Kejar Investor China, Purbaya Terbang Bahas Panda Bond

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 06:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan melakukan kunjungan ke China pada Selasa, 16 Juni 2026, untuk bertemu sejumlah investor dan membahas rencana penerbitan Panda Bond.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah Indonesia dalam memperluas sumber pembiayaan negara sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.

Purbaya menyebut agenda utama pertemuan di China adalah membahas peluang penerbitan surat utang berdenominasi yuan di pasar keuangan Negeri Tirai Bambu.

“Oh itu ketemu investor dan bahas Panda Bond,” ujar Purbaya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).


Apa Itu Panda Bond?

Panda Bond merupakan instrumen surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau lembaga asing di pasar keuangan domestik China menggunakan mata uang yuan.

Pemerintah Indonesia menilai skema tersebut dapat menjadi alternatif pembiayaan yang lebih kompetitif karena tingkat bunga di pasar China dinilai relatif lebih rendah dibandingkan pasar lain.

Baca Juga :  Selat Hormuz Ditutup Sementara, Harga Minyak Dunia Waspada, Ini Dampaknya bagi Indonesia

Selain itu, penerbitan Panda Bond juga diproyeksikan membantu memperkuat stabilitas rupiah melalui diversifikasi sumber pendanaan luar negeri.

“Sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi. Jadi diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan,” kata Purbaya sebelumnya.


Pemerintah Bidik Diversifikasi Pendanaan

Rencana penerbitan Panda Bond dinilai menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memperluas basis investor global.

Dengan masuk ke pasar obligasi China, Indonesia berharap dapat menarik minat investor baru sekaligus memperkuat hubungan ekonomi bilateral kedua negara.

Meski belum mengungkapkan target nilai investasi yang ingin diraih dari kunjungan tersebut, Purbaya optimistis hasil pembicaraan dengan investor China akan berjalan positif.

“Belum, saya pikir akan banyak,” ujarnya singkat.


Rupiah dan Ketergantungan Dolar Jadi Sorotan

Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah terus mendorong pengurangan dominasi dolar AS dalam transaksi dan pembiayaan negara.

Diversifikasi mata uang dinilai penting untuk mengurangi risiko gejolak nilai tukar global, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi internasional.

Baca Juga :  IHSG Hari Ini Terbaru 26 Mei 2026 Rontok 1,23% ke 6.130, Saham Astra hingga Vale Berguguran di Tengah Tekanan Pasar Global

Penerbitan obligasi dalam mata uang yuan juga dianggap dapat membuka peluang kerja sama finansial yang lebih luas dengan China sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia.


FAQ

Apa itu Panda Bond?

Panda Bond adalah surat utang yang diterbitkan di pasar keuangan China menggunakan mata uang yuan.

Mengapa Indonesia tertarik menerbitkan Panda Bond?

Pemerintah ingin mendiversifikasi sumber pembiayaan dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Apa keuntungan Panda Bond?

Bunga pinjaman dinilai lebih kompetitif dan dapat memperluas basis investor global.

Siapa yang akan bertemu investor di China?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan bertemu investor di China pada 16 Juni 2026.

Apakah Panda Bond bisa memperkuat rupiah?

Diversifikasi pembiayaan dan pengurangan ketergantungan dolar diharapkan membantu menjaga stabilitas rupiah.

Berita Terkait

Kompensasi CEO Tertinggi : Elon Musk Jauh di Atas Bos Perusahaan Lain
Michael Dell Naik Jadi Orang Terkaya Keempat Dunia, Salip Zuckerberg
BSI Hasanah KKI Card Tembus 10.000 Pengguna, Baru Sebulan Diluncurkan
Simulasi Kredit VinFast Evo, Feliz II dan Viper: Cicilan Mulai Rp600 Ribu
Data Desil DTSEN Tidak Sesuai? Begini Cara Mengubahnya Lewat HP
Freeport Investasikan Rp25 Triliun untuk Tambang Kucing Liar, Produksi Ditargetkan 2029
Anak Kurir SPX Express Dapat Beasiswa Kuliah di UI, ITB, dan UNP
Konglomerat Jerman Klaus-Michael Kühne Wafat dan Tak Miliki Anak, Tinggalkan Harta Rp867 Triliun
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 21:00 WIB

Kompensasi CEO Tertinggi : Elon Musk Jauh di Atas Bos Perusahaan Lain

Minggu, 27 September 2026 - 18:00 WIB

Michael Dell Naik Jadi Orang Terkaya Keempat Dunia, Salip Zuckerberg

Jumat, 25 September 2026 - 12:02 WIB

BSI Hasanah KKI Card Tembus 10.000 Pengguna, Baru Sebulan Diluncurkan

Jumat, 25 September 2026 - 02:00 WIB

Simulasi Kredit VinFast Evo, Feliz II dan Viper: Cicilan Mulai Rp600 Ribu

Selasa, 22 September 2026 - 14:00 WIB

Data Desil DTSEN Tidak Sesuai? Begini Cara Mengubahnya Lewat HP

Berita Terbaru