. Mengapa BI mempertahankan BI Rate?
Salah satu alasan utamanya adalah menjaga stabilitas Rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

5. Apakah BI Rate bisa naik lagi pada 2026?
Kemungkinan perubahan tetap terbuka. Arah kebijakan akan bergantung pada kondisi Rupiah, inflasi, perekonomian domestik serta perkembangan suku bunga global.

6. Apa dampaknya bagi masyarakat?
Stabilnya BI Rate dapat memberikan kepastian lebih besar dalam perencanaan kredit dan investasi, meskipun bunga produk perbankan tetap bergantung pada kebijakan masing-masing bank. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Bunga Deposito BRI, BNI, Mandiri dan BCA Hari Ini 3 September 2026, Mana Paling Tinggi?
Rupiah Hari Ini 3 September 2026 Menguat ke Rp17.713 per Dolar AS, Cek Kurs USD/IDR dan Proyeksinya
Harga Emas Hari Ini 3 September 2026 Naik? Cek Harga Emas Logam Mulia Terbaru per Gram
Pinjol Langsung Cair ke DANA 2026: Syarat, Cara Cek Legalitas dan Tips Agar Tidak Terjebak Pinjol Ilegal
Hutama Karya Beri Diskon Tarif Tol Padang–Pekanbaru 10 Persen, Berlaku 4–6 September 2026
Honda CB350C Special Edition vs Royal Enfield Classic 350: Harga, Pajak Tahunan, Spesifikasi dan Biaya Kepemilikan
Kurs Ringgit Malaysia ke Rupiah Hari Ini 2 September 2026 Turun, 1 MYR Rp4.383
Pinjaman Bank Bunga Rendah September 2026, Cek BRI, BNI hingga BCA dan Simulasi Cicilannya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 13:02 WIB

Bunga Deposito BRI, BNI, Mandiri dan BCA Hari Ini 3 September 2026, Mana Paling Tinggi?

Kamis, 3 September 2026 - 11:06 WIB

BI Rate 5,75% September 2026: Rupiah Tetap Kokoh, Ini Dampaknya ke KPR, Deposito dan Kredit

Kamis, 3 September 2026 - 09:57 WIB

Rupiah Hari Ini 3 September 2026 Menguat ke Rp17.713 per Dolar AS, Cek Kurs USD/IDR dan Proyeksinya

Kamis, 3 September 2026 - 03:01 WIB

Pinjol Langsung Cair ke DANA 2026: Syarat, Cara Cek Legalitas dan Tips Agar Tidak Terjebak Pinjol Ilegal

Kamis, 3 September 2026 - 02:00 WIB

Hutama Karya Beri Diskon Tarif Tol Padang–Pekanbaru 10 Persen, Berlaku 4–6 September 2026

Berita Terbaru