Jakarta-Harga Bitcoin hari ini, Senin 20 Juli 2026, kembali bergerak di zona merah. Berdasarkan pantauan dari aplikasi Pintu pada pukul 17.02 WIB, Bitcoin (BTC) diperdagangkan di level Rp1.151.634.426 atau melemah sekitar 0,43 persen dalam 24 jam terakhir. Koreksi ini terjadi ketika sebagian besar aset kripto utama juga mengalami tekanan jual meski masih relatif terbatas.
Selain Bitcoin, Ethereum (ETH) turut terkoreksi menjadi Rp33.386.281 atau turun 0,18 persen. Binance Coin (BNB) berada di level Rp10.134.107 setelah melemah 0,33 persen. Sementara itu, stablecoin Tether (USDT) diperdagangkan di kisaran Rp17.920 atau turun tipis 0,12 persen, mengikuti pergerakan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.
Aset kripto lainnya juga bergerak negatif. Compound (COMP) mengalami pelemahan paling dalam di daftar tersebut dengan penurunan mencapai 2,49 persen menjadi Rp301.330. Di sisi lain, Solana (SOL) justru masih mencatat kenaikan 0,55 persen ke level Rp1.369.512, menunjukkan bahwa minat investor terhadap beberapa altcoin masih bertahan.
Analis menilai koreksi ringan seperti ini masih tergolong wajar. Setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir, sebagian investor memilih melakukan aksi ambil untung. Tekanan tersebut membuat harga Bitcoin dan aset digital lainnya bergerak melemah meski belum menunjukkan sinyal pembalikan tren jangka panjang.
Faktor lain yang memengaruhi pasar kripto adalah pergerakan dolar Amerika Serikat, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga bank sentral global, hingga arus dana investor institusi. Apabila sentimen global kembali membaik, Bitcoin berpotensi menguji area resistensi berikutnya. Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat, harga dapat melanjutkan koreksi dalam jangka pendek.
Bagi investor pemula, kondisi pasar seperti saat ini sebaiknya disikapi dengan bijak. Hindari keputusan membeli atau menjual hanya karena pergerakan harga harian. Strategi investasi bertahap atau dollar cost averaging (DCA) masih menjadi pilihan banyak investor untuk mengurangi risiko akibat volatilitas pasar kripto.
Meskipun harga bergerak turun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Ethereum juga masih menjadi tulang punggung ekosistem blockchain dan keuangan terdesentralisasi (DeFi), sedangkan BNB mempertahankan posisinya sebagai salah satu aset digital terbesar berdasarkan nilai pasar.
Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan ekonomi global, regulasi aset digital, serta sentimen pasar sebelum mengambil keputusan investasi. Pergerakan harga kripto dapat berubah sangat cepat sehingga manajemen risiko tetap menjadi faktor utama dalam membangun portofolio investasi.
Ringkasan Harga Crypto Hari Ini
| Aset | Harga | Perubahan 24 Jam |
|---|---|---|
| Bitcoin (BTC) | Rp1.151.634.426 | -0,43% |
| Ethereum (ETH) | Rp33.386.281 | -0,18% |
| Tether (USDT) | Rp17.920 | -0,12% |
| BNB | Rp10.134.107 | -0,33% |
| Compound (COMP) | Rp301.330 | -2,49% |
| Solana (SOL) | Rp1.369.512 | +0,55% |
FAQ
1. Berapa harga Bitcoin hari ini?
Harga Bitcoin pada 20 Juli 2026 berada di kisaran Rp1.151.634.426.
2. Mengapa harga Bitcoin turun?
Penurunan dipengaruhi aksi ambil untung investor, sentimen ekonomi global, pergerakan dolar AS, dan volatilitas pasar kripto.
3. Apakah Ethereum juga turun?
Ya. Ethereum diperdagangkan di Rp33.386.281, turun sekitar 0,18 persen dalam 24 jam.
4. Aset kripto apa yang justru naik?
Pada data yang terlihat, Solana (SOL) mencatat kenaikan sekitar 0,55 persen.
5. Apakah saat ini waktu yang tepat membeli Bitcoin?
Tidak ada jawaban pasti. Banyak investor memilih strategi investasi bertahap (DCA) dibanding mencoba menebak titik terendah pasar.
6. Apa risiko investasi kripto?
Risiko utama meliputi volatilitas harga yang tinggi, perubahan regulasi, risiko keamanan digital, dan fluktuasi sentimen pasar.
7. Faktor apa yang paling memengaruhi harga Bitcoin?
Kebijakan suku bunga global, inflasi, permintaan institusi, regulasi pemerintah, arus modal, dan kondisi ekonomi dunia menjadi faktor utama pergerakan Bitcoin. (fyo)









