EKONOMI – Kehadiran minimarket O!Save semakin mudah ditemui di berbagai kawasan permukiman, khususnya di wilayah Jabodetabek. Dengan dominasi warna oranye dan konsep toko yang sederhana, jaringan ritel ini mulai menarik perhatian masyarakat sebagai pemain baru di industri minimarket Indonesia.
Berbeda dari minimarket konvensional, O!Save mengusung konsep hard discount retailer, yaitu menawarkan kebutuhan sehari-hari dengan harga serendah mungkin melalui efisiensi operasional.
Siapa Pemilik O!Save?
O!Save bukan merupakan perusahaan ritel asal Indonesia. Jaringan minimarket tersebut merupakan bagian dari Robinsons Retail Holdings Inc. (RRHI), perusahaan ritel terbesar di Filipina.
RRHI berada di bawah naungan JG Summit Holdings, konglomerasi milik keluarga mendiang John Gokongwei Jr. yang memiliki berbagai lini bisnis di sektor ritel, makanan, properti, hingga penerbangan.
Melalui O!Save, RRHI mengembangkan bisnis ritel berkonsep hard discount yang menyasar konsumen dengan kebutuhan produk berkualitas namun tetap terjangkau.
Konsep Hard Discount yang Diusung O!Save
Berbeda dengan minimarket pada umumnya, O!Save lebih mengutamakan efisiensi dibandingkan pengalaman berbelanja yang mewah.
Beberapa strategi yang diterapkan antara lain:
- Produk dipajang menggunakan kardus atau palet tanpa harus dipindahkan ke rak.
- Tata letak toko dibuat sederhana untuk menekan biaya operasional.
- Hanya menjual produk kebutuhan pokok yang paling banyak dicari masyarakat.
- Pasokan barang diperoleh langsung dari produsen dalam jumlah besar sehingga harga lebih kompetitif.
Dengan strategi tersebut, perusahaan mampu menerapkan slogan “Everyday Low Price”, yakni memberikan harga murah setiap hari tanpa bergantung pada promo atau diskon musiman.
Mulai Beroperasi di Indonesia Sejak 2023
O!Save mulai melakukan ekspansi ke Indonesia pada 2023 sebagai bagian dari pengembangan bisnis regional perusahaan.
Sejak itu, gerainya terus bertambah dan mulai hadir di sejumlah kawasan permukiman. Kehadiran O!Save dinilai memberikan pilihan baru bagi masyarakat yang mencari kebutuhan harian dengan harga lebih hemat.
Strategi bisnis O!Save juga disebut mirip dengan jaringan ritel hard discount di Eropa seperti Aldi dan Lidl, yang mengutamakan efisiensi operasional agar harga jual tetap rendah.
Apakah O!Save Membuka Franchise?
Hingga saat ini, O!Save belum membuka program waralaba atau franchise kepada masyarakat.
Sebagai gantinya, perusahaan membuka peluang kerja sama bagi:
- Pemilik lahan atau bangunan yang ingin menyewakan lokasi untuk gerai baru.
- Produsen maupun distributor yang ingin menjadi pemasok produk di jaringan O!Save.
Bersaing dengan Alfamart dan Indomaret
Selama bertahun-tahun pasar minimarket nasional didominasi oleh Alfamart dan Indomaret yang mengandalkan jaringan luas serta layanan lengkap.
Sementara itu, O!Save memilih strategi berbeda dengan fokus pada efisiensi biaya operasional sehingga mampu menawarkan harga lebih rendah untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.
Dengan konsep tersebut, O!Save diperkirakan akan menjadi salah satu pemain yang semakin diperhitungkan di industri ritel modern Indonesia.
FAQ
1. Siapa pemilik O!Save?
O!Save dimiliki oleh Robinsons Retail Holdings Inc. (RRHI), perusahaan ritel terbesar di Filipina yang berada di bawah JG Summit Holdings.
2. Apakah O!Save berasal dari Indonesia?
Tidak. O!Save merupakan jaringan ritel asal Filipina yang melakukan ekspansi ke Indonesia sejak 2023.
3. Mengapa harga O!Save lebih murah?
Karena menerapkan konsep hard discount dengan efisiensi operasional, pembelian langsung dari produsen, dan tata letak toko yang sederhana.
4. Apakah O!Save membuka franchise?
Saat ini belum. Perusahaan hanya membuka peluang kerja sama penyewaan lokasi dan pemasok produk.
5. Apa perbedaan O!Save dengan minimarket lain?
O!Save lebih fokus pada harga murah setiap hari dibandingkan layanan tambahan maupun variasi produk yang sangat banyak.









