Perry Warjiyo Resmi Mundur dari Bank Indonesia, Ini Pernyataan Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA – Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI). Kabar tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo. Presiden kemudian menerima pengunduran diri tersebut sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

“Per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden. Presiden menerima pengunduran diri tersebut sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Prasetyo Hadi.

Presiden juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Perry Warjiyo selama memimpin bank sentral Indonesia. Selama menjabat, Perry dinilai berperan menjaga stabilitas moneter, sistem pembayaran, dan nilai tukar rupiah di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

Perry Warjiyo pertama kali dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia pada 24 Mei 2018 setelah memperoleh persetujuan DPR. Ia menggantikan Agus Martowardojo dan memimpin BI untuk periode 2018–2023.

Baca Juga :  Rupiah Hari Ini 24 April 2026, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.400

Kepercayaan kembali diberikan kepada Perry pada 2023. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 38/P Tahun 2023, ia dilantik kembali pada 24 Mei 2023 untuk masa jabatan kedua hingga 2028.

Karier Perry Warjiyo di Bank Indonesia dimulai sejak 1984. Selama lebih dari empat dekade, ia menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari bidang riset ekonomi, kebijakan moneter, hubungan internasional, pengelolaan devisa, transformasi organisasi, hingga pendidikan kebanksentralan.

Pengunduran diri Perry Warjiyo menjadi perhatian pelaku pasar keuangan. Investor kini menantikan proses transisi kepemimpinan Bank Indonesia, mengingat bank sentral memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas rupiah, inflasi, serta kebijakan suku bunga di tengah dinamika ekonomi global.

FAQ

Mengapa Perry Warjiyo mengundurkan diri?
Pemerintah mengonfirmasi telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo. Hingga kini belum dijelaskan secara rinci alasan pengunduran dirinya.

Baca Juga :  Aturan Terbaru TikTok Shop 1 Juni 2026, Seller Bisa Kena Biaya Rp10.000 per Transaksi

Sejak kapan Perry Warjiyo menjadi Gubernur BI?
Ia mulai menjabat pada 24 Mei 2018 dan kembali dilantik untuk periode kedua pada 24 Mei 2023.

Berapa lama Perry Warjiyo bekerja di Bank Indonesia?
Perry memulai karier di Bank Indonesia pada 1984, sehingga telah mengabdi lebih dari 40 tahun.

Siapa yang akan menggantikan Perry Warjiyo?
Pemerintah akan menjalankan proses sesuai Undang-Undang Bank Indonesia. Pengumuman mengenai pengganti definitif akan disampaikan setelah mekanisme resmi selesai.

Apa dampak pengunduran diri Perry Warjiyo?
Pelaku pasar akan mencermati proses transisi kepemimpinan BI karena dapat memengaruhi sentimen terhadap rupiah, pasar obligasi, dan IHSG. Namun, arah kebijakan bank sentral tetap mengikuti mekanisme kelembagaan yang berlaku. (Tim)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Rupiah Anjlok ke Rp18.130 per Dolar AS, Ringgit dan Yuan Justru Menguat
IHSG Anjlok 1,99% ke 5.266, Saham BBRI, BMRI, dan TPIA Kompak Melemah
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 27 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,57 Juta
Harga Emas Anjlok 26 Oktober 2026, Borong Sekarang atau Tunggu? Ini Proyeksi Akhir Tahun
IHSG Anjlok 66 Poin ke Level 5.373, Saham DCII dan ADES Tertekan
Rupiah Tembus Rp18.133 per Dolar AS, BI Siapkan Intervensi untuk Jaga Stabilitas
Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan Rp42 Juta, Ini Rincian dan Syarat Klaim Ahli Waris
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 26 Oktober 2026 Turun, Cek Harga 24 Karat hingga 9 Karat
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Rupiah Anjlok ke Rp18.130 per Dolar AS, Ringgit dan Yuan Justru Menguat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:00 WIB

IHSG Anjlok 1,99% ke 5.266, Saham BBRI, BMRI, dan TPIA Kompak Melemah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 27 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,57 Juta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:01 WIB

Harga Emas Anjlok 26 Oktober 2026, Borong Sekarang atau Tunggu? Ini Proyeksi Akhir Tahun

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:42 WIB

IHSG Anjlok 66 Poin ke Level 5.373, Saham DCII dan ADES Tertekan

Berita Terbaru