MALAYSIA – Sebuah bursa kerja di Kota Melaka, Malaysia, menjadi sorotan publik setelah lebih dari 1.000 pencari kerja rela mengantre hingga sekitar 2 kilometer demi memperebutkan ratusan lowongan yang ditawarkan perusahaan semikonduktor asal Jerman, Infineon Technologies AG.
Fenomena tersebut viral di media sosial setelah foto dan video antrean panjang para pelamar beredar luas. Dalam rekaman yang beredar, para pencari kerja tampak berbaris rapi sejak pagi hari di sekitar lokasi wawancara terbuka yang digelar di sebuah hotel di Melaka.
Antre Sejak Subuh Demi Peluang Kerja
Menurut laporan media lokal Malaysia, banyak pelamar telah tiba di lokasi sejak pukul 05.00 pagi waktu setempat.
Mereka datang untuk mengikuti sesi wawancara terbuka yang diselenggarakan Infineon Technologies AG pada 14 Juni 2026.
Perusahaan teknologi global tersebut membuka sekitar 500 posisi kerja untuk berbagai kebutuhan operasional, terutama pada bidang produksi dan teknisi.
Antusiasme tinggi para pencari kerja membuat antrean memanjang dari area hotel hingga ke jalan utama kota.
Gaji Rp15 Juta Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu faktor utama yang menarik minat ribuan pelamar adalah besaran gaji yang ditawarkan.
Infineon menawarkan gaji awal sekitar 3.500 ringgit Malaysia per bulan atau setara kurang lebih Rp15,2 juta jika dikonversikan ke mata uang Indonesia.
Selain gaji yang relatif kompetitif, perusahaan juga dikenal sebagai salah satu produsen semikonduktor terbesar di dunia yang menawarkan peluang pengembangan karier jangka panjang.
Kombinasi antara stabilitas pekerjaan dan prospek karier membuat lowongan tersebut menjadi incaran banyak pencari kerja dari berbagai wilayah.
Membludaknya Pelamar Bikin Sistem Diubah
Jumlah pelamar yang jauh melampaui perkiraan membuat pihak penyelenggara harus mengambil langkah cepat.
Sekitar pukul 10.00 pagi, perusahaan mulai membagikan kode QR kepada para pelamar.
Melalui sistem tersebut, pelamar diminta mengunggah curriculum vitae (CV) atau resume secara online untuk mempercepat proses seleksi.
Pihak perusahaan juga menyarankan peserta yang telah mendaftar secara digital untuk kembali ke rumah sambil menunggu informasi lanjutan.
Meski demikian, banyak pelamar memilih tetap bertahan di lokasi dengan harapan bisa memperoleh kesempatan wawancara secara langsung.
Pejabat Daerah Turun Tangan
Antrean panjang tersebut menarik perhatian pemerintah daerah setempat.
Ketua Menteri Melaka, Ab Rauf Yusoh, bersama Wali Kota Melaka Historic City, Shadan Othman, bahkan turun langsung ke lokasi untuk memantau situasi.
Keduanya membagikan makanan dan minuman kepada para pencari kerja yang telah berjam-jam mengantre di bawah cuaca panas.
Selain itu, pemerintah daerah juga meminta pihak perusahaan memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh peserta selama proses rekrutmen berlangsung.
Pengangguran Melaka Tergolong Rendah
Meski antrean panjang memicu berbagai spekulasi, pemerintah daerah menegaskan fenomena tersebut bukan mencerminkan tingginya angka pengangguran di Melaka.
Data pemerintah menunjukkan tingkat pengangguran di negara bagian tersebut berada di kisaran 2 persen, termasuk salah satu yang terendah di Malaysia.
Menurut pejabat setempat, membludaknya jumlah pelamar lebih dipengaruhi oleh daya tarik gaji yang kompetitif dan reputasi perusahaan yang menawarkan peluang karier menjanjikan.
“Ketika perusahaan menawarkan pekerjaan yang baik dengan gaji menarik, tentu akan menarik minat banyak pencari kerja,” demikian pernyataan yang dikutip media setempat.
Persaingan Kerja Semakin Ketat
Fenomena antrean panjang di Melaka menjadi gambaran bahwa persaingan mendapatkan pekerjaan berkualitas masih sangat tinggi, bahkan di wilayah dengan tingkat pengangguran rendah.
Banyak pencari kerja kini tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mempertimbangkan faktor gaji, stabilitas perusahaan, jenjang karier, hingga peluang pengembangan keterampilan.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap sektor teknologi dan manufaktur berteknologi tinggi yang terus berkembang di kawasan Asia Tenggara.









