Gaji Rp15 Juta Sebulan, Ribuan Pelamar Serbu Bursa Kerja di Malaysia

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALAYSIA – Sebuah bursa kerja di Kota Melaka, Malaysia, menjadi sorotan publik setelah lebih dari 1.000 pencari kerja rela mengantre hingga sekitar 2 kilometer demi memperebutkan ratusan lowongan yang ditawarkan perusahaan semikonduktor asal Jerman, Infineon Technologies AG.

Fenomena tersebut viral di media sosial setelah foto dan video antrean panjang para pelamar beredar luas. Dalam rekaman yang beredar, para pencari kerja tampak berbaris rapi sejak pagi hari di sekitar lokasi wawancara terbuka yang digelar di sebuah hotel di Melaka.

Antre Sejak Subuh Demi Peluang Kerja

Menurut laporan media lokal Malaysia, banyak pelamar telah tiba di lokasi sejak pukul 05.00 pagi waktu setempat.

Mereka datang untuk mengikuti sesi wawancara terbuka yang diselenggarakan Infineon Technologies AG pada 14 Juni 2026.

Perusahaan teknologi global tersebut membuka sekitar 500 posisi kerja untuk berbagai kebutuhan operasional, terutama pada bidang produksi dan teknisi.

Antusiasme tinggi para pencari kerja membuat antrean memanjang dari area hotel hingga ke jalan utama kota.

Gaji Rp15 Juta Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu faktor utama yang menarik minat ribuan pelamar adalah besaran gaji yang ditawarkan.

Infineon menawarkan gaji awal sekitar 3.500 ringgit Malaysia per bulan atau setara kurang lebih Rp15,2 juta jika dikonversikan ke mata uang Indonesia.

Baca Juga :  Heboh Peternakan Kecoa Ilegal Dibongkar, Nilai Serangga Capai Rp2,5 Miliar

Selain gaji yang relatif kompetitif, perusahaan juga dikenal sebagai salah satu produsen semikonduktor terbesar di dunia yang menawarkan peluang pengembangan karier jangka panjang.

Kombinasi antara stabilitas pekerjaan dan prospek karier membuat lowongan tersebut menjadi incaran banyak pencari kerja dari berbagai wilayah.

Membludaknya Pelamar Bikin Sistem Diubah

Jumlah pelamar yang jauh melampaui perkiraan membuat pihak penyelenggara harus mengambil langkah cepat.

Sekitar pukul 10.00 pagi, perusahaan mulai membagikan kode QR kepada para pelamar.

Melalui sistem tersebut, pelamar diminta mengunggah curriculum vitae (CV) atau resume secara online untuk mempercepat proses seleksi.

Pihak perusahaan juga menyarankan peserta yang telah mendaftar secara digital untuk kembali ke rumah sambil menunggu informasi lanjutan.

Meski demikian, banyak pelamar memilih tetap bertahan di lokasi dengan harapan bisa memperoleh kesempatan wawancara secara langsung.

Pejabat Daerah Turun Tangan

Antrean panjang tersebut menarik perhatian pemerintah daerah setempat.

Ketua Menteri Melaka, Ab Rauf Yusoh, bersama Wali Kota Melaka Historic City, Shadan Othman, bahkan turun langsung ke lokasi untuk memantau situasi.

Keduanya membagikan makanan dan minuman kepada para pencari kerja yang telah berjam-jam mengantre di bawah cuaca panas.

Baca Juga :  Toyota Kijang Super 2026 Hadir Lebih Matang, Menggabungkan Warisan Klasik dan Teknologi Modern

Selain itu, pemerintah daerah juga meminta pihak perusahaan memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh peserta selama proses rekrutmen berlangsung.

Pengangguran Melaka Tergolong Rendah

Meski antrean panjang memicu berbagai spekulasi, pemerintah daerah menegaskan fenomena tersebut bukan mencerminkan tingginya angka pengangguran di Melaka.

Data pemerintah menunjukkan tingkat pengangguran di negara bagian tersebut berada di kisaran 2 persen, termasuk salah satu yang terendah di Malaysia.

Menurut pejabat setempat, membludaknya jumlah pelamar lebih dipengaruhi oleh daya tarik gaji yang kompetitif dan reputasi perusahaan yang menawarkan peluang karier menjanjikan.

“Ketika perusahaan menawarkan pekerjaan yang baik dengan gaji menarik, tentu akan menarik minat banyak pencari kerja,” demikian pernyataan yang dikutip media setempat.

Persaingan Kerja Semakin Ketat

Fenomena antrean panjang di Melaka menjadi gambaran bahwa persaingan mendapatkan pekerjaan berkualitas masih sangat tinggi, bahkan di wilayah dengan tingkat pengangguran rendah.

Banyak pencari kerja kini tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mempertimbangkan faktor gaji, stabilitas perusahaan, jenjang karier, hingga peluang pengembangan keterampilan.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap sektor teknologi dan manufaktur berteknologi tinggi yang terus berkembang di kawasan Asia Tenggara.

Berita Terkait

Jelang Pengumuman MSCI 13 Agustus, Investor Wajib Cermati 5 Hal Ini
Harga iPhone 17 Dikabarkan Segera Naik, Ini Penyebab dan Perkiraannya
PM Anwar Ibrahim Dirawat, Kondisi Kesehatan Jadi Sorotan
Kekayaan Elon Musk Melonjak Lagi, Tembus Rp14.276 Triliun Berkat Saham SpaceX
Monetisasi X 2026 Berubah, Ini Syarat Baru Dapat Penghasilan dari Konten
Man City Comeback, Kalahkan Atletico Madrid 3-1 di Laga Pramusim Asia Tour 2026
Meta Didenda Rp10,12 Triliun, Instagram dan Facebook Wajib Batasi Remaja
Siang Berubah Gelap! Gerhana Matahari Total 2027 Jadi Fenomena Astronomi Terlangka
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Jelang Pengumuman MSCI 13 Agustus, Investor Wajib Cermati 5 Hal Ini

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Harga iPhone 17 Dikabarkan Segera Naik, Ini Penyebab dan Perkiraannya

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:03 WIB

PM Anwar Ibrahim Dirawat, Kondisi Kesehatan Jadi Sorotan

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Kekayaan Elon Musk Melonjak Lagi, Tembus Rp14.276 Triliun Berkat Saham SpaceX

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Monetisasi X 2026 Berubah, Ini Syarat Baru Dapat Penghasilan dari Konten

Berita Terbaru