Raksasa Teknologi Siapkan 8.900 Tenaga AI, Profesi Ini Bakal Makin Diburu

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAYONEWS – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence kembali membuka peluang besar di sektor pekerjaan teknologi. Tata Consultancy Services atau TCS menyiapkan tim hingga 8.900 tenaga untuk mempercepat penerapan AI.

Langkah tersebut muncul ketika banyak pekerja khawatir AI akan mengurangi kebutuhan tenaga manusia. Namun, TCS justru memperkuat kelompok forward-deployed engineers atau FDE yang bekerja langsung membantu kebutuhan bisnis pelanggan.

CEO TCS K Krithivasan mengatakan perusahaan ingin sekitar 1 persen hingga 1,5 persen tenaga kerjanya menjadi FDE. Berdasarkan jumlah karyawan perusahaan, angka tersebut diperkirakan mencapai sekitar 5.900 hingga 8.900 orang.

Baca Juga :  Domain Termahal Dunia! AI.com Dibeli Bos Crypto.com

Tenaga FDE memiliki tugas penting dalam mengintegrasikan teknologi AI dengan sistem perusahaan. Mereka juga menyesuaikan alat berbasis AI agar dapat menjawab kebutuhan bisnis dan memberikan hasil nyata.

Meski demikian, belum ada kepastian apakah seluruh kebutuhan tenaga tersebut akan dipenuhi melalui lowongan kerja baru. TCS dapat merekrut tenaga baru atau memberikan pelatihan ulang kepada karyawan yang telah bekerja di perusahaan.

Krithivasan menilai perusahaan tetap membutuhkan mitra teknologi untuk menerapkan sistem AI. Pengetahuan mengenai lingkungan dan kebutuhan pelanggan menjadi faktor penting agar teknologi tersebut dapat bekerja secara efektif.

Baca Juga :  Rp 99 Juta Dapat Mobil Eropa? Ini Spesifikasi Citroen C3 Live (0)

TCS juga mengalokasikan sekitar US$1 miliar untuk pengembangan talenta dan memperluas akses teknologi AI secara internal. Strategi perusahaan berfokus pada pelatihan, pengembangan kemampuan, serta perekrutan tenaga dengan keahlian teknologi tertentu.

Langkah TCS menunjukkan kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan AI terus berkembang. Karena itu, kemampuan mengintegrasikan AI, memahami data, keamanan siber, dan kebutuhan bisnis berpotensi semakin diburu di tengah transformasi digital global. Tim

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Gaji Pekerjaan AI 2026 Bikin Tergiur, Lowongan Kerja Makin Banyak: Ini Skill Paling Dicari Perusahaan
Resmi! Telkomsel, Indosat dan XLSMART Kuasai Frekuensi Baru, Internet 5G Indonesia Bakal Makin Kencang?
Punya Dolar AS? Cek Harga Jual Beli di BCA, BRI, Mandiri dan BNI Hari Ini
Tolak Pelatihan AI? Data Samsung Health Bisa Dihapus, Privasi Pengguna Jadi Sorotan
BI Rate Tinggi, Apakah Bunga KPR dan Cicilan Bank Bakal Naik?
Punya Uang Rp100 Juta? Cek Bunga Deposito BRI, BNI, Mandiri dan BCA Juli 2026
IHSG di Tengah Tekanan Suku Bunga Tinggi, Saham Ini Masih Layak Dicermati
KUR BNI 2026 Bunga 6 Persen, Pinjaman Rp100 Juta: Cek Cicilan dan Syarat Pengajuan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:02 WIB

Raksasa Teknologi Siapkan 8.900 Tenaga AI, Profesi Ini Bakal Makin Diburu

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:01 WIB

Gaji Pekerjaan AI 2026 Bikin Tergiur, Lowongan Kerja Makin Banyak: Ini Skill Paling Dicari Perusahaan

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:00 WIB

Resmi! Telkomsel, Indosat dan XLSMART Kuasai Frekuensi Baru, Internet 5G Indonesia Bakal Makin Kencang?

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:23 WIB

Punya Dolar AS? Cek Harga Jual Beli di BCA, BRI, Mandiri dan BNI Hari Ini

Selasa, 14 Juli 2026 - 05:05 WIB

Tolak Pelatihan AI? Data Samsung Health Bisa Dihapus, Privasi Pengguna Jadi Sorotan

Berita Terbaru