JAKARTA – PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) hampir Rp1 triliun untuk memperkuat digitalisasi layanan kesehatan melalui pengadaan berbagai unit bedah robotik. Investasi tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga 2029.
President Director Siloam International Hospitals, David Utama, mengatakan kebutuhan investasi teknologi medis menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. Kehadiran teknologi modern diharapkan mampu mengurangi jumlah masyarakat yang memilih berobat ke luar negeri.
Menurut David, kebocoran devisa akibat warga Indonesia berobat ke luar negeri diperkirakan mencapai sekitar Rp170 triliun. Karena itu, pengembangan teknologi medis dalam negeri menjadi salah satu prioritas perusahaan.
Dana belanja modal tersebut sepenuhnya berasal dari kas internal perseroan. Siloam memilih menginvestasikan kembali seluruh laba perusahaan dibandingkan membagikan dividen kepada pemegang saham.
Manajemen menilai strategi tersebut akan mempercepat peningkatan kualitas rumah sakit sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap teknologi kesehatan berstandar internasional.
Saat ini Siloam telah mengoperasikan berbagai perangkat bedah robotik di sejumlah rumah sakit. Di antaranya terdapat dua unit Da Vinci Surgical System yang digunakan di Siloam Kebon Jeruk dan Asri Center of Excellence Kidney Transplant.
Selain itu, jaringan rumah sakit Siloam juga telah memanfaatkan berbagai teknologi robotik lainnya seperti ROSA untuk bedah saraf dan ortopedi, Felix, CUVIS, serta CORI yang tersebar di Makassar, Surabaya, Denpasar, dan kota lainnya.
Ke depan, perusahaan memastikan investasi teknologi medis akan terus ditingkatkan agar layanan kesehatan nasional semakin kompetitif. Langkah tersebut juga diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan layanan kesehatan berteknologi tinggi di kawasan Asia Tenggara.
FAQ
Apa tujuan investasi Rp1 triliun Siloam?
Untuk memperkuat digitalisasi rumah sakit dan menambah fasilitas bedah robotik di jaringan rumah sakit Siloam.
Dari mana sumber dana investasi tersebut?
Seluruhnya berasal dari kas internal perusahaan dan laba yang diinvestasikan kembali.
Berapa periode investasi dilakukan?
Belanja modal tersebut direncanakan berlangsung secara bertahap hingga tahun 2029.
Mengapa Siloam fokus pada bedah robotik?
Karena teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan mengurangi masyarakat yang berobat ke luar negeri.
Apa saja teknologi robotik yang sudah dimiliki Siloam?
Di antaranya Da Vinci Surgical System, ROSA, Felix, CUVIS, CORI, Biobot, dan Brain Lab. Tim









